Sebagai media arsitektur, Gravitarchi meliput RASANRASAN: Expertise Talkshow — AI dan masa depan kreatif yang diselenggarakan oleh Gelora Inovasi Kreatif UGM bersama Galeri Bulaksumur dan Sedekat Imaji Rupa. Forum lintas disiplin ini mempertemukan akademisi, praktisi teknologi, dan pelaku seni untuk mendiskusikan peran AI dalam riset, desain, etika, praktik lapangan, hingga keadilan sosial. Kecerdasan buatan (AI) kini tak lagi sebatas wacana teknologi. Perlahan, ia menjadi bagian dari praktik kreatif sehari-hari. Teknologi ini hadir di studio desain, ruang kelas, hingga proses riset. Akibatnya, cara ide diuji, divisualisasikan, dan diproduksi pun berubah. Bagi arsitektur, perubahan tersebut terasa nyata. Pertanyaannya bukan lagi apakah AI…
Author: gravitarchi
New Science and Technology Museum of Henan Province berdiri di Zhengzhou, Cina, sebagai salah satu kompleks museum sains terbesar di kawasan tersebut. Dirancang oleh TJAD Atelier L+, bangunan ini tidak sekadar menghadirkan ruang pamer edukatif berskala besar, tetapi mencoba merumuskan kembali bagaimana arsitektur publik bekerja sebagai sistem—mengatur pergerakan, merespons iklim, sekaligus membentuk ruang kolektif kota. Alih-alih tampil sebagai objek monumental yang terpisah dari sekitarnya, museum ini diperlakukan sebagai bagian dari lanskap. Bentuknya melebar, bercabang, dan berlapis, seolah menyatu dengan aliran angin serta topografi tapak. Pendekatan tersebut menunjukkan sikap yang lebih infrastruktural daripada ikonik. Baca Juga : Suzhou Museum of Contemporary…
Y.B. Mangunwijaya, atau yang dikenal sebagai Romo Mangun, menempati posisi unik dalam arsitektur Indonesia. Pendekatan Romo Mangun terhadap arsitektur sosial lahir dari latar belakangnya sebagai rohaniwan, pendidik, penulis, sekaligus arsitek. Kombinasi peran tersebut membentuk pendekatan yang berbeda terhadap praktik desain. Bagi Romo Mangun, arsitektur tidak berhenti pada bentuk atau estetika, melainkan berkaitan langsung dengan martabat dan kualitas hidup manusia. Alih-alih merancang bangunan monumental, ia lebih banyak terlibat dalam proyek-proyek yang menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari. Karyanya menunjukkan bahwa arsitektur dapat hadir secara sederhana, kontekstual, dan berdampak sosial. Baca Juga : Han Awal, Arsitek Legendaris Berpengaruh di Indonesia Latar Belakang dan Pembentukan…
Kisho Kurokawa merupakan salah satu figur penting dalam perkembangan arsitektur Jepang pascaperang sekaligus anggota inti gerakan Metabolisme pada 1960-an. Dalam periode ketika kota-kota Jepang dibangun ulang dengan cepat dan teknologi berkembang pesat, ia mempertanyakan gagasan arsitektur sebagai bentuk permanen yang tidak berubah. Bagi Kurokawa, bangunan tidak bisa diperlakukan sebagai objek statis dengan umur panjang yang tetap. Lingkungan urban bergerak jauh lebih cepat daripada arsitekturnya. Karena itu, ia mengusulkan pendekatan yang memungkinkan ruang untuk tumbuh, diperbarui, dan beradaptasi terhadap perubahan sosial maupun teknologi. Arsitektur, dalam pandangannya, adalah sistem yang terbuka. Baca Juga : Frank Gehry dan Pemberontakan Terakhir dalam Arsitektur Metabolisme…
RM Pantjaran Sleman berlokasi di Jl. Wijaya Kusuma, Dero, Condongcatur. Rumah makan ini dirancang dengan pendekatan ruang terbuka yang memaksimalkan hubungan antara area makan dan lingkungan sekitar. Tapak disusun secara linear dari depan ke belakang, dengan urutan ruang yang jelas dan mudah dibaca oleh pengunjung sejak pertama masuk area. Baca Juga : Tiga by Kanca : Merancang Pengalaman Ruang melalui Arsitektur Slow Bar Tata Tapak dan Sirkulasi RM Pantjaran Sleman Area parkir ditempatkan di bagian depan tapak dan menggunakan lapisan batu kerikil. Dari area ini, sirkulasi pengunjung diarahkan langsung menuju area makan outdoor di sisi kiri tapak. Jalur masuk tidak…
