Author: gravitarchi

Minggu lalu, tim Gravitarchi menghadiri undangan acara Halal Bi Halal sekaligus sosialisasi awal Jakal Design Week 2026. Pertemuan ini menjadi momentum awal yang mempertemukan berbagai komunitas kreatif, pelaku desain, serta mitra kolaborator. Acara tersebut berlangsung di Bima Square, Nglaban, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, para penggagas Jakal Design Week 2026 hadir untuk menyapa para undangan sekaligus memperkenalkan konsep awal penyelenggaraan yang direncanakan berlangsung pada akhir Agustus hingga awal September 2026. Baca Juga : Mencatat Ketangguhan Praktik Arsitektur lewat Meeting Marathon YYAF Resilient di Yogyakarta Perjalanan Kreatif di Koridor Jalan Kaliurang Jakal Design Week merupakan sebuah perjalanan…

Read More

Dalam arsitektur kontemporer, Bernard Tschumi dikenal sebagai sosok yang mengubah cara kita memahami ruang. Ia tidak melihat arsitektur sebagai bangunan yang statis, melainkan sebagai ruang yang hidup—dipenuhi aktivitas, pergerakan, dan pengalaman manusia. Di tengah arsitektur yang sering berfokus pada bentuk, Tschumi menawarkan pendekatan berbeda. Baginya, arsitektur tidak hanya tentang bentuk atau fungsi, tetapi tentang apa yang terjadi di dalam ruang tersebut. Aktivitas, pergerakan, dan interaksi manusia menjadi bagian penting dari desain. Pendekatan ini kemudian dikenal sebagai Architecture as Event, sebuah gagasan bahwa arsitektur menjadi bermakna ketika digunakan dan dialami. Dalam konteks ini, ruang tidak lagi menjadi objek yang diam, tetapi…

Read More

Di tengah arsitektur yang sering kali berfokus pada bentuk dan visual, Eko Prawoto menghadirkan pendekatan yang berbeda. Baginya, arsitektur bukan sekadar bangunan, melainkan proses memahami manusia, budaya, dan lingkungan. Pemikiran ini membuat karya-karyanya terasa sederhana, namun memiliki kedalaman makna. Arsitektur tidak tampil sebagai objek yang mencolok, tetapi hadir sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Baca Juga : Y.B. Mangunwijaya (Romo Mangun) dan Arsitektur Sosial di Indonesia Pengaruh Romo Mangun dalam Pemikiran Eko Prawoto Pemikiran Eko Prawoto tidak lepas dari pengaruh gurunya, Y.B. Mangunwijaya. Romo Mangun dikenal dengan pendekatan arsitektur yang humanis dan membumi. Pendekatan ini kemudian berkembang dalam karya-karya beliau dengan…

Read More

Terletak di Shanghai, Solar Trees Marketplace menghadirkan pendekatan baru terhadap tipologi ruang komersial. Dirancang oleh Koichi Takada Architects, proyek ini merupakan desain terpilih dalam pengembangan kawasan One Tian An Place yang dikembangkan oleh Tian An China. Setelah selesai dibangun, proyek ini kemudian memenangkan sejumlah penghargaan arsitektur internasional, menegaskan kualitas pendekatan desain yang menggabungkan arsitektur, lanskap, dan ruang publik dalam satu sistem yang terpadu. Alih-alih menghadirkan pusat komersial sebagai massa tertutup, Solar Trees Marketplace mengusulkan pengalaman ruang yang lebih terbuka dan menyatu dengan lanskap. Struktur bangunan dirancang menyerupai hutan buatan, menghadirkan ruang publik yang teduh sekaligus fleksibel. Baca Juga : Membaca…

Read More

Dalam arsitektur kontemporer, Bjarke Ingels hadir sebagai figur yang membawa pendekatan berbeda. Ia tidak menempatkan arsitektur sebagai eksperimen bentuk semata, melainkan sebagai alat untuk menegosiasikan berbagai kepentingan yang saling bertabrakan dalam kehidupan kota modern. Di tengah tuntutan keberlanjutan, ekonomi, teknologi, dan kualitas hidup, Ingels menawarkan pendekatan yang tidak memilih salah satu, tetapi mencoba menggabungkan semuanya. Sebagai pendiri Bjarke Ingels Group, ia memperkenalkan konsep Pragmatic Utopia—sebuah gagasan bahwa idealisme dalam arsitektur tidak harus utopis dan sulit diwujudkan. Sebaliknya, idealisme dapat dirancang secara realistis melalui kompromi, negosiasi, dan strategi desain yang adaptif. Pendekatan ini menempatkan arsitektur bukan sebagai solusi tunggal, tetapi sebagai…

