Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan dalam dunia arsitektur, berbagai pendekatan terus dikembangkan untuk menciptakan bangunan yang lebih responsif terhadap lingkungan. Namun bagi Antonius Richard, pendiri RAD+ar (Research Artistic Design + architecture), keberlanjutan tidak hanya berbicara mengenai teknologi atau efisiensi energi. Lebih dari itu, keberlanjutan adalah tentang bagaimana arsitektur mampu beradaptasi dengan iklim, memahami konteks, dan menghadirkan kualitas ruang yang lebih baik bagi penggunanya. Sejak mendirikan RAD+ar pada tahun 2017, Antonius Richard konsisten mengembangkan praktik desain yang berangkat dari penelitian dan eksperimen. Berbagai karya yang dihasilkan studionya menunjukkan upaya untuk menerjemahkan karakter iklim tropis Indonesia ke dalam solusi desain…
Author: gravitarchi
Dirancang oleh Toyo Ito & Associates sebagai aula utama Expo 2025 Osaka, Shining Hat Expo Hall tampil melalui bentuk yang sederhana namun mudah dikenali. Di atas massa bangunan yang relatif tenang, sebuah cakram emas berukuran besar membentang dan menjadi elemen yang paling dominan secara visual. Keputusan desain tersebut bukan sekadar upaya menciptakan ikon bagi Expo 2025. Menurut Toyo Ito, proyek ini berangkat dari gagasan hole in the sky. Gagasan tersebut diterjemahkan melalui kehadiran cakram emas sebagai elemen utama bangunan. Alih-alih mengandalkan bentuk yang kompleks, identitas Shining Hat dibangun melalui satu gestur arsitektural yang jelas dan mudah dikenali. Baca Juga :…
Ketika membicarakan arsitektur modern, perhatian sering kali tertuju pada bangunan, kota, atau nama-nama arsitek besar yang mengubah wajah lingkungan binaan. Namun di balik perkembangan tersebut, terdapat sosok yang turut mengubah cara manusia memahami ruang luar. Salah satunya adalah Mien Ruys. Arsitek lanskap asal Belanda ini dikenal karena pendekatannya yang sederhana, fungsional, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di saat taman masih sering dipandang sebagai elemen dekoratif yang terpisah dari aktivitas manusia, Ruys justru melihatnya sebagai bagian penting dari pengalaman berhuni. Melalui berbagai eksperimen desain yang ia lakukan sepanjang abad ke-20, Mien Ruys membantu membentuk dasar pemikiran arsitektur lanskap modern yang masih…
ARCH:ID tahun ini mengangkat tema “Skema Sintesa: Arsitektur Keterlibatan”, sebuah gagasan yang mengajak kita melihat arsitektur tidak hanya sebagai hasil akhir berupa bangunan atau ruang, tetapi sebagai proses yang mempertemukan berbagai perspektif, kebutuhan, dan tantangan dalam satu kesatuan yang utuh. Di tengah perubahan yang semakin cepat—mulai dari perkembangan teknologi, isu keberlanjutan, perubahan pola hidup, hingga kebutuhan pengguna yang semakin beragam—arsitektur dituntut untuk mampu merespons kompleksitas dengan cara yang lebih adaptif dan kolaboratif. Melalui tema tersebut, ARCH:ID menghadirkan refleksi yang relevan bagi praktik arsitektur saat ini: bahwa kualitas desain tidak lahir dari satu gagasan yang berdiri sendiri, melainkan dari kemampuan menyusun…
Di tengah kawasan bisnis utama Quito, Ekuador, hadir sebuah menara hunian yang tidak hanya menawarkan kepadatan urban modern, tetapi juga menghadirkan interpretasi arsitektural terhadap lanskap alam Andes. Qapital, karya Kengo Kuma & Associates (KKAA), berdiri setinggi 125,8 meter di seberang La Carolina Park dan menjadi salah satu proyek yang memperlihatkan bagaimana arsitektur tinggi dapat tetap memiliki kedekatan dengan konteks geografis maupun karakter alam sekitarnya. Dikenal melalui pendekatan desain yang sensitif terhadap material, tekstur, dan hubungan antara manusia dengan alam, Kengo Kuma kembali menerjemahkan filosofi tersebut ke dalam bentuk vertikal yang kontemporer. Alih-alih menghadirkan menara kaca konvensional, Qapital tampil dengan fasad…
