Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Intaaya Retreat — Arsitektur Wellness Berbasis Material Alami di Nusa Penida
Info

Intaaya Retreat — Arsitektur Wellness Berbasis Material Alami di Nusa Penida

gravitarchiBy gravitarchiJanuary 5, 20262 Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Intaaya Retreat — Arsitektur Wellness Berbasis Material Alami di Nusa Penida. (Sumber : pbs.twimg.com)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Terletak di tebing Nusa Penida, Intaaya Retreat dirancang sebagai destinasi wellness yang mengintegrasikan arsitektur, lanskap, dan sistem berkelanjutan dalam satu kesatuan pengalaman ruang. Proyek karya Pablo Luna Studio ini tidak menempatkan bangunan sebagai objek dominan, melainkan sebagai bagian dari ekosistem alam yang bekerja secara aktif dan sadar lingkungan.

Alih-alih menonjolkan kemewahan visual, Intaaya mengedepankan kualitas ruang yang tenang, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.

Baca Juga : Villa Savoye : Manifesto Arsitektur Modern karya Le Corbusier

Pendekatan Desain: Arsitektur yang Dibangun dengan Tujuan

Intaaya dirancang dengan pendekatan purpose-driven architecture, di mana setiap keputusan material dan sistem konstruksi memiliki peran ekologis yang jelas. Bangunan tidak hanya memenuhi fungsi akomodasi, tetapi juga berkontribusi terhadap siklus alam di sekitarnya.

Strategi ini terlihat dari pemilihan material alami dan teknik konstruksi rendah emisi yang meminimalkan ketergantungan pada beton dan material industri berat.

Intaaya Retreat — Arsitektur Wellness Berbasis Material Alami di Nusa Penida. (Sumber : dezeen.com)

Strategi Lingkungan dan Material Alami

Penggunaan material di Intaaya berangkat dari prinsip lokalitas, daya tahan, dan jejak karbon rendah:

  • Kayu jati daur ulang
    Berasal dari bangunan joglo lama di Jawa dan Bali, digunakan untuk elemen struktur dan interior.
  • Bambu lokal
    Diproses dan dibentuk oleh pengrajin Bali, menjadi elemen utama pada struktur atap dan fasad.
  • Rammed earth
    Digunakan pada dinding dan lantai sebagai alternatif semen dan beton, sekaligus meningkatkan performa termal bangunan.
  • Batu kapur lokal
    Bersumber langsung dari lokasi proyek, memberikan karakter tekstur sekaligus kekuatan struktural.

Material tidak diperlakukan sebagai lapisan estetika, melainkan sebagai bagian integral dari performa bangunan.

Ruang Wellness sebagai Sistem Hidup

Intaaya dirancang sebagai lingkungan hidup yang aktif, di mana sistem bangunan menjadi bagian dari pengalaman ruang. Air dikumpulkan dari kelembapan udara, limbah organik diproses untuk mendukung lanskap, dan sirkulasi udara alami dioptimalkan melalui orientasi bangunan.

Pendekatan ini memungkinkan pengunjung mengalami kualitas ruang yang lebih reflektif dan terarah, tanpa terputus dari konteks alam sekitarnya.

Arsitektur Komunal dan Ruang Bersama

Selain ruang privat, Intaaya membuka dirinya melalui area komunal yang mendorong interaksi dan keterhubungan. Tata ruang dirancang untuk mendukung pertemuan, dialog, dan aktivitas bersama, tanpa menghilangkan rasa tenang yang menjadi karakter utama retreat.

Relasi antara manusia, material, dan lanskap dibangun secara seimbang, menciptakan rasa keterikatan yang kuat terhadap tempat.

Inspirasi Bentuk dan Biomimikri

Bahasa arsitektur Intaaya terinspirasi oleh dinamika laut dan organisme laut, terutama melalui struktur bambu yang melengkung dan mengalir. Pendekatan biomimikri ini tidak diterapkan secara simbolik, melainkan sebagai strategi struktural dan spasial yang merespons angin, cahaya, dan topografi tebing.

Hasilnya adalah komposisi bangunan yang menyatu dengan lanskap, tanpa kehilangan kejelasan arsitektural.

Baca Juga : DE House di Magelang : Eksplorasi Rumah Modern Industrial di Tengah Lanskap Sawah

Intaaya Retreat — Arsitektur Wellness Berbasis Material Alami di Nusa Penida. (Sumber : adsttc.com)

Informasi Proyek

Architect : Pablo Luna Studio
Lokasi : Nusa Penida, Bali, Indonesia
Fungsi : Wellness retreat
Program Ruang : Akomodasi, spa, yoga shala, ruang komunal, fasilitas wellness

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

One River North : Ketika Sebuah Apartemen Menjadi Lanskap Vertikal di Tengah Kota Denver

July 13, 2026

Peace · Visa for Life Theme Museum: Narasi Sejarah dalam Bentuk Arsitektur

June 24, 2026

Îlot Balmoral : Simbol Ekonomi Kreatif di Jantung Montreal

June 15, 2026

2 Comments

  1. Pingback: Membaca Pemikiran Zaha Hadid dalam Arsitektur Kontemporer

  2. Pingback: Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak dalam Arsitektur Kontemporer

Demo
Artikel Terbaru

MANTRA Expo #2 by Qhomemart Siap Digelar di GIK UGM, Hadirkan Kolaborasi Arsitektur, Industri, dan Komunitas

July 21, 2026

Ary Indra dan Arsitektur yang Tumbuh dari Pengalaman

July 16, 2026

One River North : Ketika Sebuah Apartemen Menjadi Lanskap Vertikal di Tengah Kota Denver

July 13, 2026

Peace · Visa for Life Theme Museum: Narasi Sejarah dalam Bentuk Arsitektur

June 24, 2026

Îlot Balmoral : Simbol Ekonomi Kreatif di Jantung Montreal

June 15, 2026

Nurse Dormitory Chulalongkorn Memorial Hospital : Fasad Zig-Zag untuk Privasi dan Kenyamanan Penghuni

June 12, 2026

Antonius Richard dan Upaya Mendekatkan Arsitektur Berkelanjutan

June 10, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.