Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » MANTRA Expo #2 by QHOMEMART Sukses Hadirkan Kolaborasi Arsitektur, Industri, dan Komunitas di Yogyakarta
Event

MANTRA Expo #2 by QHOMEMART Sukses Hadirkan Kolaborasi Arsitektur, Industri, dan Komunitas di Yogyakarta

gravitarchiBy gravitarchiJuly 27, 2026Updated:July 27, 2026No Comments6 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Selama empat hari penyelenggaraannya, MANTRA Expo #2 by QHOMEMART berhasil menghadirkan lebih dari sekadar pameran material bangunan. Bertempat di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, ajang yang berlangsung pada 23–26 Juli 2026 ini menjadi ruang bertemunya arsitek, pelaku industri, akademisi, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Mengusung tema “Live. Build. Experience.”, MANTRA Expo #2 memperlihatkan bahwa dunia arsitektur dan industri konstruksi tidak dapat berkembang sendiri. Melalui kolaborasi bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta, pameran ini tidak hanya menghadirkan puluhan exhibitor dari sektor material bangunan, interior, sanitary, kitchen appliances, hingga teknologi pendukung hunian, tetapi juga menyelenggarakan berbagai forum diskusi, pameran arsitektur, kompetisi mahasiswa, dan aktivitas publik yang memperkaya pengalaman pengunjung.

Lebih dari sebuah ajang pameran, MANTRA Expo #2 menjadi ruang dialog yang mempertemukan pemerintah, profesi, industri, akademisi, dan masyarakat untuk berbagi gagasan mengenai masa depan arsitektur, lingkungan binaan, serta pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga : MANTRA Expo #2 by Qhomemart Siap Digelar di GIK UGM, Hadirkan Kolaborasi Arsitektur, Industri, dan Komunitas

Kolaborasi Lintas Sektor Membuka MANTRA Expo #2

Semangat kolaborasi tersebut sudah terasa sejak pembukaan MANTRA Expo #2. Acara ini dihadiri oleh Noviar Rahmad, Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan yang mewakili Gubernur DIY, Henky Sampatti Huang selaku Direktur Utama QHOMEMART sekaligus Founder MANTRA Expo, Ar. G. Budi Yulianto, IAI selaku Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), serta Ar. Erlangga Winoto, IAI selaku Ketua IAI Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam sambutannya, para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah, profesi, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mendorong perkembangan sektor arsitektur, konstruksi, dan properti. MANTRA Expo dipandang bukan hanya sebagai ruang untuk memperkenalkan produk dan inovasi terbaru, tetapi juga sebagai wadah bertemunya berbagai pihak yang memiliki visi yang sama dalam menciptakan lingkungan binaan yang lebih berkualitas.

Kolaborasi antara QHOMEMART dan IAI DIY menjadi salah satu pembeda utama penyelenggaraan tahun ini. Berbagai agenda yang dihadirkan tidak hanya mempertemukan pelaku industri dengan calon pengguna, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai isu-isu arsitektur yang relevan dengan perkembangan kota, lingkungan, serta kehidupan masyarakat.

Arsitektur yang Hadir untuk Masyarakat

Komitmen menghadirkan arsitektur yang lebih dekat dengan masyarakat diwujudkan melalui Talkshow “1 Kampung 1 Arsitek”, sebuah forum yang mengangkat pentingnya kolaborasi antara pemerintah, arsitek, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan permukiman yang lebih layak huni dan berkelanjutan.

Diskusi ini menghadirkan Hasto Wardoyo selaku Wali Kota Yogyakarta, Ar. Erlangga Winoto, IAI selaku Ketua IAI Daerah Istimewa Yogyakarta, Umi Akhsanti selaku Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta, serta Y. Djarot Purbadi dari Forum Pakar IAI DIY.

Melalui berbagai perspektif yang disampaikan, para narasumber menekankan bahwa pembangunan kota tidak hanya diukur dari hadirnya proyek-proyek berskala besar. Kualitas lingkungan permukiman, keterlibatan masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam menciptakan kota yang lebih layak huni.

