Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Pameran Capital Brutalism: Jelajahi Warisan Arsitektur Washington DC
Event

Pameran Capital Brutalism: Jelajahi Warisan Arsitektur Washington DC

gravitarchiBy gravitarchiJune 20, 2024No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Pameran Capital Brutalism, Jelajahi Warisan Arsitektur Washington
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pameran “Capital Brutalism” diselenggarakan oleh Southern Utah Museum of Art (SUMA). Sesuai tema yang diangkat, pameran ini menampilkan pameran arsitektur brutalis di Washington DC, Amerika Serikat. Jika ingin berkunjung, pameran ini dibuka hingga tanggal 17 Februari 2025.

Pengunjung akan disuguhkan dokumen arsip, gambar, model arsitektur, dan foto kontemporer asal-usul gerakan brutalis selama perang dingin di ibu kota Amerika Serikat. Selain itu, pameran ini juga menghadirkan desain ulang spekulatif yang dibuat oleh studio arsitektur terkenal, diantaranya Brooks + Scarpa, Diller Scofido + Renfro, Studio Gang, dan BLDUS.

Baca juga: 10 Jurusan Arsitektur Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2024

Apa itu Arsitektur Brutalis?

Apa itu Arsitektur Brutalis

Mengutip Royal Institute of British Architects (RIBA), arsitektur brutalis adalah gaya arsitektur yang menekankan tekstur dan konstruksi, serta material untuk menghasilkan bangunan dengan bentuk yang sangat ekspresif.

Istilah brutalis berasal dari kata Prancis “brut” yang artinya mentah atau tidak diolah (ekspos). Dengan menonjolkan material ekspos pada bangunan, arsitektur brutalis menghadirkan kesan kokoh dan futuristik.

Istilah tersebut diciptakan oleh arsitek Swedia, Hans Asplund dan dipopulerkan oleh kritikus arsitektur Inggris bernama Reyner Banham pada tahun 1955. Desain arsitektur ini lahir pada tahun 1950-an dan menyebar ke seluruh Eropa, Amerika Serikat, Uni Soviet, dan seluruh dunia.

Baca juga: Desain Rumah Industrial Modern di Purworejo, Jawa Tengah

Selama tahun 1960-an hingga 1970-an, arsitektur brutalis telah menciptakan berbagai landmark, di antaranya Gedung Weaver milik Marcel Breur, Interstate 395, dan L’Enfant Plaza milik IM Pei.

Menampilkan 7 Bangunan Kontroversial di Washington DC

Pameran Capital Brutalism

Berpusat pada arsitektur lokal, pameran ini menawarkan eksplorasi yang menarik mengenai sejarah, budaya, hingga dampak langsung dari arsitektur tersebut. Terdapat tujuh bangunan yang menarik perhatian pengunjung dalam pameran ini, yaitu:

  1. Hirshhorn Museum and Sculpture Garden
  2. Gedung The Robert C. Weaver Federal
  3. Gedung Hubert H. Humphrey
  4. Lauinger Library (Georgetown University)
  5. J. Edgar Hoover Federal Bureau of Investigation (Markas Besar FBI)
  6. Gedung James V. Forrestal
  7. The Euram di Dupont Circle

Pameran ini berupaya mengungkap dampak sosial dan ekonomi dari arsitektur brutalis melalui bahan arsip. Dalam pameran ini, bangunan brutalis menghadapi penolakan publik secara luas hingga dijuluki sebagai bangunan “ugly” secara global.

Baca juga: Interior Kitchen Set Ibu Wiwis

Namun pada saat yang sama, gaya arsitektur ini dianggap memiliki nilai budaya hingga memicu upaya pelestarian. Melalui pameran Capital Brutalism, pengunjung dapat mengeksplorasi sisa bangunan-bangunan tersebut, baik renovasi atau pembongkaran, hingga tantangan di balik tindakan tersebut. Menarik, bukan?

arsitektur brutalis Bangunan Kontroversial di Washington DC bangunan material ekspos Capital Brutalism Hans Asplund pameran arsitektur brutalis amerika Southern Utah Museum of Art (SUMA
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Menuju Jakal Design Week 2026 : Awal Kolaborasi di Koridor Jalan Kaliurang

April 15, 2026

Mencatat Ketangguhan Praktik Arsitektur lewat Meeting Marathon YYAF Resilient di Yogyakarta

February 17, 2026

Mencatat Ulang Relasi Manusia dan Mesin : Liputan Expertise Talkshow tentang AI dan Masa Depan Kreatif

February 16, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Kenapa Thomas Heatherwick Selalu Diperdebatkan?

April 27, 2026

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Menuju Jakal Design Week 2026 : Awal Kolaborasi di Koridor Jalan Kaliurang

April 15, 2026

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Belajar Arsitektur Kontekstual dari Eko Prawoto

April 9, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.