Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Balkon: Sejarah dan Fungsinya Dulu dan Sekarang
Info

Balkon: Sejarah dan Fungsinya Dulu dan Sekarang

gravitarchiBy gravitarchiOctober 27, 2024No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
balkon
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Balkon merupakan salah satu area multifungsi yang wajib ada pada bangunan bertingkat. Biasanya luas area ini hampir sama dengan pintu, namun ada pula yang ukurannya lebih luas dari itu. Lantas, apa itu balkon?

Mengutip Britannica, balkon sudah ada sejak abad ke-19 dan menjadi area yang serba guna. Balkon adalah teras terbuka yang bagian terluarnya dikelilingi pagar dengan ketinggian 1 meter dan biasanya area ini terletak di bagian atas bangunan.

Sejarah Balkon

balkon

Menurut buku Sunlight and Shade in the First Cities, arkeolog perkotaan Mary Shepperson berpendapat bahwa kemungkinan keberadaan balkon muncul pada 3000 SM di Iran. Kemunculannya berawal dari seorang Mesopotamia kuno yang membangun tembok pembatas yang menjorok untuk melindungi jalan dari panasnya sinar matahari.

Baca juga: Kenapa Bangunan Peninggalan Belanda Masih Kokoh? Ini Rahasiannya

Melansir Domus Magazine, balkon diciptakan di Mesir dan Persia sebagai tempat upacara tertentu yang mirip dengan mimbar. Di Roma kuno, balkon paling tua bernama Maenianum adalah area terbuka kaisar dan senator untuk menyaksikan gladiator saling berkompetisi di Colosseum. Kompetisi tersebut dilihat oleh publik.

Pada zaman Romawi klasik hingga zaman Victoria, balkon di gedung publik digunakan untuk menyampaikan pidato kepada banyak orang. Pada masa abad pertengahan dan Renaissance, area ini dibuat dari batu atau kayu yang disusun rapi.

Di beberapa negara islam, balkon digunakan untuk mengumandangkan azan di atas menara. Lalu di negara Jepang, biasanya keberadaannya selalu ada di setiap lantai bangunan. Umumnya area ini dibuat dari material kayu.

Baca juga: Rumah Industrial Minimalis 2 Lantai dengan Tambahan Mezzanine

Fungsi Balkon

balkon

Seiring berjalannya waktu, balkon memiliki fungsi, desain, dan tujuan baru. Saat ini, keberadaan balkon rumah dengan lahan terbatas berfungsi untuk memperbesar ruangan di hunian. Mengutip Balcony Guide, saat ini fungsi balkon bisa Anda maksimalkan.

Tempat Bersantai

Balkon bisa Anda sulap menjadi tempat bersantai untuk menghabiskan waktu dengan membaca buku, menikmati pemandangan, maupun berkumpul dan bermain dengan keluarga. Selain itu, Anda juga bisa menenangkan pikiran sembari menikmati udara segar dan hangatnya cahaya matahari di pagi hari.

Baca juga: Interior Rumah Mewah Bergaya Klasik di Sleman

Area Berkebun

Area balkon memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang baik, sehingga cocok digunakan sebagai area berkebun. Jika Anda senang berkebun namun lahan di rumah terbatas, Anda bisa menggunakan area ini menjadi area berkebun. Anda bisa menanam sayur, bunga, hingga buah dan menempatkannya di pot yang cukup besar.

Selain membuat rumah terasa sejuk, sayur dan buah yang Anda tanam juga bisa dinikmati bersama dengan keluarga. Tertarik mengubah balkon rumah menjadi tempat berkebun?

Baca juga: Desain Interior Minimalis dengan Budget Terbatas di Yogyakarta

Tempat Penyimpanan Barang

Rumah Anda terasa sesak dan sempit karena penuh dengan barang-barang? Nah, Anda bisa memanfaatkan balkon sebagai tempat penyimpanan tambahan. Jika desainnya cenderung terbuka, Anda bisa menempatkan kursi dan meja yang tidak terpakai untuk disulap menjadi ruang bersantai.

Untuk desain yang tertutup, Anda bisa memaksimalkannya sebagai ruang multifungsi. Anda bisa menjadikannya sebagai gudang, ruang kerja, ruang bermain anak, ruang membaca, maupun ruang makan. Untuk mempercantik area ini, Anda bisa mengecat maupun menambahkan sedikit dekorasi.

balkon balkon adalah balkon rumah fungsi balkon rumah sejarah balkon
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026

Yoyogi National Gymnasium — Struktur Tarik sebagai Strategi Ruang Publik

February 20, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Menuju Jakal Design Week 2026 : Awal Kolaborasi di Koridor Jalan Kaliurang

April 15, 2026

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Belajar Arsitektur Kontekstual dari Eko Prawoto

April 9, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026

Bjarke Ingels dan Pragmatic Utopia : Ketika Arsitektur Menjadi Negosiasi Realitas

April 2, 2026

Yoyogi National Gymnasium — Struktur Tarik sebagai Strategi Ruang Publik

February 20, 2026

Mencatat Ketangguhan Praktik Arsitektur lewat Meeting Marathon YYAF Resilient di Yogyakarta

February 17, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.