Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Mengulas Sejarah dan Arsitektur Art Deco Stasiun Tanjung Priok
Info

Mengulas Sejarah dan Arsitektur Art Deco Stasiun Tanjung Priok

gravitarchiBy gravitarchiSeptember 3, 2024No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
stasiun tanjung priok
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Stasiun Tanjung Priok merupakan stasiun peninggalan kolonial Belanda yang menerapkan gaya arsitektur Art Deco. Stasiun ini termasuk bangunan cagar budaya di DKI Jakarta. Dalam proses pembangunannya, stasiun ini dibangun dua kali, yaitu pada tahun 1885 berada di kompleks pelabuhan, dan pada tahun 1925 di Batavia (Jakarta).

Stasiun pertama dibangun oleh Burgerlijke Openbare Werken pada tahun 1883 dan diresmikan pada 2 November 1885. Pembukaannya dilakukan secara bersamaan dengan pembukaan Pelabuhan Tanjung Priok.

Baca juga: Desain Renovasi Rumah Industrial 2 Lantai dengan Budget Minimalis

Karena aktivitas pelabuhan meningkat sejak awal abad ke-20, akhirnya pelabuhan diperluas dan stasiun digusur. Staatsspoorwegen (SS) kemudian mencari lahan kosong untuk membangun stasiun baru dan menugaskan Ir. C.W. Kosch sebagai arsitek utama. Bangunan stasiun memiliki luas lahan sekitar 3.678 meter persegi.

Stasiun mulai beroperasi pada 6 April 1925. Pembangunan stasiun oleh SS dianggap pemborosan, karena ukurannya sangat besar, nyaris sebesar Stasion Batavia-benedenstad (sekarang Stasiun Jakarta Kota).

Stasiun Tanjung Priok Pernah Berhenti Beroperasi

tanjung priok

Aktivitas pelabuhan yang sibuk, membuat kondisi bangunan tidak terawat dan ditelantarkan. Pada awal Januari 2000, PT Kereta Api menonaktifkan pelayanan penumpang. Beberapa bagian bangunan rusak, atap bangunan lepas, banyak kaca yang pecah, dan kerangka yang berkarat termakan usia. Tak hanya itu, peron dan emplesemen stasiun juga banyak ditinggali kaum tunawisma.

Karena prihatin dengan kondisi tersebut, PT Kereta Api merenovasi total stasiun pada akhir 2008. Pada 28 April 2009, stasiun kembali beroperasi dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersamaan dengan peresmian Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, Sejarah dan Karakteristik Arsitekturnya

Arsitektur Art Deco Stasiun Tanjung Priok

stasiun tanjung priok jakarta

Arsitektur Art Deco menggabungkan sentuhan arsitektur modern dengan unsur dekoratif. Style Art Deco tampak pada desain bangunan yang sederhana dan geometris. Permainan garis vertikal dan horizontal terlihat jelas pada kolom, bukaan, list atap, lekukan dinding, lubang pada jalusi, dan balustrade pada selasar bangunan.

Meski stasiun ini bukan stasiun pusat, namun desainnya cukup modern. Hal ini karena adanya penggunaan kerangka overcapping berbentuk busur yang memayungi 6 jalur kereta api. Struktur baja yang digunakan kala itu sudah umum digunakan di stasiun-stasiun Eropa abad ke-20. Desain tersebut punya kemiripan dengan Stasiun Central Amsterdam di Belanda.

Baca juga: Interior Ruang Kelas TK Fungsional dengan Elemen Natural

Kesan megah tampak pada penggunaan kaca patri dan ornamen profil keramik. Selain itu, penggunaan kolom-kolom besar pada bangunan utama memberikan kesan kokoh, begitu pula struktur rangka baja lengkung pada peron.

Stasiun Tanjung Priok juga punya 3 bunker bawah tanah, lho. Konon katanya bunker tersebut difungsikan sebagai tempat penyimpanan barang. Salah satu sisa peninggalan yang masih bisa dijumpai hingga saat ini adalah 3 urinoir yang berada di toilet bangsawan.

arsitektur art deco bunker bawah tanah stasiun tanjung priok pelabuhan tanjung priok sejarah stasiun tanjung priok stasiun tanjung priok stasiun tanjung priok pernah digusur tanjung priuk
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Îlot Balmoral : Simbol Ekonomi Kreatif di Jantung Montreal

June 15, 2026

Nurse Dormitory Chulalongkorn Memorial Hospital : Fasad Zig-Zag untuk Privasi dan Kenyamanan Penghuni

June 12, 2026

Shining Hat Expo Hall : Simbol Baru Expo 2025 Osaka

June 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Îlot Balmoral : Simbol Ekonomi Kreatif di Jantung Montreal

June 15, 2026

Nurse Dormitory Chulalongkorn Memorial Hospital : Fasad Zig-Zag untuk Privasi dan Kenyamanan Penghuni

June 12, 2026

Antonius Richard dan Upaya Mendekatkan Arsitektur Berkelanjutan

June 10, 2026

Shining Hat Expo Hall : Simbol Baru Expo 2025 Osaka

June 5, 2026

Mien Ruys dan Cara Baru Memandang Lanskap

June 4, 2026

Memaknai Sintesis dalam Arsitektur : Refleksi dari ARCH:ID 2026

June 4, 2026

Qapital by Kengo Kuma & Associates : Menafsir Lanskap Andes ke Dalam Arsitektur Vertikal

May 26, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.