Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Ngepel Lantai Pakai Air Panas Vs Air Dingin, Mana yang Lebih Bersih?
Tips

Ngepel Lantai Pakai Air Panas Vs Air Dingin, Mana yang Lebih Bersih?

gravitarchiBy gravitarchiNovember 2, 2024No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
mengepel lantai
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Mengepel lantai merupakan cara yang umum dilakukan untuk menjaga kebersihan rumah. Biasanya kegiatan mengepel tidak hanya menggunakan air dingin atau air panas, tetapi juga ditambahkan dengan cairan pembersih.

Umumnya orang mengepel dengan air dingin, namun ada pula yang menggunakan air panas karena dianggap dapat membuat lantai lebih kesat atau bersih. Nah, apakah mengepel dengan air panas lebih bersih daripada air dingin? Untuk mengetahui jawabannya, simak pembahasan berikut ini.

Pel Lantai Pakai Air Panas Vs Air Dingin, Mana yang Lebih Baik?

mengepel lantai

Melansir LS Housekeeping, mengepel dengan air panas ternyata lebih efektif membunuh bakteri dan kuman di lantai. Air panas juga ampuh membersihkan minyak, noda yang membandel, dan kotoran di lantai dibandingkan menggunakan dengan air dingin.

Baca juga: Kitchen Island dan Kitchen Peninsula, Mana yang Cocok untuk Anda?

Mengepel dengan air panas hanya bisa dilakukan pada jenis lantai yang dapat menerima suhu tinggi, seperti marmer. Untuk menjaga lantai tetap aman, pel lantai dengan air hangat-hangat kuku agar terhindar dari potensi lantai rusak.  

Sementara air dingin hanya bisa menghilangkan kotoran, debu, dan noda ringan di permukaan lantai sehingga lebih cocok untuk pembersihan secara berkala. Air dingin juga lebih lambat menguap dan tidak meninggalkan goresan saat lantai kering.

Baca juga: Desain Interior Kontemporer dengan Aksen Natural yang Fresh

Untuk lantai ubin, vinyl, dan lantai kayu, sebaiknya pel lantai menggunakan air dingin. Mengepel keramik dan porselen masih bisa menggunakan air hangat, tapi jangan pakai air panas karena bisa merusak permukaan lantai. Selain itu, menambahkan cairan kimia terlalu banyak saat mengepel lantai vinyl juga tidak dianjurkan karena dapat merusak permukaannya.

Hindari penggunaan air panas pada lantai kayu, karena dapat membuat kayu melengkung saat kering dan permukaannya cepat kusam. Mengepel lantai kayu juga harus dengan penuh kehati-hatian, karena kayu sangat mudah menyerap air.  Supaya lebih tahan lama, peras kain pel hingga benar-benar kering sebelum mengepel.

Baca juga: Interior Ruang Kelas TK Fungsional dengan Elemen Natural

Jadi, mengepel lantai dengan air panas atu air dingin sebenarnya punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sebelum menentukan untuk mengepel dengan air panas atau dingin, pastikan untuk menyesuaikannya dengan jenis lantai di rumah, ya.

lantai mengepel lantai pel lantai pel lantai pakai air dingin pel lantai pakai air panas tips mengepel lantai
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

5 Tips Memilih Partisi Ruangan

February 5, 2025

Sambut Ramadhan, Simak 4 Tips Menata Ruang Makan Keluarga

February 4, 2025

5 Tips Renovasi Rumah, Perhatikan Ini Sebelum Beli Material

February 2, 2025
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Shanghai Grand Opera House : Arsitektur Dinamis sebagai Ruang Publik Kota

April 22, 2026

Sagawa Art Museum : Arsitektur Reflektif di Tepi Danau karya Tadao Ando

April 20, 2026

Menuju Jakal Design Week 2026 : Awal Kolaborasi di Koridor Jalan Kaliurang

April 15, 2026

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Belajar Arsitektur Kontekstual dari Eko Prawoto

April 9, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026

Bjarke Ingels dan Pragmatic Utopia : Ketika Arsitektur Menjadi Negosiasi Realitas

April 2, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.