Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Train Station in the Forest: Stasiun Monumental Modern di Tiongkok
News

Train Station in the Forest: Stasiun Monumental Modern di Tiongkok

gravitarchiBy gravitarchiMay 30, 2024No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Train Station in the Forest
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Studio MAD milk Ma Yansong berhasil membangun kembali stasiun kereta bersejarah di pusat Jiaxing, Tiongkok. Proyek pertama yang digarap MAD ini dinamakan “Train Station in the Forest” karena lokasi bangunan ini dikelilingi oleh vegetasi hijau.

Train Station in the Forest arsitektur china

Renovasi bangunan ini seluas 354 meter persegi. Stasiun ini menggabungkan elemen kontemporer dengan detail yang disalin dari bangunan stasiun lama yang dibangun pada tahun 1907.

Penggabungan Elemen Sejarah dan Kontemporer

stasiun bawah tanah tiongkok

Dalam perayaan pembukaan proyek Train Station in the Forest, Ma Young menjelaskan pentingnya kombinasi elemen tradisional dan kontemporer dalam proses desain. Melalui desainnya, ia ingin menyajikan pengalaman budaya yang lebih kontekstual.

Baca juga: Tadao Ando Ubah Bangunan Bersejarah Menjadi Pameran Seni

Sirkulasi udara stasiun china

“Saya ingin membuat stasiun untuk mengingatkan orang-orang tentang sejarah atau narasi di sekitar lokasi ini. Hal ini bertujuan untuk melanjutkan warisan budaya ini dan menciptakan sesuatu di masa depan,” terang Ma Yansong.

“Ketika orang-orang mengunjungi tempat ini, mereka akan merasakan tempat ini seperti museum waktu karena mereka dapat memahami sejarah, masa lalu atau masa depan kota ini,” tambahnya.

Detail Train Station in the Forest

Detail Train Station in the Forest

Pembangunan Train Station in the Forest membutuhkan 210.000 bata merah dan hijau lokal. Untuk meningkatkan kapasitas pengunjung, ruang tunggu dan stasiun didesain berada di bawah tanah. Ruang ini memiliki atap logam yang dilengkapi panel surya yang terlihat kontras dengan fasad bangunan dari batu bata.

fasad dan atap stasiun di dalam hutan china

Fasad kaca dan atap skylight memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam gedung sekaligus memberikan pemandangan yang jelas hingga bagian depan stasiun.

ruang tunggu arsitektur china

Untuk Exhaust vents dan broadcasting system, serta strip lampu underpass dipasang di dinding untuk menciptakan kesan interior minimalis. Terdapat pula anodised aluminium panel berbentuk seperti sarang lebah untuk membantu mengurangi kebisingan.

Baca juga: Singgah Resort, Menikmati Liburan dengan View Perbukitan

Menciptakan Ekologi Hutan Kota

Ruang tunggu stasiun bawah tangga china

Seperti namanya, proyek ini menggambarkan stasiun kereta yang berada di dalam hutan. Dibutuhkan sebanyak 1.500 pohon yang ditanam di seluruh lokasi. Pada sisi utara stasiun, pohon berfungsi sebagai penghubung bangunan dengan taman umum yang sudah ada. Sementara pohon beech yang ditanam mengelilingi poros tengah alun-alun utara difungsikan sebagai kanopi ketika pohon tumbuh besar. 

Train Station in the Forest dengan konsep berkelanjutan

Di tengah alun-alun sebelah selatan, terdapat hamparan rumput sekitar satu hektar yang dikelilingi tujuh bangunan sebagai jalur sirkulasi ruang bagian atas dan bawah tanah, serta halaman berbentuk cekung yang menghubungkan semua ruangan dengan tempat acara dan festival outdoor.

Baca juga: Apa itu Green Building? Berikut Sederet Manfaatnya

Desain MAD mengutamakan kebutuhan emosi dan spiritual masyarakat dengan menghadirkan lanskap alam yang terintegrasi dengan ruang perkotaan dan volume bangunan ke dalam alam.

Menurut penjelasan MAD, melalui perencanaan lalu lintas dan penggunaan ruang vertikal yang cermat, pihaknya telah memenuhi kebutuhan penumpang stasiun sekaligus memberikan ruang untuk pembangunan dan perluasan berkelanjutan di masa depan.

Ma Yansong MAD Architects Museum waktu Renovasi stasiun bersejarah di Tiongkok Stasiun kereta bawah tanah di China Stasiun kereta di tengah hutan Train Station in the Forest
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Kenapa Thomas Heatherwick Selalu Diperdebatkan?

April 27, 2026

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Menuju Jakal Design Week 2026 : Awal Kolaborasi di Koridor Jalan Kaliurang

April 15, 2026

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Belajar Arsitektur Kontekstual dari Eko Prawoto

April 9, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.