Author: gravitarchi

Istana Merdeka berlokasi di Jalan Merdeka Utara, Jakarta dan menghadap langsung ke arah Monumen Nasional (Monas). Istana ini memiliki luas sekitar 2.400 meter persegi, berada satu kompleks dengan Istana Negara dan Bina Graha. Sebagai salah satu istana kepresidenan yang ada di Indonesia, bangunan ini menjadi bangunan pertama diadakannya peringatan Hari kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1950. Presiden Soekarno, Abdurrahman Wahid, dan Joko Widodo adalah tiga Presiden RI yang pernah tinggal di istana ini sebelum pindah ke Istana Bogor. Baca juga: Istana Bogor, Perpaduan Gaya Arsitektur Eropa dengan Unsur Tropis Sejarah Singkat Istana Merdeka Istana Merdeka pertama kali dibangun pada…

Read More

Gedung Merdeka pertama kali dibangun pada tahun 1895 sebagai bangunan Societeit Concordia atau tempat rekreasi dan interaksi sosial sekelompok masyarakat Belanda yang saat itu menduduki wilayah Bandung dan sekitarnya. Gedung ini menjadi ikon rasisme, karena Belanda melarang keras anjing dan warga pribumi untuk masuk ke dalam area gedung. Pada tahun 1926, dua arsitek Belanda sekaligus guru besar di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) bernama Van Galen Last dan C.P Wolff Schoemaker melakukan renovasi gedung ini dengan gaya arsitektur modern (art deco). Baca juga: Istana Bogor, Perpaduan Gaya Arsitektur Eropa dengan Unsur Tropis Gedung ini pernah beralih fungsi menjadi pusat…

Read More

Belanda membawa pengaruh arsitektur dalam pembangunan gedung maupun permukiman khas Eropa pada masa sebelum kemerdekaan. Meski demikian, kepribadian warga lokal dan iklim tropis di Indonesia turut memengaruhi adanya akulturasi dua budaya. Kebudayaan Indonesia yang berbaur dengan kebudayaan Eropa menghasilkan kebudayaan baru yang disebut kebudayaan Indis. Mengutip Jurnal Teknik Arsitektur berjudul “Daendels dan Perkembangan Arsitektur Hindia-Belanda Abad 19”, Handinoto menyatakan fase gaya arsitektur memiliki 3 lini masa, yaitu: Baca juga: Arsitektur Jam Gadang Bukittinggi, Landmark Sumatera Barat Benteng Vredeburg Mengadopsi Gaya Indische Empire Indische atau Hindia mencerminkan gaya bangunan Eropa. Gaya arsitektur ini merupakan perpaduan kebudayaan Eropa, Indonesia, dan beberapa dari…

Read More

Jam Gadang dalam bahasa Minangkabau memiliki arti “jam besar”. Menara yang menjulang tinggi di Bukittinggi ini merupakan bangunan populer yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Monumen ini merupakan bangunan peninggalan Hindia-Belanda yang saat ini menjadi salah satu landmark di Provinsi Sumatera Barat. Mau berkunjung kesini? Lokasinya berada di pusat kota Bukittinggi, tepatnya di tengah Taman Sabai Nan Aluh. Bukittinggi terkenal sebagai surganya wisata, mulai dari wisata alam, kuliner, hingga sejarah. Sejarah Singkat Jam Gadang Jam Gadang didirikan oleh Pemerintah Hindia-Belanda pada tahun 1926 atas perintah Ratu Wilhelmina. Menara jam ini merupakan hadiah untuk sekretaris (controleur) Kota Bukittinggi atau Fort de…

Read More

Istana Kepresidenan Bogor atau lebih dikenal dengan Istana Bogor berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda No.1, Kelurahan Paledang, Kecamatan Kota Bogor Tengah, Kota Bogor. Bangunan ini berjarak sekitar 60 kilometer dari Jakarta atau 43 kilometer dari Cipanas. Melansir Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, istana ini di bagun di atas lahan datar dengan luas sekitar 28,86 hektar dengan ketinggian 290 meter di atas permukaan laut. Meski berada di pusat kota, namun udara di sekitarnya sejuk karena wilayah ini termasuk dalam kota yang beriklim sedang. Seperti yang kita tahu, Bogor memang terkenal dengan sebutan “kota hujan”. Baca juga: Gedung Sate: Gedung Pemerintahan…

