Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Intip Desain Gedung E-commerce Raksasa Cina JD.com “Scenic City”
News

Intip Desain Gedung E-commerce Raksasa Cina JD.com “Scenic City”

gravitarchiBy gravitarchiJuly 25, 2024No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Scenic City
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Gedung pencakar langit milik raksasa ecommerce China, JD.com mulai dikerjakan sejak tahun 2022 dan direncanakan akan rampung pada tahun 2027. Desain gedung ini digarap oleh studio arsitektur internasional Büro Ole Scheeren yang memiliki kantor di Beijing, Hong Kong, Bangkok, dan Berlin.

JD.com merupakan perusahaan besar asal Cina yang mendukung operasional JD.ID di Indonesia yang saat ini sudah tidak beroperasi lagi di Indonesia.

Scenic City milik JD.com

Baca juga: Pengertian Ventilasi Silang (Cross Ventilation) dan Manfaatnya

Gedung bernama “Scenic City” ini akan menjadi kantor pusat baru JD.com yang berlokasi di Distrik Nanshan, Shenzen, Cina. Proyek ini dibangun tepat di sekumpulan perusahaan global seperti OPPO, ZTE, dan CITIC.

Desain Scenic City Milik JD.com

Scenic City Design

Scenic City mengusung konsep “in-between spaces” dengan menciptakan dialog antara volume bangunan dan alam di sekitarnya. Ole Scheeren mengungkapkan, gedung ini dirancang menyatu dengan lingkungan di sekitarnya dan merangsang aktivitas perkotaan.

 “Desain Scenic City menggabungkan arsitektur vernakuler yang dibangun di atas fitur arcade, balkon, dan teras tradisional Lingnan untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidu,” terang Ole Scheeren.

Baca juga: Desain Rumah dan Kos Tumbuh dengan Style Modern Tropis

Fasad gedung ini memiliki visual yang unik, menyerupai air terjun mewakili fitur utama lanskap Lingnan. Kisi-kisi vertikal seperti aliran air menyediakan ventilasi dan mengatur refleksi cahaya dari kaca transparan untuk mengakomodasi terik matahari dan curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut.

Fasilitas Scenic City

Scenic City JD.com Building

Scenic City mencakup area seluas dua juta kaki atau 186.000 meter persegi dengan ketinggian hampir 200 meter. Gedung yang terdiri dari blok-blok yang berdiri secara individual ini mendefinisikan lingkungan perkotaan. Sementara kontur organiknya mencerminkan kontur alami lanskap pegunungan di dekatnya.

Gedung pencakar langit ini didesain memiliki hotel, kantor, ritel, ruang budaya seluas 2 juta kaki di dua menara yang bersebelahan dengan urban spine. Menara timur dengan ketinggian 188  meter akan difungsikan sebagai kantor pusat JD.com, sementara lantai bawahnya akan digunakan untuk acara budaya. Lalu untuk hotel dan ruang kantor yang akan disewakan menempati menara barat setinggi 131 meter.

Baca juga: Desain Interior Rumah Industrial Japandi, Bikin Betah di Rumah

Setiap area vertikal juga dilengkapi dengan teras hijau di seluruh menara. Hal ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi karyawan untuk bersantai sekaligus mendorong interaksi sosial di setiap lantai.

Scenic City menghadirkan ekosistem perkotaan yang sinergis, di mana terdapat pendekatan holistik terhadap model urbanitas berkelanjutan dengan adanya integrasi kota, lingkungan, komunitas, dan arsitektur.

arsitektur tiongkok gedung JD.com JD.com JD.ID scenic city Scenic city building Scenic city design
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Kenapa Thomas Heatherwick Selalu Diperdebatkan?

April 27, 2026

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Menuju Jakal Design Week 2026 : Awal Kolaborasi di Koridor Jalan Kaliurang

April 15, 2026

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Belajar Arsitektur Kontekstual dari Eko Prawoto

April 9, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.