Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Istana Bogor, Perpaduan Gaya Arsitektur Eropa dengan Unsur Tropis
Info

Istana Bogor, Perpaduan Gaya Arsitektur Eropa dengan Unsur Tropis

gravitarchiBy gravitarchiAugust 13, 2024No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
istana bogor indonesia
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Istana Kepresidenan Bogor atau lebih dikenal dengan Istana Bogor berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda No.1, Kelurahan Paledang, Kecamatan Kota Bogor Tengah, Kota Bogor. Bangunan ini berjarak sekitar 60 kilometer dari Jakarta atau 43 kilometer dari Cipanas.

Melansir Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, istana ini di bagun di atas lahan datar dengan luas sekitar 28,86 hektar dengan ketinggian 290 meter di atas permukaan laut. Meski berada di pusat kota, namun udara di sekitarnya sejuk karena wilayah ini termasuk dalam kota yang beriklim sedang. Seperti yang kita tahu, Bogor memang terkenal dengan sebutan “kota hujan”.

Baca juga: Gedung Sate: Gedung Pemerintahan Jawa Barat dengan Arsitektur yang Menawan

Sejarah Singkat Istana Bogor

sejarah istana bogor

Pada tanggal 10 Agustus 1744, orang-orang Belanda melakukan pencarian lokasi pesanggrahan atau tempat peristirahatan yang memiliki kondisi udara lebih sejuk dari Batavia (kini Jakarta). Selain mereka, Gubernur Jenderal Belanda yang bernama G.W. Baron van Imhoff juga melakukan pencarian dan berhasil menemukan tempat yang dianggap strategis. Tempat tersebut adalah Kampong Baroe.

Di tahun berikutnya, ia mendesain sendiri bangunan pesanggrahan yang terinspirasi dari arsitektur Blenheim palace, kediaman Duke of Malborough yang berada di dekat kota Oxford, Inggris. Bangunan ini dinamakan Buitenzorg yang memiliki arti “bebas masalah atau kesulitan”. Nah, wilayah Buitenzorg saat ini dikenal sebagai Kota Bogor.

Setelah masa jabatannya berakhir pada tahun 1750 dan masa kepemimpinannya digantikan oleh Gubernur Jenderal Jacob Mossel (1750-1761), bangunan tersebut belum juga selesai. Istana Bogor sempat juga rusak berat pada masa pemberontakan perang Banten yang dipimpin oleh Kiai Tapa dan Ratu Bagus Buang pada tahun 1750-1754.

Baca juga: Desain Kos Industrial Minimalis 3 Lantai dengan Fasad yang Unik

Istana sempat diperluas dan diperlebar pada masa kekuasaan Gubernur Jenderal Williem Daendels (1808-1811). Bangunan tersebut terus diperluas hingga masa kekuasaan berganti. Bahkan terdapat penambahan gedung induk dan lahan di sekeliling istana yang dijadikan sebagai Kebun Raya. Nah, peresmian gedung ini dilakukan pada tanggal 18 Mei 1817.

Kebun Raya Bogor

Kebun Raya didirikan oleh Direktur Urusan Pertanian, Kerajinan, dan Ilmu-Ilmu Hindia Belanda yang bernama C.G.C. Reinwardt. Sayangnya, pada tanggal 10 Oktober 1834 terjadi gempa bumi sehingga gedung rusak berat.

Meski demikian, berbagai upaya perbaikan terus dilakukan. Mereka merubuhkan bangunan lama dan membangun kembali bangunan baru satu lantai yang mengadopsi gaya arsitektur Eropa Abad IX. Pembangunan istana rampung pada masa kekuasaan Gubernur Jenderal Charles Ferdinand Pahud de Montager (1856-1861).

Saat Indonesia menyatakan merdeka dan Jepang jatuh di tangan tentara Sekutu, sekitar 200 pemuda Indonesia yang tergabung dalam Barisan Keamanan Rakyat (BKR) mengibarkan bendera Merah Putih di Istana Buitenzorg yang saat ini menjadi Istana Kepresidenan Bogor. Kejadian tersebut terjadi pada akhir tahun 1949. Setelah itu, fungsi istana ini beralih menjadi kantor urusan kepresidenan dan kediaman Presiden Republik Indonesia.

