Author: gravitarchi

Di sebuah lembah di Kota Yiyang, Tiongkok, berdiri sebuah museum yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer, tetapi juga sebagai medium untuk menghidupkan kembali sebuah kisah kemanusiaan. Peace · Visa for Life Theme Museum dibangun untuk mengenang Dr. Ho Feng Shan. Beliau merupakan Konsul Jenderal Tiongkok di Wina yang membantu menyelamatkan ribuan warga Yahudi dari ancaman Holocaust melalui penerbitan visa menuju Shanghai selama Perang Dunia II. Untuk mengenang jasa Dr. Ho Feng Shan, museum ini dirancang oleh Yang Ying Design Studio dengan pendekatan yang unik. Alih-alih mengandalkan simbol-simbol memorial yang monumental, arsitek memilih menjadikan visa sebagai elemen utama yang membentuk…

Read More

Di tengah kawasan budaya Montreal, Kanada, berdiri sebuah bangunan yang langsung menarik perhatian melalui kehadiran atrium diagonal berwarna merah yang membelah massa bangunannya. Bangunan tersebut adalah Îlot Balmoral, karya firma arsitektur Provencher_Roy yang dirancang sebagai salah satu elemen penting dalam pengembangan Quartier des Spectacles, kawasan seni dan hiburan terbesar di kota tersebut. Lebih dari sekadar gedung perkantoran, Îlot Balmoral hadir sebagai representasi transformasi Montreal menuju kota yang semakin bertumpu pada ekonomi kreatif. Melalui desain yang ekspresif sekaligus fungsional, bangunan ini menunjukkan bagaimana arsitektur dapat berperan dalam mendukung aktivitas budaya, pendidikan, dan industri kreatif dalam satu lingkungan yang terintegrasi. Baca Juga…

Read More

Di lingkungan rumah sakit yang beroperasi hampir tanpa henti, kebutuhan akan hunian yang nyaman bagi tenaga kesehatan menjadi aspek penting yang sering kali luput dari perhatian. Bagi para perawat yang menjalani ritme kerja panjang dan dinamis, tempat tinggal bukan hanya berfungsi sebagai ruang beristirahat, tetapi juga sebagai lingkungan yang mampu mendukung pemulihan fisik dan mental setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Kebutuhan tersebut menjadi landasan dalam perancangan Nurse Dormitory Chulalongkorn Memorial Hospital atau Nawarachupatum, sebuah asrama perawat yang dirancang oleh Plan Architect untuk Chulalongkorn Memorial Hospital di Bangkok, Thailand. Bangunan setinggi 26 lantai ini menyediakan 523 kamar hunian serta berbagai fasilitas pendukung…

Read More

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan dalam dunia arsitektur, berbagai pendekatan terus dikembangkan untuk menciptakan bangunan yang lebih responsif terhadap lingkungan. Namun bagi Antonius Richard, pendiri RAD+ar (Research Artistic Design + architecture), keberlanjutan tidak hanya berbicara mengenai teknologi atau efisiensi energi. Lebih dari itu, keberlanjutan adalah tentang bagaimana arsitektur mampu beradaptasi dengan iklim, memahami konteks, dan menghadirkan kualitas ruang yang lebih baik bagi penggunanya. Sejak mendirikan RAD+ar pada tahun 2017, Antonius Richard konsisten mengembangkan praktik desain yang berangkat dari penelitian dan eksperimen. Berbagai karya yang dihasilkan studionya menunjukkan upaya untuk menerjemahkan karakter iklim tropis Indonesia ke dalam solusi desain…

Read More

Dirancang oleh Toyo Ito & Associates sebagai aula utama Expo 2025 Osaka, Shining Hat Expo Hall tampil melalui bentuk yang sederhana namun mudah dikenali. Di atas massa bangunan yang relatif tenang, sebuah cakram emas berukuran besar membentang dan menjadi elemen yang paling dominan secara visual. Keputusan desain tersebut bukan sekadar upaya menciptakan ikon bagi Expo 2025. Menurut Toyo Ito, proyek ini berangkat dari gagasan hole in the sky. Gagasan tersebut diterjemahkan melalui kehadiran cakram emas sebagai elemen utama bangunan. Alih-alih mengandalkan bentuk yang kompleks, identitas Shining Hat dibangun melalui satu gestur arsitektural yang jelas dan mudah dikenali. Baca Juga :…

