Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home ยป Masjid Sunan Ampel: Sejarah dan Ekspresi Arsitektur yang Sakral
Info

Masjid Sunan Ampel: Sejarah dan Ekspresi Arsitektur yang Sakral

gravitarchiBy gravitarchiAugust 22, 2024No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
masjid sunan ampel
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Masjid Sunan Ampel dibangun oleh salah satu Wali Songo saat menyebarkan agama islam di tanah Jawa. Masjid ini berlokasi di Jalan Masjid Ampel No.53, Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Sejak tahun 1972, masjid ini telah ditetapkan oleh Pemkot Surabaya sebagai tempat wisata religi.

Masjid ini dianggap sebagai titik awal penyebaran islam di Jawa seiring berdirinya Kesultanan Demak. Gaya arsitektur masjid menggabungkan style jawa kuno dengan nuansa Arab islami. Selain itu, masjid ini juga masih dipengaruhi oleh akulturasi budaya lokal Hindu-Buddha.

Baca juga: Masjid Baiturrahman, Berdiri Kokoh Saat Tsunami Aceh Menerjang

Sejarah Masjid Sunan Ampel

sejarah masjid sunan ampel

Masjid Sunan Ampel dibangun pada tahun 1421 oleh Raden Muhammad Ali atau Raden Rahmat yang lebih dikenal sebagai Sunan Ampel. Pembangunan masjid dibantu oleh dua sahabatnya bernama Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji beserta para santrinya.

Masjid ini mengalami beberapa kali perluasan hingga mencapai luas sekitar 4.000 meter persegi. Sunan Ampel menghabiskan masa hidupnya di wilayah Ampel hingga akhirnya wafat pada tahun 1481. Makamnya berada di sebelah kanan depan masjid.

Baca juga: Menyatukan Keindahan Tradisional dan Modern dalam Desain Masjid YTCS

Ekspresi Sakral Arsitektur Masjid Sunan Ampel

makam sunan ampel

Mengusung gaya arsitektur jawa kuno, Arab (islam), dan Hindu-Buddha, material utama yang digunakan adalah kayu jati. Meski sempat terkena imbas saat peperangan, namun masjid ini tidak mengalami kerusakan dan tetap berdiri kokoh.

Teori ekspresi sakral arsitektur memiliki kaitan dengan elemen visual dan non visual atau suasana ruangan dalam bangunan yang dianggap suci atau keramat. Ekspresi sakral visual terlihat pada elemen bangunan seperti mihrab, zulla atau makmum, mimbar, pintu, gapura, kolom, beranda, kubah, atap, area wudhu, dan adzan.

Sementara untuk ekspresi sakral non visual tampak pada bukaan elemen bangunan, aksen dan ornamen elemen bangunan, zona makro, mezo, dan mikro pada tapak, serta sakralitas makam.

Baca juga: Interior Rumah Modern Organic Dominasi Warna Earth Tone

Struktur Bangunan Masjid

Bangunan masjid memiliki 16 tiang kayu jati yang masing-masing panjangnya 17 meter. Uniknya, tiang ini dibuat tanpa sambungan dengan diameter 60 cm. Atap masjid mengandung unsur jawa kuno, karena memiliki atap tajug berbentuk limas bujur sangkar, yaitu piramida susun tiga. Atap tipe seperti ini dipercaya melambangkan gunung sebagai tempat suci.

Masjid ini memiliki 48 pintu dengan bentuk melengkung dilengkapi ornamen khas Arab. Ketinggian pintu sekitar 2 meter dan lebar 2,5 meter. Masjid Sunan Ampel juga memiliki lima gapura paduraksa yang mengisyaratkan urutan rukun islam, yaitu

  1. Gapura panyeksen (syahadat)
  2. Gapura madep (sholat)
  3. Gapura ngamal (zakat)
  4. Gapura poso (puasa)
  5. Gapura munggah (haji)

Baca juga: Arsitektur Gedung Perpustakaan Nasional, Multifungsi dan Modern

Karena mendapat pengaruh Hindu-Buddha, sehingga beberapa ornamen masjid mirip style Hindu-Buddha. Sebagai tempat ibadah sekaligus wisata religi umat islam, pengunjung bisa melakukan zikir dan ziarah ke makan Sunan Ampel, menyusuri lorong panjang Kampung Arab dan toko pernak-pernik, serta menikmati kuliner khas Timur Tengah.

arsitektur masjid sunan ampel ekspresi sakral masjid sunan ampel makam sunan ampel makam wali songo masjid sunan ampel sejarah masjid sunan ampel wali songo wisata religi wisata religi jawa timur ziarah wali songo
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Fjordenhus : Eksplorasi Ruang dan Lanskap Air di Denmark

May 20, 2026

Renmin Canal Water Conservancy Culture Zhongjiang Memorial Hall : Dialog antara Lanskap dan Ruang Pamer

May 12, 2026

Fuyang Yinhu Sports Center : Infrastruktur Olahraga dengan Pendekatan Low-Tech yang Terukur

May 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Dong Gong dan Pendekatan Ruang yang Tenang

May 21, 2026

Fjordenhus : Eksplorasi Ruang dan Lanskap Air di Denmark

May 20, 2026

Inside Milan Design Week 2026 : Ketika Desain, Arsitektur, dan Spatial Experience Bertemu

May 13, 2026

Renmin Canal Water Conservancy Culture Zhongjiang Memorial Hall : Dialog antara Lanskap dan Ruang Pamer

May 12, 2026

Odile Decq: Arsitektur Gelap, Eksperimental, dan Sarat Kontras

May 8, 2026

Fuyang Yinhu Sports Center : Infrastruktur Olahraga dengan Pendekatan Low-Tech yang Terukur

May 5, 2026

Kenapa Thomas Heatherwick Selalu Diperdebatkan?

April 27, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.