Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Kolaborasi Pemkot Yogyakarta dan IAI DIY Wujudkan Tata Kota Berbasis Heritage
News

Kolaborasi Pemkot Yogyakarta dan IAI DIY Wujudkan Tata Kota Berbasis Heritage

gravitarchiBy gravitarchiNovember 3, 2025No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen menjaga dan memperkuat karakter kawasan heritage melalui kerja sama strategis dengan Ikatan Arsitek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (IAI DIY). Komitmen tersebut mengemuka dalam peringatan HUT ke-50 IAI DIY yang digelar di Secret Garden Resto, Sabtu (1/11).

Baca Juga : 6 Destinasi Wisata di Jogja dengan Arsitektur yang Memukau

Komitmen Pemkot Yogyakarta dalam Menjaga Karakter Kota

Pemerintah Kota Yogyakarta memandang penting peran arsitek dalam menata wajah kota agar tetap mencerminkan nilai budaya dan filosofi lokal. Dalam acara tersebut, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan bahwa arsitek memiliki kontribusi besar dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian identitas kota.

Pemkot Yogyakarta juga berencana memperkuat kerja sama dengan IAI DIY untuk merancang tata kota yang selaras dengan local wisdom. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memastikan pembangunan kawasan berlangsung terarah dan tetap berpijak pada nilai budaya.

Sebagai bagian dari rencana tersebut, pemerintah mendorong penerapan prinsip desain kontekstual di berbagai kawasan, termasuk wilayah Mantrijeron yang merupakan bagian dari Sumbu Filosofis Yogyakarta. Pemkot juga menginginkan adanya elemen penanda khas di pintu-pintu masuk kota yang dapat mempertegas identitas Yogyakarta sebagai kota budaya.

Program “Satu Kampung Satu Arsitek”

Dalam kesempatan yang sama, Ketua IAI DIY, Erlangga Winoto, menyampaikan bahwa visi Pemkot Yogyakarta sejalan dengan program IAI DIY, yaitu “Satu Kampung Satu Arsitek”. Program ini telah dijalankan sejak 2017 dan resmi diluncurkan secara nasional pada 17 Agustus 2025.

Melalui program ini, arsitek IAI DIY mendampingi masyarakat dalam menyusun masterplan kawasan di tingkat kampung. Pendampingan dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan agar pembangunan lebih terarah dan berkelanjutan. Hasil perencanaan tersebut dapat digunakan sebagai dasar dalam proses Musrenbang, sehingga setiap kegiatan pembangunan kampung memiliki arah yang jelas dan tidak tumpang tindih.

Kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat karakter lokal setiap kampung di Yogyakarta, menciptakan kawasan yang tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki identitas khas Jogja.

Fokus pada Kawasan Cagar Budaya

Yogyakarta memiliki lebih dari 60 persen wilayah yang termasuk kawasan cagar budaya, di antaranya Kotagede, Kotabaru, Pakualaman, dan Keraton. Karena itu, peran arsitek menjadi sangat penting dalam menjaga keselarasan antara modernisasi dan pelestarian.

IAI DIY saat ini memiliki 108 arsitek berlisensi yang berwenang menjadi penanggung jawab dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), terutama di kawasan Sumbu Filosofis. Para arsitek tersebut telah tersertifikasi oleh DPMPTSP DIY dan Dinas PUPESDM DIY, memastikan setiap proses pembangunan tetap mengacu pada regulasi dan mempertimbangkan aspek kearifan lokal.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik dan pelaku pembangunan tentang pentingnya menjaga nilai budaya dalam desain arsitektur.

Baca Juga : Transisi Gaya Arsitektur di Kota Jogja

Arah Kolaborasi ke Depan

Kolaborasi antara Pemkot Yogyakarta dan IAI DIY menjadi momentum penting dalam upaya menjaga wajah kota di tengah perkembangan zaman. Melalui sinergi yang terencana, kedua pihak berkomitmen menghadirkan pembangunan yang modern namun tetap berpijak pada akar budaya.

IAI DIY juga berperan aktif dalam mengawal penerapan regulasi arsitektur yang berbasis nilai-nilai lokal, termasuk dalam proses perizinan bangunan dan pengendalian visual kota. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota heritage yang mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan identitasnya.

Kolaborasi ini menjadi simbol sinergi antara profesi arsitek dan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan budaya, lingkungan, dan ruang hidup kota.

arsitek arsitektur ikatan arsitek Indonesia ikatan arsitek indonesia provinsi DIY
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Yoyogi National Gymnasium — Struktur Tarik sebagai Strategi Ruang Publik

February 20, 2026

Tiga by Kanca : Merancang Pengalaman Ruang melalui Arsitektur Slow Bar

January 26, 2026

Suzhou Museum of Contemporary Art : Kritik atas Arsitektur Ikonik

January 14, 2026

Comments are closed.

Demo
Artikel Terbaru

Yoyogi National Gymnasium — Struktur Tarik sebagai Strategi Ruang Publik

February 20, 2026

Mencatat Ketangguhan Praktik Arsitektur lewat Meeting Marathon YYAF Resilient di Yogyakarta

February 17, 2026

Mencatat Ulang Relasi Manusia dan Mesin : Liputan Expertise Talkshow tentang AI dan Masa Depan Kreatif

February 16, 2026

New Science and Technology Museum of Henan Province — Arsitektur Sains sebagai Lanskap Publik

February 7, 2026

Y.B. Mangunwijaya (Romo Mangun) dan Arsitektur Sosial di Indonesia

February 6, 2026

Kisho Kurokawa : Metabolisme Jepang dan Gagasan Arsitektur Adaptif

February 5, 2026

RM. Pantjaran, Sleman: Rumah Makan dengan Pendekatan Ruang Terbuka dan Tata Massa Linear

January 29, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.