Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Arsitektur Gedung Balai Pemuda, Tongkrongan Para Elite Kolonial
Info

Arsitektur Gedung Balai Pemuda, Tongkrongan Para Elite Kolonial

gravitarchiBy gravitarchiAugust 28, 2024No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
balai pemuda surabaya
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Gedung Balai Pemuda adalah bangunan cagar budaya yang menyimpan peristiwa sejarah di Surabaya. Gedung yang berlokasi di Jalan Gubernur Suryo, Nomor 15, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya ini dibangun pada tahun tahun 1907 saat masa kolonial Hindia-Belanda.

Balai Pemuda dirancang oleh arsitek Belanda bernama Westmaes. Pada saat itu, bangunan ini termasuk bangunan pertama di Surabaya yang menggunakan struktur rangka baja. Karena pengaruh kolonial Belanda, maka gedung ini menerapkan gaya arsitektur Eropa yang identik dengan nuansa Gotik.

Baca juga: Bar dan Entertainment Room Industrial dengan Kearifan Lokal

Gaya Arsitektur Gedung Balai Pemuda

gedung balai pemuda

Mengutip Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya, Gedung Balai Pemuda mengusung gaya ekletisisme, yaitu gaya arsitektur campuran Neo Gothic, Renaissance, dan Klasika Romanika. Jika melihat dari segi arsitekturnya, gedung ini memiliki gewel dan tower, serta penggunaan atap pelana atau perisai yang mencerminkan style khas Eropa.

Aksen lengkung pada bukaan fasad juga meningkatkan karakter khas Eropa pada bangunan ini. Dinding fasad tidak menggunakan bata, melainkan batu tanpa plester. Hal ini memberikan keunikan tersendiri pada bangunan ini. Ornamen ala Eropa tampak pada penggunaan kaca patri pada menara dan aksen sulur-sulur. Konstruksi dinding pemikul bersifat masif, sebagai elemen dekorasi bangunan.

Baca juga: Keindahan Arsitektur dan Kontroversi Arsitek Taman Sari Yogyakarta

Tongkrongan Para Elite Kolonial di Surabaya

balai pemuda

Pada zaman kolonial Belanda, Balai Pemuda bernama De Simpangsche Societeit atau Simpangsche Club yang berarti tempat asosiasi atau klub para kaum elite. Klub tersebut pada saat itu digunakan sebagai tempat hiburan dan rekreasi orang Belanda untuk berpesta, berdansa, bermain billiard, kartu, dan sebagainya.

Terdapat tulisan “Verboden Voor Honden En Inlander” yang bermakna “Pribumi dan Anjing Dilarang Masuk”. Hingga saat ini, alat musik, meja makan, serta tulisan tersebut masih ada dan tersimpan rapi di dalam gedung.  

Fungsi Balai Pemuda Surabaya Saat Ini

arsitektur balai pemuda surabaya

Meski Balai Pemuda sudah terdaftar sebagai bangunan bersejarah dengan SK Walikota No. 188.45/25/402.1.04/1996, bangunan ini masih digunakan, lho. Pemerintah Surabaya bahkan menjadikan Balai Pemuda bagian dari alun-alun Kota Surabaya.

Baca juga: Desain Interior Minimarket Industrial Modern, Auto Laris Manis!

Terdapat perpustakaan, rumah bahasa, Bus SSCT (Surabaya Shopping and Culinary Track Tour), hingga Tourist Information Center. Tak hanya itu, gedung ini juga bisa disewakan untuk acara tertentu, seperti pameran atau pentas seni, bazar, seminar, dan kegiatan pertemuan.

alun-alun surabaya balai pemuda surabaya bangunan bersejarah di surabaya bangunan peninggalan kolonial belanda fasilitas balai pemuda gaya arsitektur balai pemuda gedung balai pemuda
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026

Yoyogi National Gymnasium — Struktur Tarik sebagai Strategi Ruang Publik

February 20, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Belajar Arsitektur Kontekstual dari Eko Prawoto

April 9, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026

Bjarke Ingels dan Pragmatic Utopia : Ketika Arsitektur Menjadi Negosiasi Realitas

April 2, 2026

Yoyogi National Gymnasium — Struktur Tarik sebagai Strategi Ruang Publik

February 20, 2026

Mencatat Ketangguhan Praktik Arsitektur lewat Meeting Marathon YYAF Resilient di Yogyakarta

February 17, 2026

Mencatat Ulang Relasi Manusia dan Mesin : Liputan Expertise Talkshow tentang AI dan Masa Depan Kreatif

February 16, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.