Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Arsitektur dan Interior Masjid Al Aqsa
Info

Arsitektur dan Interior Masjid Al Aqsa

gravitarchiBy gravitarchiJanuary 26, 20252 Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
masjid al aqsa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Masjid Al Aqsa di Yerusalem, Palestina merupakan salah satu tempat suci bagi umat islam setelah Masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Haram di Mekkah. Dikenal sebagai Baitul Maqdis atau rumah suci, bangunan ini merupakan kiblat pertama umat muslim sebelum ka’bah. Selain itu, masjid ini juga menjadi salah satu tempat Nabi Muhammad melakukan Isra’ Mi’raj.

Meski berada di wilayah konflik antara Palestina dengan Israel, Masjid Al Aqsa menyimpan sejarah yang penting bagi umat islam, kristen, dan yahudi. Tak hanya itu, eksterior dan interiornya juga sangat menakjubkan.

Arsitektur Masjid Al Aqsa

masjid al aqsa

Masih satu kawasan dengan Dome of Rock, Masjid Al Aqsa memiliki ciri khas kubah berwarna abu-abu atau perak. Dengan luas 35.000 meter persegi, masjid dapat menampung hingga 5.000 jamaah.

Baca juga: 3 Masjid yang Pernah Disinggahi Nabi Muhammad SAW

Kubah pertama dibangun oleh Abdul Malik bin Marwan. Sayangnya, saat ini kubah tersebut sudah tidak ada. Kubah kedua yang masih ada hingga sekarang dibangun oleh Ali Azh-Zhahir dan terbuat dari kayu yang dilapisi enamel timah.

Pada tahun 1969, kubah direkonstruksi dan dibuat dari beton yang dilapisi aluminium yang dianodiasi. Lalu pada tahun 1983, lapisan aluminium kubah diganti dengan timah agar tampilannya mirip seperti desain kubah pertama.

Fasad Masjid Al Aqsa dibangun pada tahun 1065 Masehi oleh khalifah Fatimiyah Al-Mustanshir. Desain bagian depan berupa lorong-lorong beratap ala Romawi. Terdapat 14 lengkungan batu di sepanjang fasad yang pada pemasangannya ditambahkan ubin pada dinding fasad. Selain itu, terdapat juga serambi atau selasar luar dan dalam dengan bangunan terbuka.

Baca juga: Rumah Industrial Minimalis dengan Bukaan Besar yang Hemat Energi

Untuk mengumandangkan azan lima kali sehari, dibangun empat menara dengan tinggi sekitar 37 meter atau 121 kaki. Keempatnya terbuat dari stalaktit.

Interior Masjid Al Aqsa

masjid al aqsa

Menilik keindahan bagian dalam Masjid Al Aqsa, interiornya mengusung gaya desain yang sama dengan eksteriornya. Terdapat 7 lorong dengan tiang-tiang melengkung, 121 jendela dengan kaca patri, serta pada bagian selatan masjid beberapa ruang kecil tambahan di sisi barat dan timur.

Pada ruang utama, terdapat 12 tiang kolom dari batu dan 33 tiang dari marmer putih. Dinding masjid dipenuhi dengan dekorasi mozaik dan marmer yang menakjubkan. Desain mimbar dihiasi kaligrafi, ornamen geometris, dan ukiran bunga pada sisi-sisi kayu mimbar.

Baca juga: Desain Interior Kos Japandi Modern Minimalis di Kalimantan Timur

Tempat wudhu masjid memiliki desain yang unik, karena di tengahnya ada air mancur. Karena tampilannya yang unik, tempat wudhu ini disebut Al Kas yang berarti mangkuk. Tempat ini dibangun pada masa dinasti Umayyah pada tahun 709 Masehi. Taka hanya digunakan untuk berwudhu, air yang mengalir dari tempat wudhu dengan air mancur ini juga bisa diminum.

arsitektur masjid al aqsa baitul maqdis interior masjid al aqsa isra mi'raj nabi muhammad israel masjid al aqsa palestina yerusalem
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026

2 Comments

  1. Pingback: 6 Tempat Sarang Debu dan Kotoran, Harus Sering Dibersihkan!

  2. Pingback: Prince Moulay Abdellah Stadium : Ikon Baru Stadion Maroko

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Kenapa Thomas Heatherwick Selalu Diperdebatkan?

April 27, 2026

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Menuju Jakal Design Week 2026 : Awal Kolaborasi di Koridor Jalan Kaliurang

April 15, 2026

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Belajar Arsitektur Kontekstual dari Eko Prawoto

April 9, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.