Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Buka Hari Ini! Yuk Kunjungi Serpentine Pavilion di London
News

Buka Hari Ini! Yuk Kunjungi Serpentine Pavilion di London

gravitarchiBy gravitarchiJune 7, 2024No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Serpentine Pavilion
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Struktur Serpentine Pavilion 2024 didesain oleh arsitek Korea, Minsuk Cho dan studio arsiteknya Mass Studies yang berbasis di Seoul. Paviliun ini di Kensington, London resmi dibuka pada tanggal 7 Juni – 27 Oktober 2024.

serparantine pavilion london

Bertajuk “Archipelagic Void”, paviliun terdiri dari lima bagian. Semua bagian saling terhubung dan masing-masing memiliki keunikan dari segi ukuran, tinggi, dan bentuk. Paviliun ini memiliki lengkungan yang unik di tengah lima bagian sebagai penerangan alami. Setiap bagian tersebut menampilkan ruang yang mengacu pada kuil “mandang”.

Baca juga: THEVERYMANY Ciptakan Cherry Blossom Pavilion di Taiwan

Acara pembuka dimulai dengan talkshow yang diisi oleh Minsuk Cho dan Direktur Artistik Sepertine, Hans Ulrich Obrist pada tanggal 7 Juni 2024. Berikut fungsi dan nama kelima bagian tersebut.

1. Gallery

Serpentine Pavilion di London

Ruangan ini menawarkan instalasi suara enam saluran dari komposer Jan Young-Gyu. Karyanya menggabungkan suara alam dan aktivitas manusia yang direkam di Kensington Gardens dengan musik vokal dan instrumen tradisional Korea. Karya tersebut menggambarkan peralihan musim dan respon lanskap, serta ekologi Taman yang terus berkembang.

2. Library of Unread Books

Serparantine Pavilion by Minsuk Cho

Perpustakaan ini terletak di bagian utara. Karya ini didesain oleh seniman Herman Chong dan Reneé Staal. Disini, pengunjung dapat membawa buku pribadi mereka yang belum terpakai dan belum pernah dibaca ke paviliun. Kegiatan ini membentuk kumpulan pengetahuan umum, akses gagasan, dan distribusi politik.

Baca juga: Kersan Art Space: Galeri Seni Elegan di Gunung Sempu, Bantul

3. Tea House

serpentine pavilion
default

Tea House mengacu pada sejarah gedung Serpentine yang dulunya digunakan sebagai rumah teh hingga awal tahun 1960-an. Ruangan ini dirancang oleh James Gray West.

4. Play Tower

Play Tower in Serparantine Pavilion

Ply Tower menawarkan keceriaan dan kreativitas dengan menciptakan struktur yang dilengkapi jaring oranye terang. Seperti namanya, ruangan ini mendorong pengunjung untuk bermain. Di tempat ini, pengunjung dapat memanjat jaring dan berinteraksi dengan pengunjung lainnya.

5. Auditorium

auditorium at serparantine pavilion 2024

Auditorium memiliki luasan yang lebih lega dibandingkan dengan empat ruangan lainnya. Ruangan ini dilengkapi bangku. Untuk menggambarkan ruang yang fleksibel, bangku dibangun pada dinding bagian dalamnya.

“Kami telah mengeksplorasi lebih dari 20 literasi di tengah halaman rumput dari daftar arsitek dan seniman hebat. Untuk melakukan pendekatan dengan chapter yang berbeda,” kata Cho.

Baca juga: Hassell Selesaikan Gedung “Democratis and Nonhierarhical” di Sydney

Alih-alih melihatnya sebagai tanggung jawab, Cho dan timnya menerima tantangan dengan mempertimbangkan banyak elemen peripheral sambil mengeksplorasi ruang kosong Serpentine Pavilion. Kami menyulap ruang kosong dengan mengalihkan fokus arsitektural dari sejarah bangunan ini.

Setiap tahun paviliun ini menawarkan panggung bagi arsitek terkemuka dan pendatang baru untuk bereksperimen melalui tema-tema penting bidang arsitektur. Sehingga hal ini dapat memfasilitasi kemungkinan-kemungkinan dan narasi-narasi baru.

Archipelagic Void arsitek internasioal James Gray West Jan Young-Gyu Mass Studies Minsuk Cho Paviliun London Serpentine Pavilion
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Suzhou Museum of Contemporary Art : Kritik atas Arsitektur Ikonik

January 14, 2026

Membaca Therme Vals Karya Peter Zumthor

January 13, 2026

Intaaya Retreat — Arsitektur Wellness Berbasis Material Alami di Nusa Penida

January 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Yoyogi National Gymnasium — Struktur Tarik sebagai Strategi Ruang Publik

February 20, 2026

Mencatat Ketangguhan Praktik Arsitektur lewat Meeting Marathon YYAF Resilient di Yogyakarta

February 17, 2026

Mencatat Ulang Relasi Manusia dan Mesin : Liputan Expertise Talkshow tentang AI dan Masa Depan Kreatif

February 16, 2026

New Science and Technology Museum of Henan Province — Arsitektur Sains sebagai Lanskap Publik

February 7, 2026

Y.B. Mangunwijaya (Romo Mangun) dan Arsitektur Sosial di Indonesia

February 6, 2026

Kisho Kurokawa : Metabolisme Jepang dan Gagasan Arsitektur Adaptif

February 5, 2026

RM. Pantjaran, Sleman: Rumah Makan dengan Pendekatan Ruang Terbuka dan Tata Massa Linear

January 29, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.