Sebagai bagian dari Asian Games Hangzhou 2023, Fuyang Yinhu Sport Center di kawasan Hangzhou memperlihatkan pendekatan yang berangkat dari pengelolaan sistem, bukan sekadar ekspresi bentuk. Proyek ini tidak mengejar gestur ikonik, melainkan ketepatan dalam merespons program, struktur, dan lanskap secara bersamaan.
Dirancang oleh UAD – Architectural Design and Research Institute of Zhejiang University, kompleks ini sejak awal diposisikan sebagai infrastruktur jangka panjang. Fungsinya tidak berhenti pada kebutuhan event, tetapi diarahkan untuk tetap operasional setelah siklus tersebut berakhir.
Baca Juga : Yoyogi National Gymnasium — Struktur Tarik sebagai Strategi Ruang Publik
Artikulasi Massa dan Lanskap
Komposisi massa dibentuk melalui pembacaan kondisi tapak—kontur, orientasi, serta hubungan visual terhadap ruang terbuka di sekitarnya. Alih-alih menampilkan figur yang dominan, bangunan diartikulasikan sebagai bagian dari sistem lanskap yang lebih luas.
Transisi antara ruang terbangun dan ruang terbuka berlangsung secara bertahap, menciptakan kesinambungan spasial yang tidak terputus. Batas-batas dirancang lebih permeabel, memungkinkan interaksi yang lebih cair antara bangunan dan lingkungannya.
Pendekatan ini menempatkan lanskap sebagai elemen aktif dalam pembentukan ruang, bukan sekadar latar visual.

Logika Perancangan yang Rasional
Kesederhanaan dalam proyek ini merupakan hasil dari proses perancangan yang terkontrol. Geometri bangunan dikembangkan berdasarkan kebutuhan programatik dan efisiensi struktur, bukan sebagai ekspresi formal yang berdiri sendiri.
Pengurangan kompleksitas dilakukan secara sadar—baik pada sistem konstruksi, pemilihan material, maupun detailing. Strategi ini memungkinkan performa bangunan tercapai tanpa ketergantungan pada sistem tambahan yang berlebihan.
Kesederhanaan, dalam konteks ini, menjadi perangkat untuk menjaga konsistensi antara desain dan implementasi.
Baca Juga : Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

Integrasi Program dalam Sistem Spasial
Fasilitas untuk cabang olahraga seperti menembak, panahan, dan modern pentathlon memiliki tuntutan teknis yang tinggi. Proyek ini meresponsnya melalui organisasi ruang yang terintegrasi, dengan pembagian zona yang jelas dan hirarkis.
Alur sirkulasi dirancang untuk memisahkan sekaligus menghubungkan kebutuhan atlet, ofisial, dan publik secara efisien. Dengan luas lahan sekitar 275.182 m² dan bangunan lebih dari 80.000 m², keteraturan sistem menjadi kunci dalam menjaga keterbacaan ruang.
Desain tidak berhenti pada komposisi, tetapi berlanjut pada cara sistem ruang bekerja.

Low-Tech sebagai Strategi Performativitas
Pendekatan low-tech diterapkan melalui pemilihan sistem yang robust dan mudah dipelihara. Alih-alih mengandalkan teknologi tinggi, performa bangunan dicapai melalui optimasi pasif seperti pencahayaan alami, ventilasi, serta pemilihan material yang sesuai dengan konteks.
Metode konstruksi disederhanakan untuk memastikan efisiensi sekaligus kemudahan dalam pelaksanaan dan perawatan. Strategi ini memperlihatkan bahwa keberlanjutan dapat dicapai melalui keputusan desain yang presisi, bukan kompleksitas teknologi.




Adaptabilitas Pasca-Event
Fasilitas olahraga berskala besar seringkali menghadapi tantangan dalam penggunaan setelah event selesai. Proyek ini mengantisipasi hal tersebut melalui perancangan ruang yang memungkinkan penggunaan ulang dengan intervensi minimal.
Fleksibilitas program, aksesibilitas, serta integrasi dengan lingkungan sekitar menjadi faktor utama dalam menjaga relevansi bangunan. Dengan demikian, kompleks ini tetap dapat berfungsi sebagai bagian dari kehidupan kota setelah event berakhir.
Baca Juga : Rumah Tropis Modern di Sleman dengan Inner Garden sebagai Pengikat Ruang

Dari Objek ke Infrastruktur
Fuyang Yinhu Sports Center menunjukkan pergeseran pendekatan dalam arsitektur kontemporer. Nilai proyek ini tidak terletak pada ekspresi visual semata, tetapi pada kapasitasnya untuk beroperasi secara konsisten dalam jangka panjang.
Arsitektur dipahami bukan sebagai objek yang berdiri sendiri, melainkan sebagai sistem yang bekerja—merespons kebutuhan, waktu, dan perubahan penggunaan.




Informasi Proyek
Arsitek : UAD – Architectural Design and Research Institute of Zhejiang University
Lokasi : Hangzhou, China
Tahun : 2021
Luas Bangunan : ±82.360 m²
Fungsi : Fasilitas Olahraga (Shooting, Archery, Modern Pentathlon)
Status : Selesai, digunakan untuk Asian Games 2023

