YOGYAKARTA — Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan pembangunan perkotaan, industri arsitektur dan konstruksi dihadapkan pada kebutuhan yang semakin mendesak akan ruang dialog, pertukaran pengetahuan, serta kolaborasi lintas sektor. Menjawab kebutuhan tersebut, Mantra Expo 2025 hadir sebagai forum profesional yang mempertemukan praktik arsitektur, inovasi material, dan teknologi konstruksi dalam satu agenda terkurasi.
Diselenggarakan oleh Qhomemart, Mantra 2025 digelar pada 11 Desember 2025 di The Kasultanan Ballroom, Royal Ambarrukmo Hotel Yogyakarta. Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 22.00 WIB ini menggabungkan pameran material bangunan berskala besar, forum dan seminar arsitektur, pameran karya arsitek berlisensi, serta showcase teknologi dan produk interior terkini.
Lebih dari sekadar pameran, Mantra 2025 dirancang sebagai platform pertemuan ekosistem industri, menghadirkan arsitek, desainer interior, kontraktor, pengembang, produsen material, mahasiswa, hingga pemerhati arsitektur dalam satu ruang diskusi dan jejaring profesional.
Baca Juga : Guggenheim Museum Bilbao : Ikon Arsitektur Kontemporer yang Mengubah Kota Bilbao
Kolaborasi Pemerintah dan Industri
Kehadiran Pemerintah Kota Yogyakarta dalam Mantra 2025 menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan pembangunan kota. Di tengah keterbatasan anggaran infrastruktur dan kebutuhan sinkronisasi kebijakan antarwilayah, keterlibatan dunia usaha dan para profesional desain dipandang sebagai elemen strategis dalam menjaga laju pembangunan.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini menuntut pendekatan kolaboratif agar pembangunan kota tetap berjalan.
“Anggarannya hampir seperti kondisi saat Covid-19, pemotongannya sangat tinggi. Karena itu, peran swasta menjadi sangat penting agar pembangunan di Jogja tetap berjalan,” ujarnya.
Selain tantangan ekonomi, ia menekankan pentingnya keselarasan pembangunan dengan regulasi tata ruang dan karakter Yogyakarta sebagai kota budaya, khususnya kawasan Sumbu Filosofi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.
“Kriteria bangunan di Kota Jogja itu ada ketentuannya. Kita harus menjaga kawasan sumbu filosofi, dan perlu pendampingan dari IAI dan REI,” ungkapnya.
Isu penataan ruang kota, termasuk revitalisasi kawasan sungai, turut mengemuka sebagai bagian dari upaya membangun kota yang berkelanjutan dan berakar pada konteks lokal.

Forum dan Seminar Arsitektur
Salah satu agenda utama Mantra 2025 adalah forum dan seminar arsitektur, yang menghadirkan pembicara dengan latar belakang praktik dan pendekatan yang beragam. Materi diskusi mencakup integrasi desain dan material, inovasi teknologi konstruksi, arsitektur kontekstual, hingga pengaruh media digital dalam membentuk estetika ruang.
Empat pembicara yang hadir antara lain:
- Ar. Vanni Yuana, IAI
Arsitek & Founder Vanni Yuana Architects — Desain Komersial 4.0: Integrasi Ruang, Material & Pengalaman - Ar. Yuli Kristanto, IAI
Principal ConArch Studio — Inovasi Material dan Teknologi: Kunci Daya Saing Industri Konstruksi - Ar. A. Isrefidianto, S.T., M.A., IAI
Founder & Principal AI-CTLA Studio — Arsitektur Kontekstual: Dari Jogja untuk Dunia - Ar. Bondan Prihastomo, S.T., M.Sc., IAI
Founder & Principal Rancang Reka Ruang Studio & Arsigriya Studio — Bincang Arsitektural: Desain, Kamera, dan Algoritma Tren
Rangkaian diskusi ini dirancang untuk memberikan referensi praktis, insight strategis, serta pembaruan pengetahuan industri bagi para praktisi arsitektur dan konstruksi.



Pameran Karya Arsitek Berlisensi
Selain forum diskusi, Mantra 2025 menghadirkan Pameran Karya Arsitek Berlisensi dengan dukungan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) sebagai supporting partner. Pameran ini menampilkan karya-karya arsitek profesional dengan penekanan pada gagasan, proses berpikir, dan pendekatan desain, sehingga pengunjung dapat melihat arsitektur sebagai proses yang kontekstual dan berlapis.


Showcase Inovasi Material dan Teknologi
Sebagai bagian penting dari agenda Mantra 2025, showcase inovasi material dan teknologi menghadirkan berbagai solusi konstruksi dan produk interior yang merepresentasikan perkembangan terkini industri.
Kurasi pameran difokuskan pada eksplorasi material, sistem konstruksi, dan teknologi pendukung desain yang relevan dengan kebutuhan praktik arsitektur masa kini, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara perancang dan pelaku industri.
Baca Juga : Modern Serenity : Eksplorasi Desain Rumah Dua Lantai Modern Kontemporer di Cilacap


Diselenggarakan di tengah tantangan ekonomi, Mantra 2025 menunjukkan optimisme industri arsitektur dan konstruksi dalam merespons perubahan. Dengan mempertemukan pemerintah, profesional, dan pelaku industri dalam satu forum, Mantra 2025 menegaskan perannya sebagai ruang temu ide dan kolaborasi—yang mendorong pembangunan kota secara adaptif, kontekstual, dan berkelanjutan.

