Close Menu
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
gravitarchigravitarchi
Subscribe
  • Homes
  • News
  • Tips
  • Info
    • Info Arsitektur
    • Info Interior
    • Info Material
    • Info Struktur
  • Figure
  • Event
  • ID
  • ENG
gravitarchigravitarchi
Home » Mengenal Bunker, Tempat Berlindung pada Masa Perang
Info

Mengenal Bunker, Tempat Berlindung pada Masa Perang

gravitarchiBy gravitarchiOctober 17, 2024No Comments2 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
bunker
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Bunker atau logerak adalah bangunan pertahanan militer yang biasanya dibangun di bawah tanah. Struktur yang tersembunyi ini memberikan kenyamanan, keamanan, dan ketenangan pikiran. Bangunan tersebut banyak dibangun pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Saat Perang Dingin, bunker berukuran besar dibangun untuk mengantisipasi kemungkinan perang nuklir. Tak hanya digunakan sebagai tempat perlindungan perang, bangunan ini juga digunakan sebagai safe room saat bencana alam.

Baca juga: Snøhetta Menggarap Proyek Warisan Dunia UNESCO Refuge de Barroude

Apa Itu Bunker?

Bunker adalah arsitektur khusus, rahasia, dan misterius yang dibangun tersembunyi dari pandangan mata, baik di bawah tanah, bebatuan, bukit pasir, hutan, maupun rawa yang jarang dilewati orang.

Istilah bunker diserap dari bahasa Belanda, namun kata bunker berasal dari bahasa Skot yang artinya bangku atau kursi. Pada tahun 1758, terdapat pemendekan kata menjadi bunk yang berarti tempat tidur.

Kemungkinan kata tersebut berasal dari Skandinavia, bahasa Swedia kuno “bunke” yang punya makna papan yang digunakan untuk melindungi muatan kapal. Pada abad ke-19, kata ini digunakan untuk menjelaskan tempat penyimpanan batu bara di dalam rumah atau di bawah geladak kapal.

Baca juga: Rumah Industrial Minimalis 2 Lantai dengan Tambahan Mezzanine

Sementara istilah logerak diserap dari bahasa jawa “lograk” yang berarti lubang bawah tanah yang digunakan untuk bersembunyi dari musuh. Uniknya, kata bunker juga digunakan dalam permainan golf untuk menyebut rintangan atau halangan berupa cekungan pasir atau rumput yang biasanya terletak sebelum hole.

Fungsi Bunker

Dalam konteks militer, bunker memiliki fungsi sebagai pusat komando untuk merencanakan strategi dan operasi. Meski demikian, biasanya bangunan ini digunakan untuk menyimpan barang berharga perang, seperti makanan, senjata dan peralatan penting lainnya agar tetap aman saat kondisi darurat.

Dalam kondisi genting, bangunan rahasia ini dijadikan sebagai tempat bertahan hidup oleh individu atau kelompok hingga situasinya membaik. Guna mempersiapkan mereka menghadapi situasi darurat, beberapa bangunan bahkan dilengkapi fasilitas pelatihan militer.

Baca juga: Desain Interior Rumah Industrial Japandi, Bikin Betah di Rumah

Saat terjadi bencana alam, bangunan rahasia ini digunakan sebagai tempat evakuasi dan perlindungan sementara bagi masyarakat sipil. Dalam beberapa kasus, bangunan khusus ini juga digunakan untuk penelitian ilmiah yang berkaitan dengan kondisi ekstrem atau studi lingkungan.

Keberadaan bunker yang multifungsi memiliki peran penting terhadap banyak aspek kehidupan dan keamanan. Oleh karena itu, bunker termasuk bagian intergral infrastruktur pertahanan suatu negara, karena menyediakan basis sistem pertahanan yang luas.

arsitektur arsitektur khusus arsitektur rahasia brankas bunker ruang bawah tanah ruang rahasia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
gravitarchi
  • Website

Related Posts

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026

Yoyogi National Gymnasium — Struktur Tarik sebagai Strategi Ruang Publik

February 20, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Artikel Terbaru

Menuju Jakal Design Week 2026 : Awal Kolaborasi di Koridor Jalan Kaliurang

April 15, 2026

Bernard Tschumi dan Ruang yang Terus Bergerak

April 14, 2026

Belajar Arsitektur Kontekstual dari Eko Prawoto

April 9, 2026

Solar Trees Marketplace — Arsitektur Pasar sebagai Lanskap oleh Koichi Takada

April 7, 2026

Bjarke Ingels dan Pragmatic Utopia : Ketika Arsitektur Menjadi Negosiasi Realitas

April 2, 2026

Yoyogi National Gymnasium — Struktur Tarik sebagai Strategi Ruang Publik

February 20, 2026

Mencatat Ketangguhan Praktik Arsitektur lewat Meeting Marathon YYAF Resilient di Yogyakarta

February 17, 2026
Demo
Demo
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Kontak
  • Tentang Kami
© 2026 gravitarchi, Designed by gravitarchi.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.