Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Biopori: Manfaat dan Cara Membuatnya di Rumah
Tips

Biopori: Manfaat dan Cara Membuatnya di Rumah

gravitarchiBy gravitarchiOctober 9, 20241 Comment2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
biopori
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pernahkan Anda mendengar istilah biopori? Biopori adalah lubang resapan berbentuk tegak lurus dengan diameter sekitar 10 cm hingga 30 cm. Lubang tersebut diisi oleh sampah organik untuk memberi makan makhluk hidup yang ada di tanah dan akar tumbuhan.

Biasanya, biopori dibuat di kawasan yang padat penduduk dan rawan banjir atau memiliki daya serap air yang kurang maksimal. Mengutip Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, berikut sederet manfaat biopori.

Manfaat Biopori

biopori

Pembuatan biopori tidak hanya memberikan manfaat pada makhluk hidup di dalam tanah, tetapi juga kepada manusia dan lingkungan. Berikut beberapa manfaatnya.

Baca juga: 3 Rekomendasi Material Lantai untuk Teras

1. Mencegah Banjir

Pertumbuhan bangunan membuat daerah resapan air berkurang. Sistem drainase yang buruk menyebabkan banjir. Dengan membuat lubang resapan, maka air hujan dapat meresap ke dalam tanah dengan mudah. Hal ini akan membantu mencegah banjir.

2. Menyuburkan Tanah

Menimbun limbah organik di dalam satu lubang akan memengaruhi tingkat kesuburan tanah. Hal ini karena adanya proses biologis yang mengubah limbah organik menjadi kompos. Nah, pupuk kompos inilah yang kemudian mampu menyuburkan tanah. Dengan demikian, Anda bisa menyediakan pupuk tanpa harus mengeluarkan biaya.

Baca juga: Desain Rumah Industrial Japandi Minimalis di Yogyakarta

3. Pengurangan Limbah Organik

Lubang resapan mampu mengurangi limbah atau sampah organik. Dengan memiliki biopori di rumah, Anda harus memisahkan sampah organik dengan sampah anorganik. Kegiatan tersebut dapat mengurangi sampah organik di rumah serta menumbuhkan disiplin untuk sampah menjadi hal yang lebih bermanfaat bagi lingkungan.

4. Menyeimbangkan Kadar Air dalam Tanah

Cacing dan hewan lainnya yang hidup di tanah dapat membantu menyeimbangkan kadar air di dalam tanah hingga 40 kali lipat. Mereka memakan sampah organik dan membuat terowongan kecil untuk menyerap air ke dalam tanah.

Baca juga: Interior Rumah Industrial dengan Kamar Tidur Mezzanine

Cara Membuat Biopori di Rumah

biopori

Membuat biopori sangat mudah dan bisa dilakukan di rumah. Sebelum membuat lubang resapan, persiapkan bor, pipa PVC dan penutup berongga, limbah organik, dan air. Setelah semuanya sudah siap, ikuti langkah berikut ini.

  1. Tentukan lokasi lubang biopori
  2. Siram dengan air, lalu gunakan bor untuk melubangi tanah dengan tegak lurus
  3. Lubangi tanah dengan kedalaman 1 meter dengan diameter sekitar 10-30 cm
  4. Masukkan pipa PVC dengan ukuran yang sama dengan lubang
  5. Isi lubang dengan limbah organik lalu tutup dengan pipa PVC yang beronggga maupun kawat besi
banjir biopori biopori anti banjir cara membuat biopori ramah lingkungan resapan air Sustainability
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

FENIX Museum: Merayakan Migrasi Lewat Seni di Jantung Pelabuhan Rotterdam

May 21, 2025

5 Tips Memilih Partisi Ruangan

February 5, 2025

Sambut Ramadhan, Simak 4 Tips Menata Ruang Makan Keluarga

February 4, 2025

1 Comment

  1. Pingback: Desain Interior Minimalis dengan Budget Terbatas di Yogyakarta

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Kenapa Thomas Heatherwick Selalu Diperdebatkan?

April 27, 2026

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Menuju Jakal Design Week 2026 : Awal Kolaborasi di Koridor Jalan Kaliurang

April 15, 2026

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Belajar Arsitektur Kontekstual dari Eko Prawoto

April 9, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.