Di Gang Akasia, Kwarasan, Sleman, Yogyakarta, berdiri sebuah coffee shop berukuran kecil yang menawarkan pengalaman arsitektur coffee shop yang tidak biasa. Tiga by Kanca berada dalam satu tapak dengan Studio Kanca—yang sekaligus menjadi perancang dan pemilik kafe ini. Posisi ini menjadikan bangunan bukan hanya sebagai proyek komersial, tetapi juga sebagai perpanjangan langsung dari praktik dan pemikiran arsitek yang merancangnya. Tanpa fasad mencolok atau signage besar, Tiga by Kanca menyapa pengunjung secara perlahan—melalui skala bangunan, pilihan material, dan tata ruang yang dirancang dengan penuh kesadaran. Dirancang oleh Kanca Studio untuk dirinya sendiri, kafe ini menjadi semacam laboratorium kecil, tempat gagasan tentang…
Di kawasan perbukitan Karjat, Maharashtra, India, sebuah rumah tinggal dibangun di atas kondisi tapak yang tidak lazim. Dua bidang tanah terpisah oleh sebuah spillway sedalam tujuh meter yang membentuk jurang alami. Alih-alih meratakan bentang alam tersebut, proyek yang diberi nama Bridge House ini justru menjadikannya sebagai dasar perancangan. Proyek ini dirancang oleh Wallmakers, studio arsitektur yang dipimpin oleh Ar. Vinu Daniel. Bangunan berfungsi sebagai hunian sekaligus farmhouse. Dengan demikian, rumah ini dibangun sebagai struktur jembatan yang menghubungkan dua sisi lahan. Intervensi terhadap tanah dibuat seminimal mungkin agar kontur dan aliran air tetap terjaga. Baca Juga : Lattice Garden di Sol…
Frank Gehry menempati posisi yang unik dalam sejarah arsitektur kontemporer. Ia bukan sekadar perancang bangunan ikonik, tetapi arsitek yang secara konsisten menantang batas konvensi bentuk, struktur, dan bahasa arsitektur itu sendiri. Di tengah arsitektur modern yang lama didominasi oleh keteraturan dan rasionalitas, Gehry memilih jalur yang lebih bebas, lebih plastis, dan lebih dekat dengan dunia seni rupa. Sejak awal kariernya, ia menunjukkan ketertarikan pada arsitektur yang tidak tunduk pada geometri yang rapi. Sketsa, model fisik, dan eksperimen material menjadi alat utama untuk mencari bentuk. Sikap ini kemudian berkembang menjadi bahasa arsitektur yang segera dikenali: volume terdistorsi, permukaan berlapis, dan komposisi…
Kelas Sabtu dengan tema “Arsitektur 10.000 Jam” kembali diselenggarakan sebagai lanjutan dari edisi pertamanya pada 13 Desember 2025. Program ini telah berlangsung sejak tahun 2018 sebagai kegiatan berbagi dan diskusi bagi siapa pun yang ingin memahami proses kerja di bidang arsitektur, baik dari sisi teknis maupun perjalanan karier. Edisi kedua Kelas Sabtu ini dilaksanakan pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di RM. Pantjaran, Sleman, Yogyakarta. Baca Juga : Membaca Pemikiran Zaha Hadid dalam Arsitektur Kontemporer Rangkaian Acara Acara diawali dengan sambutan oleh Judy Pranata (JP Studio), yang menyampaikan latar belakang penyelenggaraan Kelas Sabtu serta tujuan kegiatan ini. Setelah itu, sesi…
Dalam lanskap arsitektur kontemporer yang kerap mengejar bentuk ikonik dan citra visual yang kuat, Kengo Kuma menempati posisi yang berbeda. Ia dikenal sebagai arsitek yang secara konsisten menolak arsitektur sebagai objek tunggal yang dominan. Bagi Kuma, arsitektur bukan tentang bagaimana bangunan terlihat dari kejauhan, melainkan bagaimana ia hadir, dialami, dan membangun relasi dengan konteksnya. Cara berpikir ini tidak muncul sebagai gaya yang mudah dikenali, melainkan sebagai sikap yang berulang kali diterapkan dalam berbagai proyek—dari skala kecil hingga besar, dari Jepang hingga Eropa. Baca Juga : Membaca Pemikiran Zaha Hadid dalam Arsitektur Kontemporer Menjauh dari Arsitektur sebagai Monumen Kengo Kuma kerap…
