Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Fuyang Yinhu Sports Center : Infrastruktur Olahraga dengan Pendekatan Low-Tech yang Terukur
Info

Fuyang Yinhu Sports Center : Infrastruktur Olahraga dengan Pendekatan Low-Tech yang Terukur

gravitarchiBy gravitarchiMay 5, 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Fuyang Yinhu Sports Center. (Sumber : cdn.archilovers.com)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sebagai bagian dari Asian Games Hangzhou 2023, Fuyang Yinhu Sport Center di kawasan Hangzhou memperlihatkan pendekatan yang berangkat dari pengelolaan sistem, bukan sekadar ekspresi bentuk. Proyek ini tidak mengejar gestur ikonik, melainkan ketepatan dalam merespons program, struktur, dan lanskap secara bersamaan.

Dirancang oleh UAD – Architectural Design and Research Institute of Zhejiang University, kompleks ini sejak awal diposisikan sebagai infrastruktur jangka panjang. Fungsinya tidak berhenti pada kebutuhan event, tetapi diarahkan untuk tetap operasional setelah siklus tersebut berakhir.

Baca Juga : Yoyogi National Gymnasium — Struktur Tarik sebagai Strategi Ruang Publik

Artikulasi Massa dan Lanskap

Komposisi massa dibentuk melalui pembacaan kondisi tapak—kontur, orientasi, serta hubungan visual terhadap ruang terbuka di sekitarnya. Alih-alih menampilkan figur yang dominan, bangunan diartikulasikan sebagai bagian dari sistem lanskap yang lebih luas.

Transisi antara ruang terbangun dan ruang terbuka berlangsung secara bertahap, menciptakan kesinambungan spasial yang tidak terputus. Batas-batas dirancang lebih permeabel, memungkinkan interaksi yang lebih cair antara bangunan dan lingkungannya.

Pendekatan ini menempatkan lanskap sebagai elemen aktif dalam pembentukan ruang, bukan sekadar latar visual.

Fuyang Yinhu Sports Center. (Sumber : adsttc.com)

Logika Perancangan yang Rasional

Kesederhanaan dalam proyek ini merupakan hasil dari proses perancangan yang terkontrol. Geometri bangunan dikembangkan berdasarkan kebutuhan programatik dan efisiensi struktur, bukan sebagai ekspresi formal yang berdiri sendiri.

Pengurangan kompleksitas dilakukan secara sadar—baik pada sistem konstruksi, pemilihan material, maupun detailing. Strategi ini memungkinkan performa bangunan tercapai tanpa ketergantungan pada sistem tambahan yang berlebihan.

Kesederhanaan, dalam konteks ini, menjadi perangkat untuk menjaga konsistensi antara desain dan implementasi.

Baca Juga : Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

Fuyang Yinhu Sports Center. (Sumber : metalocus.es)

Integrasi Program dalam Sistem Spasial

Fasilitas untuk cabang olahraga seperti menembak, panahan, dan modern pentathlon memiliki tuntutan teknis yang tinggi. Proyek ini meresponsnya melalui organisasi ruang yang terintegrasi, dengan pembagian zona yang jelas dan hirarkis.

Alur sirkulasi dirancang untuk memisahkan sekaligus menghubungkan kebutuhan atlet, ofisial, dan publik secara efisien. Dengan luas lahan sekitar 275.182 m² dan bangunan lebih dari 80.000 m², keteraturan sistem menjadi kunci dalam menjaga keterbacaan ruang.

Desain tidak berhenti pada komposisi, tetapi berlanjut pada cara sistem ruang bekerja.

Fuyang Yinhu Sports Center. (Sumber : metalocus.es)

Low-Tech sebagai Strategi Performativitas

Pendekatan low-tech diterapkan melalui pemilihan sistem yang robust dan mudah dipelihara. Alih-alih mengandalkan teknologi tinggi, performa bangunan dicapai melalui optimasi pasif seperti pencahayaan alami, ventilasi, serta pemilihan material yang sesuai dengan konteks.

Metode konstruksi disederhanakan untuk memastikan efisiensi sekaligus kemudahan dalam pelaksanaan dan perawatan. Strategi ini memperlihatkan bahwa keberlanjutan dapat dicapai melalui keputusan desain yang presisi, bukan kompleksitas teknologi.

Adaptabilitas Pasca-Event

Fasilitas olahraga berskala besar seringkali menghadapi tantangan dalam penggunaan setelah event selesai. Proyek ini mengantisipasi hal tersebut melalui perancangan ruang yang memungkinkan penggunaan ulang dengan intervensi minimal.

Fleksibilitas program, aksesibilitas, serta integrasi dengan lingkungan sekitar menjadi faktor utama dalam menjaga relevansi bangunan. Dengan demikian, kompleks ini tetap dapat berfungsi sebagai bagian dari kehidupan kota setelah event berakhir.

Baca Juga : Rumah Tropis Modern di Sleman dengan Inner Garden sebagai Pengikat Ruang

Fuyang Yinhu Sports Center. (Sumber : metalocus.es)

Dari Objek ke Infrastruktur

Fuyang Yinhu Sports Center menunjukkan pergeseran pendekatan dalam arsitektur kontemporer. Nilai proyek ini tidak terletak pada ekspresi visual semata, tetapi pada kapasitasnya untuk beroperasi secara konsisten dalam jangka panjang.

Arsitektur dipahami bukan sebagai objek yang berdiri sendiri, melainkan sebagai sistem yang bekerja—merespons kebutuhan, waktu, dan perubahan penggunaan.

Informasi Proyek

Arsitek : UAD – Architectural Design and Research Institute of Zhejiang University
Lokasi : Hangzhou, China
Tahun : 2021
Luas Bangunan : ±82.360 m²
Fungsi : Fasilitas Olahraga (Shooting, Archery, Modern Pentathlon)
Status : Selesai, digunakan untuk Asian Games 2023

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026

Comments are closed.

Demo
Artikel Terbaru

Fuyang Yinhu Sports Center : Infrastruktur Olahraga dengan Pendekatan Low-Tech yang Terukur

May 5, 2026

Kenapa Thomas Heatherwick Selalu Diperdebatkan?

April 27, 2026

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Menuju Jakal Design Week 2026 : Awal Kolaborasi di Koridor Jalan Kaliurang

April 15, 2026

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Belajar Arsitektur Kontekstual dari Eko Prawoto

April 9, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.