Read More

Dibangun antara 1961–1964 di Tokyo, untuk 1964 Summer Olympics, Yoyogi National Gymnasium dirancang oleh Kenzo Tange sebagai arena olahraga bentang besar dengan kapasitas tinggi. Proyek ini tidak diperlakukan sekadar sebagai fasilitas kompetisi, tetapi sebagai eksperimen struktural yang mendorong batas teknologi konstruksi pada masanya. Alih-alih membentuk monumentalitas melalui massa beton yang masif, Tange menjadikan sistem struktur sebagai dasar organisasi ruang. Ekspresi arsitekturnya diturunkan langsung dari logika kerja struktur, bukan dari pendekatan formal atau simbolik, sehingga bentuk yang dihasilkan terasa ringan, efisien, dan rasional. Pendekatan ini menempatkan struktur sebagai generator utama desain, bukan elemen pendukung. Baca Juga : New Science and Technology…

Read More

Di tengah ketidakpastian praktik arsitektur hari ini—mulai dari perlambatan siklus properti, perubahan pola kerja, hingga dinamika sosial pascapandemi—arsitek dituntut untuk tidak sekadar bertahan. Ia perlu lentur, adaptif, sekaligus berani berevolusi. Dalam konteks inilah kata resilient menjadi semakin relevan. Jumat, 13 Februari 2026, Yogyakarta Young Architects (YYAF) kembali menyelenggarakan Meeting Marathon ke-14 bertajuk “Resilient” di Empire XXI Yogyakarta, Yogyakarta. Sejak sore hingga malam hari, forum ini menghadirkan ruang temu bagi arsitek muda, praktisi, dan pelaku profesi untuk berbagi pengalaman sekaligus membaca ulang arah arsitektur hari ini. Sebagai media partner, Gravitarchi mendokumentasikan rangkaian diskusi yang berkembang—sebuah percakapan kolektif tentang bagaimana desain, praktik,…

Read More

Sebagai media arsitektur, Gravitarchi meliput RASANRASAN: Expertise Talkshow — AI dan masa depan kreatif yang diselenggarakan oleh Gelora Inovasi Kreatif UGM bersama Galeri Bulaksumur dan Sedekat Imaji Rupa. Forum lintas disiplin ini mempertemukan akademisi, praktisi teknologi, dan pelaku seni untuk mendiskusikan peran AI dalam riset, desain, etika, praktik lapangan, hingga keadilan sosial. Kecerdasan buatan (AI) kini tak lagi sebatas wacana teknologi. Perlahan, ia menjadi bagian dari praktik kreatif sehari-hari. Teknologi ini hadir di studio desain, ruang kelas, hingga proses riset. Akibatnya, cara ide diuji, divisualisasikan, dan diproduksi pun berubah. Bagi arsitektur, perubahan tersebut terasa nyata. Pertanyaannya bukan lagi apakah AI…

Read More

New Science and Technology Museum of Henan Province berdiri di Zhengzhou, Cina, sebagai salah satu kompleks museum sains terbesar di kawasan tersebut. Dirancang oleh TJAD Atelier L+, bangunan ini tidak sekadar menghadirkan ruang pamer edukatif berskala besar, tetapi mencoba merumuskan kembali bagaimana arsitektur publik bekerja sebagai sistem—mengatur pergerakan, merespons iklim, sekaligus membentuk ruang kolektif kota. Alih-alih tampil sebagai objek monumental yang terpisah dari sekitarnya, museum ini diperlakukan sebagai bagian dari lanskap. Bentuknya melebar, bercabang, dan berlapis, seolah menyatu dengan aliran angin serta topografi tapak. Pendekatan tersebut menunjukkan sikap yang lebih infrastruktural daripada ikonik. Baca Juga : Suzhou Museum of Contemporary…

Read More

Y.B. Mangunwijaya, atau yang dikenal sebagai Romo Mangun, menempati posisi unik dalam arsitektur Indonesia. Pendekatan Romo Mangun terhadap arsitektur sosial lahir dari latar belakangnya sebagai rohaniwan, pendidik, penulis, sekaligus arsitek. Kombinasi peran tersebut membentuk pendekatan yang berbeda terhadap praktik desain. Bagi Romo Mangun, arsitektur tidak berhenti pada bentuk atau estetika, melainkan berkaitan langsung dengan martabat dan kualitas hidup manusia. Alih-alih merancang bangunan monumental, ia lebih banyak terlibat dalam proyek-proyek yang menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari. Karyanya menunjukkan bahwa arsitektur dapat hadir secara sederhana, kontekstual, dan berdampak sosial. Baca Juga : Han Awal, Arsitek Legendaris Berpengaruh di Indonesia Latar Belakang dan Pembentukan…

Read More