Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Kenapa Rumah Jepang Pakai Pintu Geser? Ternyata Ini Alasannya
Info

Kenapa Rumah Jepang Pakai Pintu Geser? Ternyata Ini Alasannya

gravitarchiBy gravitarchiOctober 22, 20241 Comment2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
rumah jepang
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Rumah tradisional Jepang identik dengan pintu geser yang terbuat dari material alami, seperti kayu dan bambu. Sejak dulu, pintu geser sudah menjadi hal penting dalam menjaga keharmonisan estetika dan efisiensi fungsional ruang.

Menurut Tokyo Weekender, pintu geser diperkirakan berasal dari Tiongkok, namun penggunaannya di Jepang juga ditemukan dalam literatur abad ke-8. Pada saat itu, pintu geser digunakan di rumah-rumah bangsawan terkenal pada periode Heian (794-1185) sebagai partisi ruangan.

Baca juga: Mengenal Garis Sempadan Bangunan dan Sanksi bagi Pelanggar

Mengutip Mojo Boutique, salah satu alasan penggunaan pintu geser di rumah Jepang karena fleksibilitasnya dalam pemanfaatan ruang. Sehingga memungkinkan penghuni melakukan transformasi ruangan dengan mudah sesuai kebutuhan.

Penggunaan pintu geser tak hanya menghemat ruang, tapi juga memberikan daya tarik visual rumah dan menghadirkan kesan alami, serta kedamaian dan ketenangan di dalam rumah.

Jenis Pintu Geser Rumah Jepang

rumah jepang

Desain rumah Jepang sangat memperhatikan lingkungan yang sehat. Dengan menerapkan desain pintu yang cerdik, penghuni rumah dapat terhubung dengan alam tanpa keluar rumah. Hal ini memungkinkan cahaya alami dan sirkulasi udara memenuhi ruangan, sehingga memberikan kenyaman psikologis kepada penghuni rumah.

Baca juga: Desain Interior Minimalis dengan Budget Terbatas di Yogyakarta

Melansir Tokyo Weekender, pintu geser Jepang terbagi menjadi dua jenis, yaitu fusuma dan shoji. Berikut penjelasan lengkap mengenai karakteristik pintu tersebut.

1. Fusuma

rumah jepang

Fusuma adalah pintu yang identik dengan ruang upacara minum teh Jepang atau chashitsu. Pintu jenis ini terdiri dari rangka kayu atau bambu dan panel dari kertas tebal. Saat pertama kali dikembangkan, fusuma digunakan di rumah bangsawan untuk memamerkan selera gambar atau lukisan indah bangsawan. Untuk bagian kisi-kisinya, biasanya dipernis dengan warna hitam.

2. Shoji

rumah jepang

Shoji adalah pintu geser dengan panel tembus pandang dari kertas Jepang atau washi, akrilik, dan kaca. Desain pintu ini membiarkan cahaya masuk, namun tetap menjaga privasi. Saat sinar matahari menyinari shoji yang tertutup, panel akan menyala dan mengubah kerangka gambar menjadi pemandangan siluet yang indah.

Baca juga: Desain Interior Rumah Industrial Japandi, Bikin Betah di Rumah

Biasanya shoji memiliki bagian yang dapat dilepas untuk menyorot elemen tertentu. Layaknya tirai, pintu jenis ini dapat dipisahkan menjadi dua secara vertikal dari bawah ke atas sesuai dengan kebutuhan dan keinginan penghuni rumah.

Hingga saat ini, penggunaan pintu geser di Jepang masih dilestarikan. Hal tersebut mencerminkan keseimbangan dinamis dalam melestarikan sejarah sekaligus merangkul modernitas.

interior jepang jenis pintu geser jepang jepang pintu geser di jepang pintu sliding rumah jepang rumah tradisional
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026

Yoyogi National Gymnasium — Struktur Tarik sebagai Strategi Ruang Publik

February 20, 2026

1 Comment

  1. Pingback: Desain Interior Kontemporer dengan Aksen Natural yang Fresh

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Menuju Jakal Design Week 2026 : Awal Kolaborasi di Koridor Jalan Kaliurang

April 15, 2026

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Belajar Arsitektur Kontekstual dari Eko Prawoto

April 9, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026

Bjarke Ingels dan Pragmatic Utopia : Ketika Arsitektur Menjadi Negosiasi Realitas

April 2, 2026

Yoyogi National Gymnasium — Struktur Tarik sebagai Strategi Ruang Publik

February 20, 2026

Mencatat Ketangguhan Praktik Arsitektur lewat Meeting Marathon YYAF Resilient di Yogyakarta

February 17, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.