Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Cerita Unik Rumah Botol Ridwan Kamil yang Ramah Lingkungan
Info Arsitektur

Cerita Unik Rumah Botol Ridwan Kamil yang Ramah Lingkungan

gravitarchiBy gravitarchiJuly 21, 2024No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Rumah Botol Ridwan Kamil
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ridwal Kamil yang akrab disapa Kang Emil adalah salah satu pendiri Urbane Indonesia. Meski lebih dikenal sebagai Mantan Gubernur Jawa Barat, namun sebenarnya Ridwan Kamil memiliki karir yang cemerlang sebagai arsitek. Bahkan, ia juga memiliki rumah mewah yang terbuat dari 30.000 botol kaca bekas minum energi.

Uniknya, ide awal rumah botol tersebut karena ia melihat tumpukan sampah botol minuman energi yang diminum tukangnya. Selain dari sampah botolnya sendiri, Kang Emil juga mengumpulkan botol dari pemulung di Bandung. Waktu itu, ia membeli 1 botol sekitar Rp50.

Baca juga: Interior Rumah Modern Kontemporer dengan Konsep Open Space

Usahanya mengumpulkan botol kaca selama 6  bulan sejak tahun 2005 dengan proses pembangunan rumah hingga 2 tahun ternyata tidak sia-sia. Karena rumah botolnya berhasil memperoleh penghargaan Green Design Award oleh Building Construction Indonesia (BCI) tahun 2009. Semenjak itu, rumah botolnya dikenal sebagai rumah ramah lingkungan se-Asia.

Kenapa Harus Botol Kaca Minuman Energi?

Rumah Botol Ridwan Kamil yang Ramah Lingkungan

Ada beberapa alasan kenapa Ridwal Kamil memilih botol kaca minuman energi, di antaranya:

  1. Tampilan menarik, terutama saat terkena cahaya matahari.
  2. Berwarna coklat, sehingga cocok dikombinasikan dengan warna kayu gelap maupun terang.
  3. Memiliki ukuran yang kecil, sehingga mudah dirangkai.
  4. Perawatannya mudah, hanya perlu di lap atau dibersihkan dengan air setiap 3 bulan sekali.
  5. Memantulkan cahaya, sehingga bisa menghemat energi di siang hari.

Baca juga: Mengenal Tali Air: Pengertian dan Fungsinya pada Bangunan

Terdapat pula area maintenance untuk membersihkan botol. Ruangan tersebut memiliki ukuran yang cukup kecil. Area yang terbuat dari kaca ini merupakan ruangan yang memisahkan interior dan eksterior bangunan.

Konsep Rumah Botol Ridwan Kamil

Rumah Botol Ridwan Kamil

Ridwan Kamil punya mimpi membuat rumah layaknya resort. Oleh karena itu, terdapat kolam renang di sisi samping rumahnya. Hal tersebut menghadirkan kesan mewah ala resort Bali. Melalui rumah botolnya, Ridwan Kamil ingin menciptakan konsep ramah lingkungan yang modern.

Baca juga: Desain Rumah dan Kos Tumbuh dengan Style Modern Tropis

Tak hanya itu, ia juga menerapkan konsep rumah sehat dengan penggunaan cross ventilation. Biasanya taman berada di sisi samping atau belakang rumah, namun berbeda dengan Ridwan kamil. Ia menempatkan taman di area tengah sebagai pemisah sekaligus penghubung dua area di rumahnya.

“Selama ada imajinasi, kita bisa mengolah sampah menjadi hal yang bermanfaat,” kata Ridwan Kamil.

gubernur jabar ridwan kamil mantan gubernur jabar ridwan kamil ridwan kamil arsitek rumah 30.000 botol rumah botol rumah botol ridwan kamil rumah ramah lingkungan urbane indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026

Yoyogi National Gymnasium — Struktur Tarik sebagai Strategi Ruang Publik

February 20, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Menuju Jakal Design Week 2026 : Awal Kolaborasi di Koridor Jalan Kaliurang

April 15, 2026

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Belajar Arsitektur Kontekstual dari Eko Prawoto

April 9, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026

Bjarke Ingels dan Pragmatic Utopia : Ketika Arsitektur Menjadi Negosiasi Realitas

April 2, 2026

Yoyogi National Gymnasium — Struktur Tarik sebagai Strategi Ruang Publik

February 20, 2026

Mencatat Ketangguhan Praktik Arsitektur lewat Meeting Marathon YYAF Resilient di Yogyakarta

February 17, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.