Rabat, Maroko – Pada 4 September 2025, Maroko resmi memperkenalkan wajah baru stadion nasionalnya melalui peresmian Prince Moulay Abdellah Stadium oleh Putra Mahkota Moulay El Hassan.
Stadion megah berkapasitas 68.700 penonton ini dirancang oleh firma arsitektur internasional Populous dan dibangun di bawah arahan National Agency for Public Facilities of Morocco.
Dengan fasilitas modern yang memenuhi standar FIFA, stadion ini siap menjadi tuan rumah pertandingan besar, termasuk Piala Dunia FIFA 2030, dan menjadi pusat kegiatan olahraga internasional di Afrika Utara.
Transformasi Besar dalam 24 Bulan


Proyek pembangunan ulang stadion nasional Maroko ini menggantikan bangunan lama yang berdiri sejak 1983. Dalam waktu hanya 24 bulan, proyek ambisius ini rampung berkat kolaborasi antara Populous dan perusahaan konstruksi lokal SGTM. Populous mengoordinasikan beberapa kantor internasional agar desain modern dapat berintegrasi dengan proses konstruksi lokal.
Hasilnya, stadion ini dilengkapi fasilitas siaran digital canggih, area hospitality premium, serta atap 360° yang melindungi penonton dari cuaca ekstrem sekaligus meningkatkan kualitas akustik di dalam stadion.
Baca Juga : Arsitektur dan Interior Masjid Al Aqsa
Atmosfer yang Memikat dan Dekat dengan Suporter

Konsep desain Prince Moulay Abdellah Stadium menekankan kedekatan antara pemain dan penonton. Tribun dibangun sedekat mungkin dengan lapangan, menghadirkan koneksi emosional yang kuat antara tim dan suporter. Di sisi selatan, terdapat tribun dua tingkat dengan kapasitas 23.000 penonton, menjadikannya salah satu sektor suporter terbesar di Afrika dan Eropa. Struktur tingkat atas menggunakan kantilever sepanjang delapan meter, menciptakan pengalaman menonton yang lebih intens.
Sisi barat stadion dilengkapi Royal Box untuk keluarga kerajaan serta area VVIP dan VIP, sedangkan sisi timur menampilkan lounge dan skybox eksklusif. Skybox di level dua membentuk cincin berbentuk huruf U yang memberikan pandangan langsung ke lapangan dan memperkuat atmosfer pertandingan.
Integrasi Ruang Publik dan Akses Transportasi

Selain stadionnya, proyek ini juga menghadirkan ruang publik baru yang terintegrasi dengan sistem transportasi kota. Sebuah stasiun kereta modern dibangun untuk memudahkan akses ke stadion dan menghubungkannya dengan distrik Hay Riad serta Akkari. Dengan infrastruktur ini, Prince Moulay Abdellah Stadium bukan hanya tempat pertandingan, tetapi juga bagian dari ekosistem kota Rabat yang berkelanjutan.
Fasade Parametrik Bernuansa Maroko

Ciri khas utama stadion nasional Maroko ini terletak pada fasade parametrik yang menampilkan identitas budaya lokal. Desainnya terinspirasi dari anyaman daun palem di boulevard Rabat dan motif tradisional sulaman Fez.
Fasade emas ini terdiri atas 19.200 segitiga aluminium unik dengan luas total 100.000 m². Dilengkapi 70 km strip LED, fasade ini menciptakan efek visual dramatis saat matahari terbenam — seolah membuka diri ke arah Samudra Atlantik.
Dari kejauhan, stadion tampak berkilauan di tengah sabuk hijau selatan Rabat, menegaskan identitasnya sebagai ikon arsitektur kontemporer yang berpadu dengan lanskap alam.
Agenda Besar Internasional

Prince Moulay Abdellah Stadium akan menjadi tuan rumah pembukaan, semifinal, dan final Piala Afrika 2025 pada Desember mendatang. Selanjutnya, stadion ini juga akan digunakan untuk FIFA U-17 Women’s World Cup 2025, serta menjadi salah satu venue utama saat Maroko, Spanyol, dan Portugal menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2030. Dengan fasilitas bertaraf dunia, stadion ini siap menjadi panggung bagi ajang olahraga internasional sekaligus destinasi arsitektur unggulan Maroko.
Bagian dari Visi Besar Populous
Firma Populous dikenal sebagai spesialis arsitektur stadion dunia. Selain proyek di Rabat, Populous juga sedang menggarap Grand Stade Hassan II di Benslimane bersama Oualalou + Choi.
Stadion berkapasitas 115.000 penonton itu akan menjadi stadion sepak bola terbesar di dunia, dan diproyeksikan sebagai lokasi pembukaan atau final Piala Dunia 2030.
Tak berhenti di sana, Populous juga mengerjakan pembaruan masterplan Estádio da Luz di Lisbon, Shah Alam Sports Complex di Selangor, Malaysia, dan stadion berkapasitas 18.500 penonton di Bosco dello Sport, Venesia, yang dirancang untuk sepak bola, rugby, dan konser berskala besar.
Baca Juga : Biofilik dan Smart Home dalam Menyokong Keberlanjutan di Indonesia
Simbol Arsitektur Modern Maroko
Lebih dari sekadar arena olahraga, Prince Moulay Abdellah Stadium merupakan simbol transformasi arsitektur modern Maroko. Stadion ini memadukan identitas lokal, teknologi mutakhir, dan visi global — menjadikannya mercusuar baru bagi dunia olahraga internasional.
(Sumber : Archdaily.com)


1 Comment
Pingback: JANA Guest House – Skandinavian Japandi oleh Jasa Arsitek Jogja