Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Zaha Hadid Architects Merancang River Culture and Art Center China
News

Zaha Hadid Architects Merancang River Culture and Art Center China

gravitarchiBy gravitarchiJanuary 6, 2025No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Zaha Hadid Architects
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Zaha Hadid Architects telah merancang kawasan River Culture and Center yang direncanakan terletak di daerah Shangyu, Shaoxing, provinsi Zhejiang, Tiongkok (China). Proyek ini terletak di sepanjang Sungai Cao’e yang menyimpan sejarah bagi masyarakat setempat.

Diharapkan tempat tersebut dapat berfungsi sebagai ruang budaya dan seni utama bagi pengunjung dan masyarakat setempat. Kawasan pusat seni dan budaya Cao’e mengusung konsep yang unik. Berikut detail konsep desain dan fasilitas yang ditawarkan.

Konsep Desain

Zaha Hadid Architects

Kawasan yang dirancang oleh Zaha Hadid Architects ini mengusung konsep desain yang memadukan fungsionalitas kontemporer dengan tradisi budaya dan arsitektur setempat. Kawasan ini menonjolkan halaman terbuka yang terhubung dengan area bagian dalam dan meluas ke lanskap di sekitarnya.

Baca juga: 5 Tips Membuat Dapur Terbuka Lebih Nyaman dan Bikin Betah

Area luar menghadirkan ruang publik untuk berkumpul, bersosialisasi, dan berekreasi di sepanjang tepi sungai. Arsitektur bangunan terinspirasi dari tradisi lokal yang menggabungkan atap pelana dan genteng kaca. Sementara fasadnya menggunakan keramik celadon yang berwarna hijau giok yang diproduksi di daerah tersebut. Uniknya, material tradisional yang digunakan dikombinasikan dengan praktik arsitektur kontemporer.

Meski bangunan menggunakan banyak material kaca, namun atap miring yang besar dan menjorok lebar mampu memberikan keteduhan untuk fasad kaca dan halaman luar. Dengan demikian, area tersebut terasa lebih teduh meski cuaca sedang panas.

Zaha Hadid Architects Fasad selatan memiliki atap yang panjang, dilangkapi panel fotovoltaik yang diintegrasikan dengan struktur atap untuk mengurangi ketergantungan energi. Hal tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan. Secara keseluruhan, desain bangunan mengusung konsep arsitektur tradisional dan kontemporer yang ramah lingkungan.

Baca juga: Rumah Industrial Minimalis Yogyakarta dengan Style Ala Cafe

Fasilitas Gedung

Zaha Hadid Architects

River Culture and Art Center merupakan lembaga budaya multifungsi karena memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung berbagai kegiatan budaya seperti opera, tari, drama, hingga teater musikal. Fasilitas tersebut meliputi Grand Theater dengan kapasitas 1.400 kursi, Black-Box Hall multifungsi berkapasitas 500 kursi, Pusat Seni dan Pendidikan seluas 2.900 meter persegi, dan Pusat Konferensi seluas 3.000 meter persegi.

Baca juga: Interior Kos Industrial dengan Konsep Ruang Makan Ala Cafe

Selain itu, terdapat juga Museum Warisan seluas 7.500 meter persegi, dan Galeri Seni Digital seluas 10.000 meter persegi. Ruang-ruang tersebut bertujuan untuk mengakomodasi berbagai pertunjukan, pameran, dan program pendidikan.

arsitektur china Berita Arsitektur River Culture and Art Center China Zaha Hadid Zaha Hadid Architects
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Suzhou Museum of Contemporary Art : Kritik atas Arsitektur Ikonik

January 14, 2026

Membaca Therme Vals Karya Peter Zumthor

January 13, 2026

Intaaya Retreat — Arsitektur Wellness Berbasis Material Alami di Nusa Penida

January 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Mencatat Ketangguhan Praktik Arsitektur lewat Meeting Marathon YYAF Resilient di Yogyakarta

February 17, 2026

Mencatat Ulang Relasi Manusia dan Mesin : Liputan Expertise Talkshow tentang AI dan Masa Depan Kreatif

February 16, 2026

New Science and Technology Museum of Henan Province — Arsitektur Sains sebagai Lanskap Publik

February 7, 2026

Y.B. Mangunwijaya (Romo Mangun) dan Arsitektur Sosial di Indonesia

February 6, 2026

Kisho Kurokawa : Metabolisme Jepang dan Gagasan Arsitektur Adaptif

February 5, 2026

RM. Pantjaran, Sleman: Rumah Makan dengan Pendekatan Ruang Terbuka dan Tata Massa Linear

January 29, 2026

Tiga by Kanca : Merancang Pengalaman Ruang melalui Arsitektur Slow Bar

January 26, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.