Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Keindahan Arsitektur dan Kontroversi Arsitek Taman Sari Yogyakarta
Info

Keindahan Arsitektur dan Kontroversi Arsitek Taman Sari Yogyakarta

gravitarchiBy gravitarchiAugust 26, 2024No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
taman sari
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Taman Sari Yogyakarta adalah situs bersejarah bekas kerajaan Kesultanan Yogyakarta. Melansir Dinas Kebudayaan DIY, taman sari atau water castle memiliki arti taman yang indah. Taman ini dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1757 dengan gaya arsitektur Jawa dan Portugis.

Bangunan seperti kolam khusus digunakan untuk mandi Sultan beserta keluarganya. Istana air ini memiliki beberapa fungsi, seperti tempat peristirahatan, meditasi, rekreasi, hingga tempat perlindungan sultan dan keluarganya.

Baca juga: Keindahan Arsitektur Gereja Blenduk di Kawasan Kota Lama Semarang

Saat musuh menyerang Keraton, sultan dan keluargannya menyelamatkan diri melalui pintu bawah tanah. Setelah merasa aman, pintu air akan dibuka untuk mengaliri jalan, sehingga musuh tidak menyadari keberadaannya. Meski multifungsi, namun arsitek bangunan ini masih menjadi teka-teki.

Kontroversi Arsitek Taman Sari Yogyakarta

taman sari jogja

Berdasarkan cerita rakyat yang berkembang di masyarakat, bangunan ini didesain oleh orang asing yang terdampar di daerah mancingan (pantai selatan). Orang asing tersebut di bawa ke Keraton dan menjadi abdi dalem Sri Sultan. Menurut pengakuannya, orang tersebut berasal dari Portugis. Ia bekerja sebagai tukang pembuat bangunan dan rumah.

Dengan keahliannya, Sri Sultan memberikan tugas untuk membuat benteng Keraton. Setelah berhasil, ia diberi jabatan sebagai demang. Karena berasal dari Portugis, ia dijuluki Demang Tegis. Selanjutnya, ia diberi tugas membuat Taman Sari. Karena hal tersebut, maka bangunan tersebut memiliki sentuhan arsitektur Eropa.

Baca juga: Rumah Japandi Minimalis dengan Dominasi Aksen Lengkung yang Unik

Sumber lain menyatakan bahwa bupati Madiun, Rangga Prawirasentika yang punya jasa pada Sultan Hamengkubuwono I meminta untuk dibebaskan pajak yang selama ini dibayarkan dua kali dalam setahun.

Sebagai gantinya, ia diperintahkan untuk membuat taman yang indah sebagai sarana menenteramkan hati Sultan Hamengkubuwono I. sayangnya, ia tidak dapat menyelesaikannya karena biaya yang diperlukan melebihi pajak yang dibayarkan dua kali dalam setahun. Akhirnya, Sultan memerintahkan K.P.H. Natakusuma menyelesaikan tersebut dengan biaya yang sepenuhnya dari Sultan.

Menurut Pemandu Taman Sari, Budiyono menjelaskan Tumenggung Mangundipuro dari Madiun yang membangun Taman Sari selama 5 tahun. Setelah itu, dilanjutkan oleh Pangeran Notokusumo Pakualam dengan meniru style Eropa.

“Kalau Demang Tegis itu hanya tambah-tambahan saja,” tegasnya.

Baca juga: Interior Rumah Industrial dengan Kamar Tidur Mezzanine

Kompleks Taman Sari Yogyakarta

tamansari yogyakarta

Taman Sari merupakan kompleks taman kerajaan utama yang dilengkapi dengan taman kecil, kolam buatan, dapur, masjid, dan bangunan lainnya. Arsitektur bangunan ini mengadopsi style Jawa, Hindu-Buddha dan Eropa. Tidak ada bangunan Joglo seperti di Keraton, tetapi terdapat relief dan ukiran yang tersebar di seluruh kompleks.

Taman Sari memiliki luas 10 hektar yang berisi 57 bangunan, meliputi:

  1. Gedong Temanten dan Gedong Pangunjukan
  2. Gedong Sekawan atau Sedah Merah
  3. Gapura Panggung dan Gapura Agung
  4. Kolam Pemandian Taman Sari
  5. Gerbang Kenari
  6. Gapura Carik
  7. Gedong Garjitowati
  8. Gerbang Taman Umbulsari
  9. Pesarean Ledoksari
  10. Pongangan Peksi Beri
  11. Gerbang Sumur Gumuling
  12. Sumur Gumuling
  13. Pulo Kenanga
  14. Urung-urung
  15. Pulo Panembung
  16. Pongangan
  17. Ruang Sakral
  18. Ruang Peraduan dan Ruang Privat Raja
  19. Gerbang
  20. Gardu Jaga Prajurit
  21. Ruang Tamu
  22. Kamar Tidur
  23. Ruangan Membatik
  24. Ruang Pentas Tari Bedoyo dan Serimpi
  25. Masjid
arsitek taman sari arsitektur tamansari bangunan bersejarah jogja taman sari taman sari yogyakarta wisata taman sari
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Suzhou Museum of Contemporary Art : Kritik atas Arsitektur Ikonik

January 14, 2026

Membaca Therme Vals Karya Peter Zumthor

January 13, 2026

Intaaya Retreat — Arsitektur Wellness Berbasis Material Alami di Nusa Penida

January 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Fragmen, Material, dan Transisi : Cara Berpikir Kengo Kuma

January 15, 2026

Suzhou Museum of Contemporary Art : Kritik atas Arsitektur Ikonik

January 14, 2026

Membaca Therme Vals Karya Peter Zumthor

January 13, 2026

Membaca Pemikiran Zaha Hadid dalam Arsitektur Kontemporer

January 8, 2026

Intaaya Retreat — Arsitektur Wellness Berbasis Material Alami di Nusa Penida

January 5, 2026

Villa Savoye : Manifesto Arsitektur Modern karya Le Corbusier

December 23, 2025

Frank Lloyd Wright : Arsitek Visioner yang Mengubah Wajah Arsitektur Dunia

December 19, 2025
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.