Baca juga: Barbershop Industrial Modern Khas Padang di Sleman

Arsitektur Istana Bogor

istana bogor

Arsitektur Istana Bogor cukup unik, karena memadukan gaya arsitektur Eropa klasik dengan unsur tropis. Bangunan ini memiliki struktur megah yang menampilkan keindahan dan kemewahan bangunan khas Eropa. Istana ini sangat memperhatikan kondisi lingkungan, fungsi, dan estetika bangunan.

Mengikuti pola arsitektur istana Eropa, bangunan ini memiliki bangunan utama di tengah yang dilengkapi oleh sayap-sayap di kedua sisi sampingnya. Hal tersebut menghadirkan ruang terbuka yang lapang di sekitar bangunan utama. Bangunan ini dirancang dengan prinsip simetri. Bagian depan dan belakang istana memiliki letak visual yang seimbang, sehingga menciptakan kesan harmoni dan keseimbangan dalam desain.

Pada bagian luar, fasad dan ornamen istana juga memiliki visual unik, rumit, dan mencolok. Dinding batu bata merah terlihat kokoh, serta jendela besar dengan ksi-kisi besi menghadirkan sentuhan elegan sekaligus akses pencahayaan alami dan sirkulasi udara ke dalam ruangan. Ukiran kayu jati yang rumit, pilar-pilar dengan relief, serta langit-langit yang dihiasi dengan stuk sangat ampuh menghadirkan kesan mewah dan klasik yang menawan dan mendalam.

Baca juga: Gereja Katedral Jakarta, Bangunan Bersejarah Bergaya Neo Gotik

Berkaca dari pengalaman kerusakan bangunan sebelumnya, penggunaan material berkualitas tinggi dipilih untuk menjamin kekuatan bangunan. Material utama yang digunakan di antaranya, batu alam, bata merah, dan kayu jati yang diterapkan pada jendela, pintu, hingga lantai. Hampir seluruh struktur bangunan ditopang oleh rangka kayu jati yang kokoh dan memiliki daya tahan terhadap serangga dan cuaca tropis yang lembap.

Menyelami bagian dalam Istana Bogor, terdapat ruang publik, ruang pribadi, dan ruang layanan untuk memenuhi kebutuhan penghuni dan tamu kepresidenan yang berkunjung. Supaya arsitektur bersejarah ini tetap terawat dan lestari, istana memerlukan maintenance yang dilakukan secara rutin, seperti pemeliharaan bangunan, perbaikan material, hingga restorasi ornamen yang rusak. 

arsitektur istana bogor bangunan bersejarah di Indonesia istana bogor istana kepresidenan bogor kebun raya bogor pembangunan istana bogor sejarah istana bogor
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Z8 Tower : Apakah Gedung Perkantoran Masih Relevan sebagai Bangunan Monofungsi?

August 12, 2026

One River North : Ketika Sebuah Apartemen Menjadi Lanskap Vertikal di Tengah Kota Denver

July 13, 2026

Peace · Visa for Life Theme Museum: Narasi Sejarah dalam Bentuk Arsitektur

June 24, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Z8 Tower : Apakah Gedung Perkantoran Masih Relevan sebagai Bangunan Monofungsi?

August 12, 2026

Judy Pranata : Arsitek yang Turut Menghidupkan Ekosistem Arsitektur

August 5, 2026

MANTRA Expo #2 by QHOMEMART Sukses Hadirkan Kolaborasi Arsitektur, Industri, dan Komunitas di Yogyakarta

July 27, 2026

MANTRA Expo #2 by Qhomemart Siap Digelar di GIK UGM, Hadirkan Kolaborasi Arsitektur, Industri, dan Komunitas

July 21, 2026

Ary Indra dan Arsitektur yang Tumbuh dari Pengalaman

July 16, 2026

One River North : Ketika Sebuah Apartemen Menjadi Lanskap Vertikal di Tengah Kota Denver

July 13, 2026

Peace · Visa for Life Theme Museum: Narasi Sejarah dalam Bentuk Arsitektur

June 24, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.