Dong Gong dikenal sebagai arsitek yang menghadirkan pendekatan ruang yang tenang, atmosferik, dan dekat dengan pengalaman manusia. Melalui karya-karyanya bersama Vector Architects, ia membangun arsitektur yang tidak hanya berfokus pada bentuk bangunan, tetapi juga pada suasana yang dirasakan di dalam ruang. Di tengah arsitektur kontemporer yang semakin dipenuhi bentuk-bentuk ekspresif dan visual yang mencolok, pendekatan Dong Gong justru bergerak ke arah yang lebih sederhana dan membumi. Cahaya alami, material mentah, lanskap, dan hubungan ruang menjadi elemen penting dalam proses desainnya. Karena itu, banyak karya Dong Gong terasa hening, reflektif, dan tidak berusaha tampil berlebihan. Baca Juga : Odile Decq: Arsitektur…
Fjordenhus hadir sebagai bangunan yang mengaburkan batas antara arsitektur, seni, dan lanskap. Dirancang oleh Olafur Eliasson dan Sebastian Behmann bersama Studio Olafur Eliasson, proyek ini berdiri langsung di atas perairan fjord di Vejle, Denmark, dan menghadirkan pengalaman ruang yang terus berubah mengikuti cahaya, cuaca, dan refleksi air di sekitarnya. Alih-alih tampil sebagai objek yang terpisah dari lingkungan, Fjordenhus justru terasa seperti bagian dari lanskap itu sendiri. Massa bangunannya yang tersusun dari empat silinder saling bertaut menciptakan bentuk organik yang tampak terbentuk secara alami oleh pergerakan air dan waktu. Meski berfungsi sebagai kantor pusat perusahaan investasi Kirk Kapital, bangunan ini tidak…
Milan Design Week 2026 resmi berlangsung pada 20–26 April 2026. Seperti tahun-tahun sebelumnya, event ini kembali mengubah kota Milan menjadi salah satu pusat desain dan arsitektur paling berpengaruh di dunia. Event tahunan ini menghadirkan berbagai exhibition, installation, dan immersive spatial experience. Selain itu, banyak arsitek, desainer, fashion house, hingga brand global turut berpartisipasi dalam berbagai program yang tersebar di seluruh kota. Lebih dari sekadar pameran furnitur atau produk desain, Milan Design Week telah berkembang menjadi platform global untuk memperlihatkan hubungan antara arsitektur, teknologi, seni, dan lifestyle. Tahun ini, pendekatan desain yang muncul terasa semakin fokus pada pengalaman emosional, eksplorasi material,…
Renmin Canal Water Conservancy Culture Zhongjiang Memorial Hall hadir sebagai bangunan budaya yang dirancang dengan pendekatan kontekstual terhadap lanskap. Alih-alih membentuk massa yang kontras dengan lingkungan sekitar, bangunan ini justru mengikuti pergerakan alami kontur lahan dan menciptakan hubungan yang lebih cair antara arsitektur, taman, dan pengalaman ruang. Karakter desainnya menampilkan pendekatan yang tenang namun kuat. Setiap elemen dirancang untuk memperkuat koneksi visual dengan lanskap sekaligus menghadirkan pengalaman ruang yang bertahap dan imersif bagi pengunjung. Baca Juga : Fuyang Yinhu Sports Center : Infrastruktur Olahraga dengan Pendekatan Low-Tech yang Terukur Bangunan yang Bergerak Mengikuti Kontur Salah satu kualitas paling menarik dari…
Di tangan Odile Decq, ruang tidak pernah benar-benar diam. Selalu ada distorsi, ketegangan, dan ritme visual yang dikomposisikan secara sadar. Ruang-ruangnya terasa gelap, intens, dan sedikit tidak stabil. Koridor-koridor panjang, struktur baja ekspos, permainan cahaya merah dan hitam, hingga sirkulasi yang seperti bertabrakan menjadi bahasa desain yang terus muncul dalam karya-karyanya. Ia tidak pernah benar-benar tertarik pada arsitektur yang terlalu rapi. Ia lebih dekat pada gagasan bahwa ruang harus mampu memancing emosi, menciptakan atmosfer, bahkan mengganggu cara orang bergerak dan merasakan bangunan. Di tengah arsitektur kontemporer yang semakin homogen dan aman secara visual, pendekatan tersebut terasa seperti bentuk perlawanan terhadap…
