London, 21 Mei 2025 — Festival desain tahunan Clerkenwell Design Week (CDW) kembali menjadi sorotan dunia desain internasional dengan peluncuran karya-karya furnitur yang tak hanya memukau secara estetika, tetapi juga menyodorkan pendekatan baru dalam keberlanjutan, teknologi, dan budaya visual.

Diselenggarakan dari 20–22 Mei di berbagai lokasi ikonik London, CDW 2025 menampilkan sejumlah karya menonjol. Berikut ini adalah tujuh di antaranya yang patut dicatat:

1. Jelly Chair – Deadgood x Jones + Partners
Desain kursi ini terinspirasi dari dunia anak-anak: permen jelly, mainan plastik, dan bentuk-bentuk imajinatif. Jelly Chair adalah bangku bertumpuk berlapis kain yang memadukan lekuk lembut dengan kesan menyenangkan. Hadir dalam pilihan warna pastel seperti kuning muda dan biru susu, kursi ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga fleksibel dalam penataan ruang.
Deadgood bersama Jones + Partners mencoba membawa “keceriaan yang matang” ke ranah furnitur kontemporer—memadukan estetika mainan dengan desain ergonomis dan material modern.

2. Plank Desk System – Very Good & Proper x Forpeople
Mengambil inspirasi dari perancah kayu konstruksi, sistem meja Plank Desk merupakan hasil kolaborasi dua studio Inggris: produsen furnitur Very Good & Proper dan studio kreatif Forpeople. Meja ini dibuat dari kayu oak dengan kaki melengkung yang memberi kesan patung mini.
Yang menarik, sistem meja ini dapat dikustomisasi dengan aksesori tambahan seperti rak tingkat, lampu kayu, dan unit daya tertanam. Sistem modular ini menawarkan solusi ideal bagi ruang kerja modern yang membutuhkan efisiensi dan estetika sekaligus.

3. Bruton Sofa – Morgan x SmithMatthias
Pencarian akan alternatif sofa tanpa busa menghasilkan karya menakjubkan dari kolaborasi Morgan Furniture dan studio SmithMatthias: Bruton Sofa. Sofa modular ini sepenuhnya bebas busa dan menggunakan kombinasi per dan lapisan bahan alami, seperti wol, lateks, bulu bebek, serta serat kelapa.
Tidak hanya nyaman, desain ini menjadi tonggak baru dalam arah desain yang lebih ekologis. Dengan penampilan bersih dan struktur modular, Bruton menjadi solusi bagi pecinta desain yang sadar lingkungan.

4. F300 Chair – Gubi (Pierre Paulin Reissue)
Meski tak masuk dalam agenda resmi CDW, showroom Gubi di townhouse bergaya Georgia turut menarik perhatian dengan peluncuran ulang kursi ikonik F300 karya Pierre Paulin. Didesain sejak dekade 60-an, kursi ini menghadirkan nuansa futuristik yang tetap relevan.
Dipamerkan dalam barisan warna-warni, F300 menjadi bukti bahwa desain visioner mampu menembus batas waktu. Gubi juga memadukannya dengan meja kopi bermaterial marmer, menciptakan tampilan elegan dan segar dalam satu ruang.

5. Caston Chair – Origin x David Irwin
Kursi Caston merupakan eksplorasi teknologi tekstil dalam dunia furnitur. Dirancang oleh David Irwin, kursi ini menggunakan sarung yang dirajut dengan teknologi 3D-knitting dari kain daur ulang plastik laut oleh Camira. Sarung ini cukup fleksibel untuk “diselipkan” ke rangka baja tubular dengan mudah, menjadikannya ringan dan ringkas.
Dipamerkan di Gereja St James yang bersejarah, Caston Chair menunjukkan bagaimana furnitur masa depan bisa memadukan keberlanjutan, fungsionalitas, dan estetika modern secara bersamaan.

6. Bolon x Tom Dixon – Outdoor Synergy
Showroom Bolon diisi dengan dua karya sekaligus. Brand asal Swedia itu memperkenalkan koleksi karpet luar ruang dari bahan daur ulang, yang menjadi latar harmonis bagi koleksi furnitur outdoor perdana dari Tom Dixon bertajuk Groove.
Perpaduan warna pucat dan material tahan cuaca menghadirkan nuansa tenang dan serasi. Kolaborasi ini bukan hanya menyajikan estetika, tetapi juga memberi solusi desain ruang luar yang berkelanjutan dan berkelas.

7. PLC Tube Chair – Modus x Pearson Lloyd
Setelah 15 tahun, kursi ikonik PLC dari studio Pearson Lloyd kembali hadir dalam versi modern: PLC Tube. Kursi ini mempertahankan bentuk dudukan dan sandaran kayu khasnya, namun rangkanya kini terbuat dari baja tubular.
Pengguna dapat mencampur warna dudukan, sandaran, dan rangka untuk menciptakan tampilan playful yang bisa disesuaikan dengan berbagai interior. Kursi ini menyasar ruang kerja, ruang publik, hingga hunian bergaya kontemporer.
Clerkenwell Design Week 2025 sekali lagi membuktikan bahwa masa depan furnitur tidak hanya soal bentuk, tetapi juga menyangkut narasi, nilai keberlanjutan, serta pengalaman emosional pengguna. Dari kursi seperti jelly hingga sofa tanpa busa, industri desain terus bergerak ke arah yang lebih cerdas, bertanggung jawab, dan menyenangkan.
(Sumber : www.dezeen.com)


4 Comments
Pingback: SEAUS 2.0 – Culture in Transition: Urbanism and Landscape in Southeast Asia - gravitarchi
Pingback: Desain Interior Kontemporer Natural yang Modern dan Hangat
Pingback: Interior Rumah Japandi Skandinavian di Bantul
Pingback: Desain Kos Industrial 2 Lantai di Sleman — Rancang Reka Ruang