Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Tanpa Pakai Paku! Rumah Gadang Dibangun Pakai Ini
Info

Tanpa Pakai Paku! Rumah Gadang Dibangun Pakai Ini

gravitarchiBy gravitarchiJanuary 22, 20251 Comment2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
rumah gadang
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Rumah Gadang merupakan rumah adat khas Minangkabau, Sumatera Barat yang dibangun tanpa paku dan memiliki bentuk atap yang unik. Bentuk atap gonjong yang melengkung ke atas dengan ujung runcing seperti tanduk kerbau adalah simbol harapan tinggi masyarakat Minangkabau.

Dalam dunia arsitektur, desain atap tersebut memungkinkan air hujan mengalir ke bawah dengan cepat sehingga cocok diaplikasikan di iklim tropis. Sama seperti bahan bangunan rumah adat pada umumnya yang mayoritas terbuat dari kayu, rumah adat masyarakat Minangkabau juga terbuat dari kayu jati atau meranti yang terkenal kokoh dan tahan lama.

Baca juga: Louis Vuitton dan Murakami Ciptakan Pop-up Store di New York

Kenapa Rumah Gadang Dibangun Tanpa Paku?

Ternyata Rumah Gadang dibangun tanpa menggunakan paku satu pun karena beberapa alasan. Penggunaan paku diganti dengan pasak kayu agar bangunan lebih tahan gempa, fleksibel, dan cenderung elastis karena kayu tidak mudah patah saat terjadi goncangan.

Pembangunan Rumah Gadang menggunakan sistem tarik atau peg and hole, di mana pasak kayu dimasukkan ke dalam lubang-lubang pada kayu untuk menyambungkan elemen-elemen konstruksi bangunan. Nah, kayu yang saling terikat inilah yang membuat struktur bangunan elastis namun tetap kokoh dan kuat.

Baca juga: Rumah Industrial Minimalis dengan Bukaan Besar yang Hemat Energi

Susunan ijuk pada bagian atap juga turut mengalirkan angin ke sela-sela atap, sehingga meredam dan mengurangi angin yang mendorong bangunan secara langsung. Selain itu, ijuk juga mampu memberikan kesejukan saat siang hari. Saat malam hari, ruangan terasa hangat karena ijuk melepaskan perlahan panas yang tertahan secara perlahan.

Dalam dunia arsitektur, desain Rumah Gadang sangat mempertimbangkan kondisi geografis dan lingkungan. Material yang digunakan ramah lingkungan dan mengutamakan faktor keamanan. Hal ini sejalan dengan filosofi “Alam Takambang Jadi Guru”. Artinya, alam merupakan guru yang menjadi sumber belajar yang luas dan tidak terbatas, sekaligus memberikan hikmah dan nilai-nilai luhur.

Baca juga: Interior Rumah Modern Organic Dominasi Warna Earth Tone

Itulah alasan mengapa Rumah Gadang menggunakan pasak kayu daripada paku. Setiap material yang digunakan memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan, keamanan, dan daya tahan terhadap bencana alam di sekitarmya.

alam takambang jadi guru minangkabau rumah adat rumah gadang rumah tanpa paku rumah tradisional sumatera barat
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026

1 Comment

  1. Pingback: BDO Unibank Manila, Arsitektur Vernakuler Super Low Energy

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Kenapa Thomas Heatherwick Selalu Diperdebatkan?

April 27, 2026

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Menuju Jakal Design Week 2026 : Awal Kolaborasi di Koridor Jalan Kaliurang

April 15, 2026

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Belajar Arsitektur Kontekstual dari Eko Prawoto

April 9, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.