Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Jangan Keliru! Perbedaan Plafon Drop Ceiling dan Up Ceiling
Info

Jangan Keliru! Perbedaan Plafon Drop Ceiling dan Up Ceiling

gravitarchiBy gravitarchiDecember 24, 2024No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Plafon Drop Ceiling dan Up Ceiling
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Plafon memiliki peran penting terhadap estetika interior dan kenyamanan ruangan. Dalam dunia desain interior, plafon drop ceiling dan up ceiling merupakan jenis plafon yang sering digunakan. Sebelum mengaplikasikan kedua plafon tersebut, Anda harus mengenali perbedaannya agar mengenali manfaat dan tampilan yang dihasilkan pada ruangan.

Untuk mengetahui perbedaan plafon drop ceiling dan up ceiling, simak penjelasan dan pemasangan kedua plafon tersebut di bawah ini.

Perbedaan Plafon Drop Ceiling dan Up Ceiling

Plafon Drop Ceiling dan Up Ceiling

Terdapat perbedaan pemasangan plafon drop ceiling dan up ceiling. Selain itu, fungsi dan tampilan plafon juga memiliki perbedaan. Supaya tidak salah dalam menentukan jenis plafon yang sesuai preferensi desain interior Anda, simak perbedaan plafon drop ceiling dan up ceiling berikut ini.

Baca juga: Apa Itu Arsitektur Vernakuler? Ini 5 Ciri-Cirinya

Plafon Drop Ceiling

Plafon gantung atau drop ceiling adalah plafon yang pemasangannya digantung pada rangka besi atau kayu. Panel-panel plafon ini dapat dilepas pasang, sehingga memudahkan proses perbaikan dan perawatan atap. Tampilan yang dihasilkan terkesan dramatis dan estetis karena pencahayaan tampak tersembunyi. Cahaya yang dihasilkan tersebut menghadirkan ketenangan dan kenyamanan di dalam ruangan.

Plafon Up Ceiling

Struktur plafon up ceiling dipasang lebih tinggi dari permukaan langit-langit di sekitarnya. Pemasangan ini memberikan kesan megah dan luas pada ruangan, sehingga cocok diaplikasikan pada desain interior minimalis.

Baca juga: Rumah Industrial Minimalis Yogyakarta dengan Style Ala Cafe

Tampilannya yang seakan terangkat tampak menarik dengan adanya penambahan pencahayaan dari LED strip. Pilih warna LED yang hangat untuk menghadirkan ambience yang nyaman dan hangat. Selain LED, Anda juga bisa menambahkan downlight agar ruangan tampak bersih dan lapang.

Mau Pasang Plafon Drop Ceiling dan Up Ceiling?

Terdapat banyak material yang bisa Anda gunakan untuk membuat plafon drop ceiling maupun up ceiling. Beberapa yang sering digunakan di antaranya gypsum, PVC, kayu, GRC, dan triplek. Sebelum melakukan pemasangan plafon, pastikan material yang digunakan sesuai dengan desain interior, budget, dan kebutuhan Anda.

Baca juga: Desain Interior Kos Japandi Modern Minimalis di Kalimantan Timur

Mengingat pemasangan plafon membutuhkan ketelitian yang tinggi, pastikan Anda menyerahkan pekerjaan ini kepada ahlinya. Pertimbangkan pula perbaikan dan perawatan plafon secara rutin agar tampilan ruangan tetap terjaga dengan baik dalam waktu yang lama.

ceiling drop ceiling perbedaan plafon drop ceiling dan up ceiling plafon up ceiling
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Kenapa Thomas Heatherwick Selalu Diperdebatkan?

April 27, 2026

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Menuju Jakal Design Week 2026 : Awal Kolaborasi di Koridor Jalan Kaliurang

April 15, 2026

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Belajar Arsitektur Kontekstual dari Eko Prawoto

April 9, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.