Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » RM. Pantjaran, Sleman: Rumah Makan dengan Pendekatan Ruang Terbuka dan Tata Massa Linear
Info

RM. Pantjaran, Sleman: Rumah Makan dengan Pendekatan Ruang Terbuka dan Tata Massa Linear

gravitarchiBy gravitarchiJanuary 29, 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RM Pantjaran Sleman berlokasi di Jl. Wijaya Kusuma, Dero, Condongcatur. Rumah makan ini dirancang dengan pendekatan ruang terbuka yang memaksimalkan hubungan antara area makan dan lingkungan sekitar.

Tapak disusun secara linear dari depan ke belakang, dengan urutan ruang yang jelas dan mudah dibaca oleh pengunjung sejak pertama masuk area.

Baca Juga : Tiga by Kanca : Merancang Pengalaman Ruang melalui Arsitektur Slow Bar

Tata Tapak dan Sirkulasi RM Pantjaran Sleman

Area parkir ditempatkan di bagian depan tapak dan menggunakan lapisan batu kerikil. Dari area ini, sirkulasi pengunjung diarahkan langsung menuju area makan outdoor di sisi kiri tapak. Jalur masuk tidak dibuat formal, namun cukup terbuka sehingga pengunjung dapat langsung melihat aktivitas di dalam area makan.

Bangunan utama berada di sisi kanan tapak dan berfungsi sebagai area pemesanan sekaligus ruang makan indoor. Sirkulasi antara area outdoor dan indoor dibuat sejajar tanpa pembatas masif, sehingga pergerakan pengunjung terasa cair dan tidak terfragmentasi.

Di bagian tengah tapak terdapat area makan semi outdoor yang menjadi penghubung antara bangunan utama dan area servis di belakang, seperti musholla serta toilet pria dan wanita. Jalur pedestrian di area ini dibuat jelas dan terarah, memudahkan orientasi tanpa perlu banyak elemen penunjuk.

Konsep Ruang dan Area Makan RM Pantjaran Sleman

RM. Pantjaran menyediakan tiga tipe ruang makan utama:

  1. Area Outdoor, diletakkan di bagian depan tapak dan diapit oleh vegetasi eksisting. Area ini menggunakan furnitur ringan berbahan besi dengan warna netral, memungkinkan fleksibilitas penataan dan tidak mendominasi ruang.
  2. Area Indoor, berada di dalam bangunan utama dengan skala ruang yang relatif intim. Area ini difungsikan untuk aktivitas makan dengan perlindungan penuh dari cuaca.
  3. Area Semi Outdoor, berupa ruang beratap tanpa dinding masif yang berada di tengah tapak. Area ini berperan sebagai ruang transisi sekaligus ruang makan dengan penghawaan alami maksimal.

Pembagian ini memberikan pilihan ruang yang beragam, sekaligus memperjelas zonasi tanpa harus menggunakan sekat permanen.

Material dan Ekspresi Struktur

Bangunan utama menggunakan struktur baja ringan yang dibiarkan terekspos pada area interior. Penutup atap menggunakan material uPVC, yang dipilih karena ringan dan relatif efisien dalam perawatan. Pendekatan ini menampilkan kejujuran struktur dan sistem bangunan sebagai bagian dari ekspresi arsitektur.

Dinding bagian bawah menggunakan bata ringan, sementara bagian atas diisi dengan bukaan jendela berkusen kayu yang memanjang. Bukaan ini berfungsi untuk memasukkan cahaya alami sekaligus menjaga hubungan visual dengan area luar.

Finishing ruang didominasi warna putih dan elemen kayu, menciptakan kesan netral dan hangat tanpa dekorasi berlebih. Pencahayaan buatan menggunakan tracklight LED spotlight yang ditempatkan secara fungsional, menyesuaikan kebutuhan aktivitas makan.

Pencahayaan dan Penghawaan Alami

Desain RM. Pantjaran mengandalkan pencahayaan dan penghawaan alami sebagai strategi utama. Area outdoor dan semi outdoor memungkinkan udara mengalir bebas di seluruh tapak, mengurangi ketergantungan pada sistem pendingin buatan.

Bukaan pada bangunan utama membantu distribusi cahaya alami ke dalam ruang, sehingga aktivitas siang hari dapat berlangsung dengan penggunaan lampu minimal. Vegetasi di sekitar area makan juga berperan sebagai peneduh dan penyeimbang mikroklimat.

Hubungan Bangunan dan Lanskap

Lanskap tidak diperlakukan sebagai elemen tambahan, tetapi sebagai bagian integral dari desain ruang. Pepohonan eksisting dipertahankan dan ditempatkan di antara area makan, sehingga batas antara ruang terbangun dan ruang luar menjadi tidak kaku.

Penggunaan elemen kaca pada beberapa sisi ruang semi outdoor menjaga kontinuitas visual tanpa menghalangi pandangan ke area hijau. Pendekatan ini memperkuat kesan keterbukaan sekaligus menjaga kenyamanan pengunjung.

Baca Juga : RK House — Hunian Modern Satu Lantai pada Lahan Memanjang dengan Rooftop Menghadap Persawahan di Bantul

Catatan Akhir

RM. Pantjaran di Sleman menunjukkan pendekatan perancangan rumah makan yang menekankan kejelasan tata ruang, keterbukaan, dan efisiensi material. Tanpa mengejar bentuk yang ikonik, desain lebih berfokus pada fungsi, kenyamanan, serta hubungan antara bangunan dan lingkungan.

Melalui pengolahan massa yang sederhana, pembagian zona yang jelas, dan pemanfaatan pencahayaan serta penghawaan alami, RM. Pantjaran menghadirkan ruang makan yang bekerja secara fungsional dan kontekstual.

Secara keseluruhan, RM Pantjaran Sleman menunjukkan pendekatan perancangan rumah makan yang menekankan kejelasan tata ruang, keterbukaan, dan efisiensi material.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Yoyogi National Gymnasium — Struktur Tarik sebagai Strategi Ruang Publik

February 20, 2026

New Science and Technology Museum of Henan Province — Arsitektur Sains sebagai Lanskap Publik

February 7, 2026

Tiga by Kanca : Merancang Pengalaman Ruang melalui Arsitektur Slow Bar

January 26, 2026

Comments are closed.

Demo
Artikel Terbaru

Yoyogi National Gymnasium — Struktur Tarik sebagai Strategi Ruang Publik

February 20, 2026

Mencatat Ketangguhan Praktik Arsitektur lewat Meeting Marathon YYAF Resilient di Yogyakarta

February 17, 2026

Mencatat Ulang Relasi Manusia dan Mesin : Liputan Expertise Talkshow tentang AI dan Masa Depan Kreatif

February 16, 2026

New Science and Technology Museum of Henan Province — Arsitektur Sains sebagai Lanskap Publik

February 7, 2026

Y.B. Mangunwijaya (Romo Mangun) dan Arsitektur Sosial di Indonesia

February 6, 2026

Kisho Kurokawa : Metabolisme Jepang dan Gagasan Arsitektur Adaptif

February 5, 2026

RM. Pantjaran, Sleman: Rumah Makan dengan Pendekatan Ruang Terbuka dan Tata Massa Linear

January 29, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.