Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Apa Itu Nail House? Tindakan Protes Penduduk Tolak Konstruksi
News

Apa Itu Nail House? Tindakan Protes Penduduk Tolak Konstruksi

gravitarchiBy gravitarchiDecember 19, 2024No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Perkembangan dunia arsitektur di China saat ini sedang berkembang dengan pesat. Perkembangan yang pesat dan canggih ini ternyata menimbulkan sejumlah permasalahan, salah satunya fenomena nail house.

Di China, fenomena nail house atau rumah paku dalam bahasa Mandarin dikenal dengan “dingzihu”. Fenomena ini merupakan simbol perlawanan kuat dari orang-orang yang menolak penggusuran terhadap proyek konstruksi pemerintah, sehingga rumahnya seakan menancap keras seperti paku di tengah proyek.

Apa Itu Nail House?

Melansir ArchDaily, nail house adalah gambaran dari pemilik rumah yang menentang keras dan menolak menyerahkan rumah mereka dengan kompensasi rendah atas nama “kemajuan”. Pertumbuhan pesat di China menyebabkan situasi tak biasa di mana gambar-gambar “rumah” paku bertebaran di internet.

Baca juga: 5 Cara Feng Shui Menemukan Sudut Kekayaan di Rumah Anda

Mengutip The Atlantic, beberapa pemilik rumah bahkan tetap tinggal selama bertahun-tahun karena kasus pengadilan yang berlarut-larut, sedangkan pembangunan terus berlanjut di sekeliling mereka. Beberapa pemilik rumah memenangkan pengadilan, tetapi sebagian besar mengalami kekalahan di pengadilan.

Penyebab Fenomena Nail House

Penyebab utama terjadinya fenomena rumah paku di China berkaitan dengan dihapuskannya kepemilikan real estat pribadi di era komunis. Semenjak itu, real estat secara resmi dimiliki oleh pemerintah pusat dan masyarakat hanya bisa membeli sewa properti.

Baca juga: Desain Rumah Scandinavian 2 Lantai Yogyakarta

Pemerintah berhak menentukan segala yang berkaitan dengan properti demi kepentingan nasional. Warga bahkan dapat dipaksa untuk meninggalkan rumahnya selama hal itu berkaitan dengan kepentingan publik.

Kebijakan tersebut tentu menguntungkan perusahaan konstruksi dan menyebabkan pengembang swasta mulai merambah pembangunan hotel, rumah tinggal, hingga pusat perbelanjaan di kota yang padat penduduk. Warga yang tinggal di daerah terdampak ditawari untuk pindah dengan kompensasi yang rendah.

Baca juga: Interior Ruang Kelas TK Fungsional dengan Elemen Natural

Sejak saat itu, muncul fenomena nail house karena banyak warga yang tidak mau menerima kompensasi dan memilih untuk mempertahankan rumahnya. Fenomena ini semakin memperkuat kedudukan pemilik rumah sejak Pemerintah Republik Rakyat China (RRC) mengesahkan Undang-undang properti pada Maret 2007 yang melarang pemerintah mengambil tanah kecuali dianggap memiliki kepentingan publik yang signifikan.

dingzihu konstruksi nail house nail house di china rumah paku
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Lattice Garden di Sol Collective: Upcycled Parametric Facade untuk Lanskap Urban yang Lebih Adaptif

December 5, 2025

Stormproof Playground di Shaoxing University : Strategi Desain untuk Perlindungan Iklim Ekstrem

December 2, 2025

Mantra 2025: The Biggest Building Material & Architecture Expo in Yogyakarta and Central Java Siap Digelar

November 26, 2025
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Lattice Garden di Sol Collective: Upcycled Parametric Facade untuk Lanskap Urban yang Lebih Adaptif

December 5, 2025

Stormproof Playground di Shaoxing University : Strategi Desain untuk Perlindungan Iklim Ekstrem

December 2, 2025

Mantra 2025: The Biggest Building Material & Architecture Expo in Yogyakarta and Central Java Siap Digelar

November 26, 2025

Les Choux de Créteil: Ketika Beton “Mekar” Menjadi Arsitektur Puitis di Paris

November 25, 2025

Islamic Center of Rijeka, Kroasia : Geometri Lembut dalam Arsitektur Kontemporer

November 19, 2025

Arsitek Indonesia Raih Penghargaan TADA 2025: JS House Menjadi Building of The Year

November 17, 2025

Masjid Saminah Sihyadi, Surakarta: Ekspresi Keteduhan melalui Pendekatan Kontekstual

November 12, 2025
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2025 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.