Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » 4 Jenis Pondasi Rumah 2 Lantai Beserta Kedalamannya
Info Struktur

4 Jenis Pondasi Rumah 2 Lantai Beserta Kedalamannya

gravitarchiBy gravitarchiJuly 27, 2024No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Pondasi Rumah 2 Lantai
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pondasi menjadi elemen vital dari sebuah bangunan, karena berfungsi menopang beban bagian bawah hingga atas bangunan. Oleh karena itu, pemilihan pondasi rumah 2 lantai tidak boleh disamakan dengan jenis pondasi rumah 1 lantai. Mengapa demikian?

Kedalaman pondasi rumah lantai 1 dan rumah lantai 2 memiliki perbedaan, hal ini dipengaruhi oleh beban hidup dan beban mati bangunan. Selain kedalamannya, ada beberapa faktor lainnya yang memengaruhi pemilihan jenis pondasi, di antaranya:

  1. Kondisi tanah
  2. Desain arsitektur
  3. Kebutuhan lahan
  4. Beban bangunan
  5. Regulasi bangunan lokal

Baca juga: Mau Bangun Rumah? Kenali Ciri-ciri Pondasi Rumah yang Kuat

Jenis Pondasi untuk Rumah 2 Lantai

Jenis Pondasi Rumah 2 Lantai

Sebelum merencanakan pembangunan rumah 2 lantai, pemilihan pondasi menjadi hal krusial yang harus dipikirkan dengan matang. Karena hal ini akan memengaruhi kestabilan dan keamanan struktur bangunan. Ada beberapa jenis pondasi yang sering digunakan, yaitu:

1. Pondasi Cakar Ayam

Pondasi ini menggunakan metode pengikat beton untuk menghubungan dua beton berbeda atau memperkuat sambungan antar beton yang sudah ada dengan beton baru. Biasanya dalam pembangunannya, pondasi ini menggunakan beton bertulang dengan kedalaman 120 cm hingga 2 meter.

2. Floot Plat

Pondasi tapak atau floot plat sering digunakan untuk pembangunan rumah bertingkat karena mampu mendistribusikan beban bangunan secara merata ke dalam tanah. Sehingga dapat mencegah penurunan maupun pergeseran struktur bangunan. Kedalaman pondasi ini sekitar 1-2 meter dengan penambahan strauss pile untuk menambah kekuatan pondasi.

Baca juga: Desain Rumah Scandinavian 2 Lantai di Karawang, Jawa Barat

3. Pondasi Tiang Pancang

Pondasi tiang pancang berbentuk menyerupai kolom dari semen atau baja dengan tekanan gravitasi kuat dan merata. Pondasi ini menggunakan tiang-tiang yang ditanam ke dalam tanah sekitar 4,4 meter hingga 13 meter. Hal ini berguna untuk menyalurkan beban struktur bangunan hingga ke bawah lapisan tanah.

4. Pondasi Bore Pile

Pondasi bore pile atau tiang bor sering digunakan karena memiliki kedalaman 2 meter hingga 20 meter. Jika pengerjaannya baik, pondasi jenis ini memiliki ketahanan yang sangat kuat. Untuk membuat pondasi, mesin bor akan mengebor tanah hingga kedalaman tertentu. Setelah itu, tulang besi dimasukkan dan diisi beton.

Baca juga: Interior Hotel Jogja dengan Nuansa Tradisional dan Modern

Pemilihan pondasi rumah 2 lantai membutuhkan pemahaman terhadap faktor-faktor tertentu. Oleh karena itu, jangan sampai salah menentukan pondasi untuk rumah tercinta Anda, ya. 

Pemilihan pondasi berkaitan erat dengan penentuan desain arsitektur. Jika saat ini Anda masih bingung menentukan desain rumah atau bangunan, serta pondasi yang tepat, Anda bisa berkonsultasi dengan tim arsitek R3 Studio. Tertarik? Klik disini untuk konsultasi.

pondasi bangunan pondasi kuat pondasi rumah pondasi rumah 2 lantai pondasi rumah tahan gempa
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Prinsip Dasar Struktur Bangunan dalam Arsitektur

November 26, 2024

Mengenal Struktur Rangka Atap Bangunan Beserta Fungsinya

November 15, 2024

5 Kesalahan Fatal Membangun Rumah yang Sering Dilakukan

October 30, 2024
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Kenapa Thomas Heatherwick Selalu Diperdebatkan?

April 27, 2026

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Menuju Jakal Design Week 2026 : Awal Kolaborasi di Koridor Jalan Kaliurang

April 15, 2026

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Belajar Arsitektur Kontekstual dari Eko Prawoto

April 9, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.