Read More

Gereja Katedral Jakarta merupakan bangunan bersejarah gereja katolik pertama di Batavia. Gereja ini terletak di dekat lapangan Banteng tepatnya di Jalan Katedral No.7B, Ps. Baru, Kec. Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Karena terletak bersebelahan dengan Masjid Istiqlal, gereja ini menjadi salah satu ikon keberagaman agama di Indonesia. Gereja ini dibangun pada masa kepemimpinan Louis Napoleon, sehingga mengadopsi gaya neo gotik atau gothic revival architecture. Mengusung Gaya Arsitektur Neo Gotik Belanda Mengutip Pusat Dokumentasi Arsitektur, Gereja Katedral Jakarta diresmikan pada tahun 1901 meskipun sebelumnya sudah dibangun pada tahun 1820 dan runtuh pada tahun 1890. Gereja ini termasuk bangunan bersejarah…

Read More

Kota Tua merupakan kawasan bersejarah peninggalan Belanda yang menjadi cikal bakal adanya DKI Jakarta atau dulu dikenal dengan sebutan Batavia. Pada tahun 1619, Batavia diserang VOC di bawah kepemimpinan  Jan Pieterszoon Coen. Selang 1 tahun, VOC mendirikan sebuah kota baru di atas reruntuhan Jayakarta dan memberi nama kota tersebut dengan “Batavia” sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur Belanda yang bernama Batavieren. Pada tahun 1635, kota tersebut diperluas ke sebelah barat sungai Ciliwung yang dilengkapi dengan sistem pertahanan dari tembok dan parit yang mengelilingi kota. Karena perluasan wilayah, Batavia menjadi pusat perdagangan Asia dan markas utama VOC di Hindia Timur pada tahun…

Read More

Masjid Istiqlal merupakan salah satu ikon Jakarta sekaligus menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara dan menempati urutan keenam masjid terbesar di dunia. Setiap tahun, masjid ini menjadi tujuan para pejabat negara untuk menunaikan ibadah sholat Idul Fitri. Masjid ini berlokasi di Jakarta Pusat, tepatnya di sisi timur laut Lapangan Merdeka, dekat dengan Monumen Nasional (Monas). Arsitektur Masjid istiqlal mengadopsi gaya arsitektur modern. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ir. Soekarno pada tahun 1961 dan diresmikan oleh Soeharto pada 22 Februari 1978. Jadi, pembangunannya membutuhkan waktu sekitar 17 tahun dengan biaya APBN Rp7 miliar dan US$12 juta. Kisah Unik Pembangunan Masjid Istiqlal…

Read More

­Klenteng Sam Poo Kong di Kota Semarang memiliki arsitektur yang khas, memadukan dua akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa. Tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, saat ini bangunan ikonik ini menjadi ikon pariwisata Semarang yang terletak di dekat pusat keramaian. Mengutip Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, tempat ini memiliki altar dan beberapa makam orang kepercayaan Laksamana Zheng He yang sering dikunjungi untuk berziarah, yaitu: Pembangunan Klenteng Sam Poo Kong Semarang Klenteng ini dibangun oleh seorang nahkoda beragama Islam bernama Ma San Bao yang kerap disapa Laksamana Zheng He pada awal abad ke-15. Namun, ia juga lebih dikenal dengan sebutan Laksamana Cheng Ho.…

Read More

Gedung Sate adalah bangunan tua terkenal yang berada di Kota Bandung. Gedung yang digunakan sebagai kantor Gubernur Jawa Barat ini berlokasi di Jalan Diponegoro Nomor 22, Kota Bandung, Jawa Barat. Pada bagian timur, gedung ini digunakan sebagai Kantor Pusat Pos dan Giro. Sementara bagian baratnya difungsikan sebagai Gedung DPRD Jawa Barat. Sebelum mengetahui detail arsitektur gedung bersejarah ini, yuk simak terlebih dahulu sejarah pembangunannya berikut ini. Sejarah Gedung Sate Melansir situs Pemerintah Jawa Barat, Gedung Sate dirancang oleh tim arsitek Belanda yang dipimpin oleh Ir. J. Gerber dari Jawatan Gedung-gedung Negara (landsgebouwendients). Terdapat anggota lain yang membantunya, yaitu Ir. E.H.…

Read More