Program “1 Kampung 1 Arsitek” menjadi contoh bagaimana profesi arsitek dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya sebagai perancang bangunan, arsitek juga berperan sebagai mitra yang membantu mewujudkan lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan melalui pendekatan yang kontekstual dan partisipatif.

Membawa Perspektif Asia tentang Arsitektur

Bagaimana arsitektur dapat tetap dekat dengan manusia di tengah laju urbanisasi? Pertanyaan tersebut menjadi benang merah dalam sesi International Talkshow bertajuk Designing for Communities, ketika tiga arsitek dari Bangladesh, Filipina, dan Hong Kong berbagi pengalaman mengenai praktik arsitektur di negara masing-masing.

Ar. Zannat Jui membagikan pengalamannya merancang berbagai proyek di Bangladesh melalui pendekatan yang peka terhadap kondisi iklim, budaya, dan lingkungan sekitar. Menurutnya, meningkatnya urbanisasi tidak seharusnya menjauhkan manusia dari alam. Sebaliknya, arsitektur perlu mampu menciptakan ruang yang tetap menghadirkan kualitas lingkungan alami melalui desain yang kontekstual dan berkelanjutan.

Perspektif berbeda disampaikan oleh Ar. Alan Cheung, yang memperkenalkan konsep 15-Minute City, 5-Minute Access, serta pendekatan Urban Acupuncture. Melalui berbagai proyek yang dipresentasikan, Alan menunjukkan bahwa perubahan kota tidak selalu membutuhkan intervensi berskala besar. Langkah-langkah kecil yang tepat sasaran justru mampu membangun identitas baru, menghidupkan ruang publik, memperkuat hubungan masyarakat dengan lingkungannya, serta menghadirkan kota yang lebih inklusif.

Sementara itu, Ar. Rebecca Rellosa membagikan pengalamannya mengenai praktik arsitektur yang berorientasi pada komunitas di Filipina. Kehadirannya melengkapi diskusi dengan perspektif mengenai bagaimana desain dapat menjadi media untuk memperkuat hubungan sosial sekaligus menjawab tantangan perkotaan di kawasan Asia Tenggara.

Melalui forum ini, peserta memperoleh gambaran bahwa meskipun setiap negara memiliki tantangan yang berbeda, arsitektur pada akhirnya memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan ruang yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Architecture Rooted in Place

Diskusi berlanjut melalui sesi Architecture Rooted in Place yang menghadirkan Prof. Ar. Rafiq Azam, Ar. Yori Antar, IAI, dan Ar. Yulianto P. Prihatmaji, IAI.

Ketiga narasumber mengajak peserta memahami bahwa sebuah karya arsitektur tidak dapat dilepaskan dari konteks tempatnya. Karakter budaya, iklim, sejarah, hingga kehidupan masyarakat menjadi dasar penting dalam proses perancangan sehingga bangunan tidak hanya memiliki kualitas visual, tetapi juga mampu membangun identitas dan menghadirkan pengalaman ruang yang bermakna.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Ar. Rafiq Azam juga meluncurkan buku Old Dhaka New Story: Architecture in Bangladesh yang diterbitkan oleh Rizzoli New York. Peluncuran buku tersebut menjadi salah satu momen istimewa dalam rangkaian MANTRA Expo #2 sekaligus memperkenalkan perjalanan pemikiran dan karya-karya Rafiq Azam kepada peserta yang hadir.

Baca Juga : Panduan Material Lantai untuk Rumah yang Tertata dan Tahan Lama

Ruang Apresiasi bagi Dunia Arsitektur

Selain menghadirkan forum diskusi, MANTRA Expo #2 juga menjadi ruang apresiasi bagi dunia pendidikan dan profesi melalui penyelenggaraan Sayembara Mahasiswa Arsitektur serta Architecture Exhibition.

