Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Kenapa Bangunan Peninggalan Belanda Masih Kokoh? Ini Rahasiannya
Info

Kenapa Bangunan Peninggalan Belanda Masih Kokoh? Ini Rahasiannya

gravitarchiBy gravitarchiOctober 25, 2024No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
peninggalan belanda
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Bangunan peninggalan Belanda hingga saat ini masih berdiri kokoh. Usia bangunan ada yang puluhan hingga ratusan tahun, namun sebagian besar struktur bangunan dan ornamennya tetap awet hingga sekarang.

Berbagai bangunan peninggalan Belanda di Indonesia digunakan untuk berbagai macam kegiatan, seperti kantor pemerintahan, rumah, museum, hingga objek wisata budaya. Bangunan tersebut menjadi saksi bisu perjuangan pahlawan Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Guna menghargai nilai sejarah bangunan tersebut, bentuk asli dan struktur utama bangunan masih tetap dipertahankan.

Baca juga: Mudah! 4 Cara Menghilangkan Noda Oli di Lantai

Lantas, apa rahasia kokohnya bangunan peninggalan Belanda yang masih berdiri megah hingga saat ini?

Dilansir dari beberapa sumber, berikut beberapa alasannya.

1. Desain Bangunan Presisi dan Sesuai Kondisi Wilayah

Arsitek Belanda zaman dulu memperhatikan desain dan fungsi bangunan agar sesuai dengan iklim dan kondisi wilayah di Indonesia. Setiap wilayah punya kontur lahan dan kondisi lingkungan yang berbeda. Hal ini menjadi pertimbangan mereka saat membangun sebuah bangunan. Selain itu, Belanda juga memperhatikan detail bangunan dan konstruksi yang presisi.

2. Menggunakan Material Terbaik

Bangunan peninggalan Belanda menggunakan material dengan kualitas terbaik di kelasnya. Alih-alih menggunakan kayu atau bambu yang harganya lebih murah, mereka lebih memilih menggunakan batu yang memiliki daya tahan yang sangat baik.

Baca juga: Desain Interior Minimalis dengan Budget Terbatas di Yogyakarta

Kualitas batu juga sangat diperhatikan. Jika ditemukan kualitas batu yang kurang bagus, mereka tidak akan menggunakannya. Bahkan ada yang menyebutkan, bahan material yang digunakan sengaja dikirim dari Belanda dan negara Eropa untuk menjaga kualitas.

3. Pengerjaan Konstruksi Teliti

Bangunan yang kokoh tidak lepas dari ketelitian pekerja saat proses pembangunan. Setiap bagian dirancang dan dipikirkan dengan matang agar fungsinya terpenuhi dengan baik. Pencahayaan, sirkulasi udara, ruang penyimpanan, dan estetika bangunan benar-benar sangat diperhatikan dengan detail. Jadi, bangunan tidak hanya indah, tetapi juga nyaman, sehat, dan aman untuk dihuni.

Baca juga: Interior Ruang Kelas TK Fungsional dengan Elemen Natural

4. Pakai Semen Khusus

Bangunan peninggalan Belanda umumnya menggunakan semen khusus yang diracik sendiri. Belanda menggunakan campuran bata merah yang digiling halus dengan batu kapur atau gamping sebagai bahan perekat bangunan. Nah, racikan inilah yang menjadikan bangunan menjadi kokoh dan bertahan hingga ratusan tahun.

arsitek belanda bangunan belanda bangunan kolonial bangunan peninggalan belanda belanda peninggalan belanda rumah peninggalan belanda
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Menuju Jakal Design Week 2026 : Awal Kolaborasi di Koridor Jalan Kaliurang

April 15, 2026

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Belajar Arsitektur Kontekstual dari Eko Prawoto

April 9, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026

Bjarke Ingels dan Pragmatic Utopia : Ketika Arsitektur Menjadi Negosiasi Realitas

April 2, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.