Read More

Ketika membicarakan arsitektur modern, perhatian sering kali tertuju pada bangunan, kota, atau nama-nama arsitek besar yang mengubah wajah lingkungan binaan. Namun di balik perkembangan tersebut, terdapat sosok yang turut mengubah cara manusia memahami ruang luar. Salah satunya adalah Mien Ruys. Arsitek lanskap asal Belanda ini dikenal karena pendekatannya yang sederhana, fungsional, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di saat taman masih sering dipandang sebagai elemen dekoratif yang terpisah dari aktivitas manusia, Ruys justru melihatnya sebagai bagian penting dari pengalaman berhuni. Melalui berbagai eksperimen desain yang ia lakukan sepanjang abad ke-20, Mien Ruys membantu membentuk dasar pemikiran arsitektur lanskap modern yang masih…

Read More

ARCH:ID tahun ini mengangkat tema “Skema Sintesa: Arsitektur Keterlibatan”, sebuah gagasan yang mengajak kita melihat arsitektur tidak hanya sebagai hasil akhir berupa bangunan atau ruang, tetapi sebagai proses yang mempertemukan berbagai perspektif, kebutuhan, dan tantangan dalam satu kesatuan yang utuh. Di tengah perubahan yang semakin cepat—mulai dari perkembangan teknologi, isu keberlanjutan, perubahan pola hidup, hingga kebutuhan pengguna yang semakin beragam—arsitektur dituntut untuk mampu merespons kompleksitas dengan cara yang lebih adaptif dan kolaboratif. Melalui tema tersebut, ARCH:ID menghadirkan refleksi yang relevan bagi praktik arsitektur saat ini: bahwa kualitas desain tidak lahir dari satu gagasan yang berdiri sendiri, melainkan dari kemampuan menyusun…

Read More

Di tengah kawasan bisnis utama Quito, Ekuador, hadir sebuah menara hunian yang tidak hanya menawarkan kepadatan urban modern, tetapi juga menghadirkan interpretasi arsitektural terhadap lanskap alam Andes. Qapital, karya Kengo Kuma & Associates (KKAA), berdiri setinggi 125,8 meter di seberang La Carolina Park dan menjadi salah satu proyek yang memperlihatkan bagaimana arsitektur tinggi dapat tetap memiliki kedekatan dengan konteks geografis maupun karakter alam sekitarnya. Dikenal melalui pendekatan desain yang sensitif terhadap material, tekstur, dan hubungan antara manusia dengan alam, Kengo Kuma kembali menerjemahkan filosofi tersebut ke dalam bentuk vertikal yang kontemporer. Alih-alih menghadirkan menara kaca konvensional, Qapital tampil dengan fasad…

Read More

Dong Gong dikenal sebagai arsitek yang menghadirkan pendekatan ruang yang tenang, atmosferik, dan dekat dengan pengalaman manusia. Melalui karya-karyanya bersama Vector Architects, ia membangun arsitektur yang tidak hanya berfokus pada bentuk bangunan, tetapi juga pada suasana yang dirasakan di dalam ruang. Di tengah arsitektur kontemporer yang semakin dipenuhi bentuk-bentuk ekspresif dan visual yang mencolok, pendekatan Dong Gong justru bergerak ke arah yang lebih sederhana dan membumi. Cahaya alami, material mentah, lanskap, dan hubungan ruang menjadi elemen penting dalam proses desainnya. Karena itu, banyak karya Dong Gong terasa hening, reflektif, dan tidak berusaha tampil berlebihan. Baca Juga : Odile Decq: Arsitektur…

Read More

Fjordenhus hadir sebagai bangunan yang mengaburkan batas antara arsitektur, seni, dan lanskap. Dirancang oleh Olafur Eliasson dan Sebastian Behmann bersama Studio Olafur Eliasson, proyek ini berdiri langsung di atas perairan fjord di Vejle, Denmark, dan menghadirkan pengalaman ruang yang terus berubah mengikuti cahaya, cuaca, dan refleksi air di sekitarnya. Alih-alih tampil sebagai objek yang terpisah dari lingkungan, Fjordenhus justru terasa seperti bagian dari lanskap itu sendiri. Massa bangunannya yang tersusun dari empat silinder saling bertaut menciptakan bentuk organik yang tampak terbentuk secara alami oleh pergerakan air dan waktu. Meski berfungsi sebagai kantor pusat perusahaan investasi Kirk Kapital, bangunan ini tidak…

Read More