Berbagai karya yang ditampilkan menunjukkan beragam pendekatan desain yang lahir dari mahasiswa maupun praktisi. Kehadiran program ini membuka ruang dialog antara dunia pendidikan, profesi, dan industri, sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperkenalkan gagasan serta eksplorasi desain mereka kepada publik.

Menghadirkan Pengalaman bagi Berbagai Kalangan

MANTRA Expo #2 tidak hanya dirancang sebagai ruang belajar bagi kalangan profesional, tetapi juga sebagai ruang publik yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Berbagai kegiatan seperti Talkshow HDII, Live Cooking Demo, Beauty Class by Wardah, Fashion Show, Music Performance, hingga aktivitas interaktif dari para exhibitor menghadirkan suasana pameran yang lebih hidup sepanjang penyelenggaraan acara.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan MANTRA Fun Run yang mengajak masyarakat menikmati kawasan GIK UGM melalui olahraga bersama. Kehadiran berbagai program tersebut memperlihatkan bahwa MANTRA Expo berhasil membangun pengalaman yang inklusif, di mana edukasi, industri, gaya hidup, dan aktivitas komunitas dapat hadir dalam satu ruang yang sama.

Baca Juga : Mantra 2025 : Ruang Temu Arsitektur, Material, dan Kolaborasi Industri di Yogyakarta

Menumbuhkan Ekosistem Arsitektur yang Lebih Kolaboratif

MANTRA Expo #2 by QHOMEMART menunjukkan bahwa sebuah pameran tidak lagi sekadar menjadi tempat memperkenalkan produk dan teknologi terbaru. Lebih dari itu, penyelenggaraan tahun ini berhasil membangun ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai disiplin ilmu, profesi, dan komunitas dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Melalui rangkaian diskusi, pameran, kompetisi, dan aktivitas publik yang berlangsung selama empat hari, MANTRA Expo #2 menghadirkan pengalaman yang memperkaya cara pandang terhadap arsitektur dan lingkungan binaan. Semangat kolaborasi yang dibangun antara pemerintah, profesi, industri, akademisi, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mendorong lahirnya inovasi serta pembangunan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan di masa depan.

Lebih dari sekadar agenda tahunan, MANTRA Expo #2 memperlihatkan bahwa ketika berbagai pihak dipertemukan dalam ruang yang sama, arsitektur tidak hanya menjadi hasil sebuah proses perancangan, tetapi juga menjadi medium kolaborasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

MANTRA Expo #2 by Qhomemart Siap Digelar di GIK UGM, Hadirkan Kolaborasi Arsitektur, Industri, dan Komunitas

July 21, 2026

Memaknai Sintesis dalam Arsitektur : Refleksi dari ARCH:ID 2026

June 4, 2026

Inside Milan Design Week 2026 : Ketika Desain, Arsitektur, dan Spatial Experience Bertemu

May 13, 2026

Comments are closed.

Demo
Artikel Terbaru

MANTRA Expo #2 by QHOMEMART Sukses Hadirkan Kolaborasi Arsitektur, Industri, dan Komunitas di Yogyakarta

July 27, 2026

MANTRA Expo #2 by Qhomemart Siap Digelar di GIK UGM, Hadirkan Kolaborasi Arsitektur, Industri, dan Komunitas

July 21, 2026

Ary Indra dan Arsitektur yang Tumbuh dari Pengalaman

July 16, 2026

One River North : Ketika Sebuah Apartemen Menjadi Lanskap Vertikal di Tengah Kota Denver

July 13, 2026

Peace · Visa for Life Theme Museum: Narasi Sejarah dalam Bentuk Arsitektur

June 24, 2026

Îlot Balmoral : Simbol Ekonomi Kreatif di Jantung Montreal

June 15, 2026

Nurse Dormitory Chulalongkorn Memorial Hospital : Fasad Zig-Zag untuk Privasi dan Kenyamanan Penghuni

June 12, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.