Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Mengenal Sick Building Syndrome, Arsitek Wajib Tahu!
Info

Mengenal Sick Building Syndrome, Arsitek Wajib Tahu!

gravitarchiBy gravitarchiDecember 6, 2024No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Sick Building Syndrome
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Terkekang dalam ruangan yang tidak sehat dapat membuat seseorang sakit. Hal ini didukung oleh debu di dalam ruang yang ternyata lebih banyak dibandingkan dengan udara di luar ruangan. Debu yang terperangkap di dalam ruangan dapat menyebabkan sick building syndrome (SBS).

Desain bangunan dan gedung cukup mempengaruhi terjadinya sindrom ini. Hal ini didukung oleh keterbatasan lahan dan kebutuhan ruangan yang banyak. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai sick building syndrome, simak pembahasan di bawah ini.

Apa Itu Sick Building Syndrome?

Sick Building Syndrome

Melansir Kemenkes, sick building syndrome atau sindrom gedung sakit merupakan situasi seseorang di dalam gedung yang mengalami gejala akut dan situasi tidak nyaman berkaitan dengan waktu yang dihabiskan di dalam gedung, tapi tidak ada penyakit yang atau penyebab spesifik yang diidentifikasi.

Baca juga: Apa Itu Material Lokal? Begini Pemanfaatannya dalam Arsitektur

Sick building syndrome paling umum terjadi di tempat kerja dan sering ditemukan juga pada kantor terbuka, sekolah, perpustakaan, dan museum. Gejalanya mungkin terjadi di ruangan atau bagian ruangan tertentu maupun di seluruh bangunan.

Gejala Sick Building Syndrome (SBS)

Sindrom ini berkaitan dengan kesehatan pernapasan dan psikologis. Siapa saja dapat mengalami SBS. Gejala umum dapat membaik atau menghilang setelah penderita meninggalkan gedung. Namun orang yang berbeda dalam satu gedung yang sama dapat mengalami gejala dan tingkat ketidaknyamanan yang berbeda.

Baca juga: Desain Interior Kontemporer dengan Aksen Natural yang Fresh

Mengutip Designing Buildings, berikut beberapa gejala SBS.

  • Rasa sakit dan nyeri
  • Sakit kepala dan pusing
  • Mual
  • Hidung iritasi, tersumbat, dan berair
  • Iritasi mata dan tenggorokan
  • Kelelahan
  • Konsentrasi buruk
  • Iritasi kulit
  • Sesak napas atau sesak dada

Gejala di atas banyak dialami oleh pekerja kantoran di gedung-gedung modern dengan pendingin ruangan tanpa jendela yang bisa dibuka. Risiko lebih tinggi terjadi pada pekerja yang melakukan pekerjaan rutin di depan layar komputer dan wanita rentan mengalami sindrom ini dibandingkan pria.

Solusi Desain Arsitektur

Sejak kesadaran SBS meningkat sejak tahun 1970-an, para peneliti berhasil menemukan penyebabnya. Faktor yang paling umum yang menyebabkan SBS di antaranya, ventilasi tidak memadai, tingkat kebisingan yang tinggi, debu, polutan kimia, standar kebersihan buruk, pencahayaan buruk, dan faktor psikologis berupa stres dan kelelahan.

Baca juga: Desain Interior Kos Japandi Modern Minimalis di Kalimantan Timur

Untuk menghindari pekerjaan perbaikan atau renovasi yang mahal, sick building syndrome dapat dicegah dengan mempertimbangkan tahap awal perencanaan pekerjaan bangunan baru dan perubahan. Perhatikan beberapa hal berikut ini.

  1. Kualitas dan suhu udara (ventilasi, pasokan udara luar ruangan, dan pergerakan udara)
  2. Kelembaban
  3. Pencahayaan
  4. Peralatan dan perabotan
  5. Kebisingan
  6. Pemeliharaan dan sistem layanan gedung
  7. Pembersihan dan perawatan kantor
apa itu Sick Building Syndrome gejala Sick Building Syndrome Sick Building Syndrome solusi Sick Building Syndrome
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Kenapa Thomas Heatherwick Selalu Diperdebatkan?

April 27, 2026

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Menuju Jakal Design Week 2026 : Awal Kolaborasi di Koridor Jalan Kaliurang

April 15, 2026

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Belajar Arsitektur Kontekstual dari Eko Prawoto

April 9, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.